Tema Perayaan Iman  – Part 4

by | Feb 13, 2024 | 0 comments

Hari 4

Setiap kita adalah pribadi yang unik.

Bacaan : Mazmur 139
Yesaya 43:4, “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.”

Setiap kita diciptakan dengan spesifik dan khusus. Coba perhatikan, tidak ada satupun manusia lain, yang memiliki kondisi, lingkungan, kekhasan seperti yang kita miliki. Ini berarti satu-satunya pribadi yang bisa melaksanakan rancangan Allah yang spesifik cocok dengan diri kita adalah kita sendiri. Realita kesadaran ini akan sangat membantu untuk memperjelas proses pertumbuhan kesetiaan kita kepada jati diri sejati kita. Yang sering saya sebut sebagai keunikan. Dimana setiap orang akan menghidupi sebuah jati diri unik dengan definisi tujuan dan nilai hidupnya sendiri terlepas dari tekanan orang-orang di sekitar mereka.

Penekanan utama dari keunikan adalah pada kemampuan untuk berpikir jernih dan hati-hati sebagai sarana lain, selain perasaan kita, untuk mengetahui diri kita sendiri.
Hidup dalam keunikan jati diri melibatkan kemampuan untuk mempertahankan siapa kita dan menjauhkan dari siapa bukan kita. Sejauh mana kita dapat menegaskan nilai-nilai dan tujuan kita yang berbeda terlepas dari tekanan di sekitar kita (keterpisahan) sambil tetap dekat dengan orang-orang penting bagi kita (kebersamaan) membantu menentukan tingkat keunikan jati diri kita.

Sehingga akan memiliki kehidupan yang memiliki keyakinan, arah, tujuan, dan nilai kita sendiri terlepas dari tekanan di sekitar kita. Kita dapat memilih, di hadapan Tuhan, bagaimana kita ingin menjadi tanpa dikendalikan oleh persetujuan atau ketidaksetujuan orang lain. Intensitas perasaan, stres yang tinggi, atau kecemasan orang lain di sekitar mereka tidak membebani kemampuan kita untuk berpikir secara cermat, bebas dan bijaksana.

Dalam posisi hubungan dengan sesama, ketika kita mungkin tidak setuju dengan orang lain, kita masih bisa tetap berhubungan dengan baik. Kita tidak perlu melepaskan diri karena adanya perbedaan, menolak, menghindari, atau mengkritik untuk membuktikan diri. Kita bisa menjadi diri kita sendiri yang berbeda dengan orang lain dalam kelegaan dan ketenangan.
Betapa sia-sia kehidupan kita yang harus selalu membutuhkan penegasan dan validasi terus-menerus dari orang lain karena kita tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang siapa diri kita. Kita bergantung pada apa yang orang lain pikirkan dan rasakan untuk memiliki rasa nilai dan identitas kita sendiri. Atau karena takut terlalu dekat dengan seseorang dan dengan demikian tertelan, kita mungkin menghindari kedekatan dengan orang lain sepenuhnya. Di bawah tekanan itu kita memiliki sedikit kemampuan untuk membedakan antara perasaan kita dan proses pemikiran (intelektual) kita. Sebuah kondisi jiwa yang tidak utuh dan dewasa.

Mengembangkan Diri Otentik kita.

Kita begitu tidak terbiasa menjadi jadi diri sejati kita sehingga tampaknya mustahil untuk mengetahui dari mana harus memulai. Manusia lebih senang untuk memakaikan diri palsunya. Seperti sedang membalut diri dengan perban kesenangan dan pikiran orang lain yang membuat diri kita eksis dan diakui dunia sekitar kita. Seolah menutupi jati diri adalah satu-satunya cara bagi penerimaan dunia. Meski ujungnya adalah kehampaan, terutama saat mereka pergi, tidak akan ada yang tersisa lagi selain ketelanjangan dan kekosongan dan kehampaan diri.
Menghidupi jati diri original kita membutuhkan ketaatan mengikuti Tuhan ke tempat yang tidak kita kenal, ke dalam hubungan intim dengan-Nya yang akan mengubah spiritualitas kita saat ini membentuk (mentransformasi) kedewasaan jiwa. Tuhan mengundang kita untuk menanggalkan lapisan palsu yang kita pakai untuk mengungkapkan diri sejati kita, untuk membangkitkan “benih jati diri sejati” yang telah Dia tanamkan di dalam diri kita.

Jalan yang harus kita lalui awalnya sangat sulit. Kekuatan yang kuat di sekitar dan di dalam diri kita akan bekerja untuk meredam proses tumbuhnya benih ilahi yang ditanam di dalam diri kita masing-masing. Pada saat yang sama, Tuhan alam semesta telah membuat rumahnya di dalam kita (Yohanes 14:23). Kemuliaan yang Tuhan berikan kepada Yesus telah diberikan kepada kita (Yohanes 17:21-22). Roh Kudus telah diberikan untuk memberdayakan kita agar kita dapat membebaskan diri ke dalam diri kita jati diri sejati di dalam Kristus. Dengan kasih karunia Tuhan itu kita akan menjadi orang yang paling bebas di dunia!

Bagaimana Langkah-langkah praktis untuk membongkar diri palsu dan membiarkan jati diri sejati kita di dalam Kristus muncul? Berikut ini adalah empat langkah praktis untuk memulai transisi radikal untuk hidup setia kepada jati diri sejati kita di dalam Kristus. (silahkan ikuti dalam hari berikutnya).

Bagaimana kita mengembangkan kesadaran bahwa kita berharga :

  1. Sebekum kita ada, saat ini dan setelah kita tidak akan ada manusia yang memiliki spesifikasi seperti diri kita. Ini menunjukkan kita diciptakan untuk suatu tugas yang hanya bisa kita lakukan dan tidak ada satu orang lainpun yang bisa melakukannya dengan sempurna.
  2. Keberadaan orang2 di sekitar kita adalah untuk menolong kita untuk melaksanakan tugas panggilan kita. Sehingga kita harus terus meningkatkan persekutuan dengan Firman dan Roh Kudus, agar kita tetap berada di jalan kehidupan sesuai tugas kita.
  3. Teruslah meningkatkan kapasitas diri, agar kita akan terus bisa dipercaya Tuhan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang semakin besar dan mulia.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Gambar Allah  – Part 14

Seri Gambar Allah  – Part 14

Hari 14 KELEMAHAN MANUSIA TERMASUK MANUSIA ROH Sangat menarik adalah cara Tuhan yang tetap mengijinkan manusia melanjutkan kehidupannya menggunakan tubuh dan jiwa serta identitas dunianya setelah menjadi umat Allah. Mereka tidak dicabut dari keberadaan kemanusiaannya....

Seri Gambar Allah  – Part 13

Seri Gambar Allah  – Part 13

Hari 13 ELEMEN KEKUATAN MANUSIA ROHANI Kita akan membahas satu-persatu elemen kekuatan yang dimiliki manusia roh dalam kesehariannya. Sehingga kita akan bisa membiasakan hidup dengan penuh gairah, kuat dan produktif dalam mengiring Kristus. Elemen pertamanya adalah...

Seri Gambar Allah  – Part 11

Seri Gambar Allah  – Part 11

Hari 11 MANUSIA YANG HIDUP MELEKAT PADA ALLAH ADALAH KUAT Pemahaman yang seringkali salah tentang manusia spiritual (roh) yang adalah ciptaan yang kuat bukan lemah. Yang saya maksud tentunya kekuatan roh-nya. Dia adalah orang yang kuat karena telah dipulihkan gambar...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *