TPI

Tema Perayaan Iman  – Part 6

by | Feb 13, 2024 | 0 comments

Hari 6

2 langkah menghidupi kesejatian diri (kedua)

Dua langkah selanjutnya untuk menghidupi kesejatian diri adalah :

Ketiga, berani untuk keluar dari zona nyaman.
Mati secara perlahan untuk jati diri palsu kita dan membiarkan diri sejati kita keluar bisa menjadi hal yang sangat menakutkan. Merobek kepalsuan, topeng diri dengan sadar seperti sikap ingin menerima pujian, tidak bisa berada ditengah-tengah orang-orang yang marah, ketakutan masuk kedalam konflik, takut menyampaikan ketidak setujuan, semua itu bisa menyebabkan stress, insomnia bahkan depresi.
Untuk mulai melakukan sesuatu yang berbeda, terutama di awal, akan terasa sangat canggung.

Selama bertahun-tahun kita telah merasa mampu dan tampil dengan penuh keyakinan, ternyata harus kita akui ternyata itu “palsu” dan tidak menyentuh pengenalan jati diri sendiri. Keadaran jati diri yang mulai muncul pelan tetapi pasti itu kemudian menyadarkan akan rasa sakit menjalani kehidupan yang bukan milik Tuhan. Bagi saya akhirnya lebih besar daripada rasa sakit karena perubahan. Butuh waktu dan rasa sakit untuk membuat kita mendengarkan Tuhan dari dalam diri kita sendiri, untuk membiarkan diri kita mengajukan pertanyaan, “Apakah kita telah hidup dengan setia pada kehidupan yang Tuhan minta untuk kita jalani?”

Keempat, keberanian.
Proses perubahan itu akan membangkitkan reaksi dari orang-orang yang terbiasa kita layani menggunakan topeng jati diri. Bagi mereka perubahan yang kita lakukan itu merugikan mereka dalam jangka pendek, mereka bisa melakukan serangan balik. Ketika salah satu apalagi banyak anggota dalam komunitas mulai menghidupi keunikan jati diri, maka akan terjadi gejolak dalam komunitas itu. Mengapa ? Karena itu akan merubah kepalsuan-kepalsuan yang telah mapan dalam komunitas itu.

Di setiap musim perjalanan kehidupan kita bersama Kristus, setiap kali kita mengambil langkah untuk lebih jelas mendefinisikan siapa kita dan siapa kita di dalam Kristus, selalu ada konsekuensinya. Itu akan terjadi tetapi terus lakukan perubahan.

Bersedia untuk menoleransi ketidaknyamanan yang diperlukan untuk pertumbuhan. Berdoalah agar kuasa Roh Kudus terus berlanjut. Kita melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya dalam sejarah hidup kita ! Dan bersukacitalah kita masih diberikan kesempatn untuk melakukan ini, karena banyak yang tidak pernah menghidarinya sampai kematian.

Ibrani 11 memberitahu kita bahwa beberapa orang menaklukkan diri pada kehendak Allah berakhir di penganiayaan, mati sebagai martir karena iman mereka. Hanya Tuhan yang tahu masa depan kita. Namun kita dapat yakin akan satu hal: hidup kita, akan terguncang dalam proses pendewasaan menjadi pribadi yang Tuhan kehendaki. Mengapa?
Karena memasuki dunia “sempurna” tidaklah mudah bagi bahan mentah hidup kita.
Awalnya akan terasa tidak nyaman, seolah-olah bidang kehidupan kita bergetar karena tekanan, seolah karpet tempat kita berdiri ditarik keras. Namun, jika kita bertahan dan terus bergerak maju, kita akan menemukan bahwa Tuhan bersama kita dan di belakang kita. Kasih karunia-Nya cukup. Kekuatannya dapat diakses. Dan perjalanan mengenal diri sendiri sehingga kita mungkin mengenal Tuhan adalah petualangan seumur hidup.

Karena itu marilah kita melakukan langkah-langkah dalam keseharian berikut :

  1. Segala sesuatu itu ada ujungnya, dan ujung seluruh kehidupan kita adalah mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan dengan hidup yang dipinjamkan Allah untuk kita ini. Karena itu betapa penting menemukan ‘rancangan Allah’ atas hidup dan melakukannya dengan sungguh-sungguh.
  2. Allah tidak pernah memerintahkan tanpa memperlengkapi dengan segala kebutuhannya. Karenanya pergunakanlah seluruh kuasa Firman dan tuntunan Roh Kudus dalam menjalani kehidupan kita. Maka kita akan selalu menjadi lebih dari pemenang.
  3. Mulailah sekarang, jangan menundanya untuk taat dan setia pada perintah-perintah Tuhan Yesus. Meski hidup kita akan terus ditarik kebawah untuk melakukan dosa, tetapi kitapun akan terus didorong untuk melakukan hal2 kudus dan mulia oleh kuasa Rhema Firman dan tuntunan Roh Kudus.

Hidup adalah pilihan, dan itu semua telah disediakan Tuhan melalui kehadiran Pribadi yang penuh kuasa dan kasih yaitu Roh Kudus yang tinggal didalam hati kita menjadi Konselor, Penolong dan Penyedia segala kuasa yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan menjadi makin serupa Kristus.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Tema Perayaan Iman  – Part 5

Tema Perayaan Iman  – Part 5

Hari 5 2 langkah menghidupi kesejatian diri. Bacaan : Mazmur 62.Mazmur 62:9, “Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.” Berikut 4 langkah menghidupi kesejatian diri : Pertama, carilah...

Tema Perayaan Iman  – Part 4

Tema Perayaan Iman  – Part 4

Hari 4 Setiap kita adalah pribadi yang unik. Bacaan : Mazmur 139Yesaya 43:4, “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.” Setiap kita diciptakan...

Tema Perayaan Iman  – Part 3

Tema Perayaan Iman  – Part 3

Hari 3 Engkau berharga di mata-Ku Bacaan : Lukas 15:11-32Lukas 15:20, “Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *