I, WSKBA

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 24

by | Mar 19, 2024 | 0 comments

Hari 24

Jubah Kesulungan (4)

Shalom hari ini kita akan membahas bagaimana cara kita memperoleh Jubah Kesulungan?

Beberapa yang kita temukan didalam Alkitab :

1. Mendapatkan langsung dari Tuhan.

Orang-orang tertentu
dalam proses hidupnya dengan Tuhan, mereka mendapatkan Jubah Kesulungan dari Tuhan. Ada banyak orang yang mendapatkannya melalui cara ini. Tetapi prosesnya membutuhkan waktu yang sangat lama dan sebenarnya sangat berat. Jika digambarkan, ini seperti kita ingin memiliki pohon mangga, maka ada dua pilihan yang bisa kita ambil yaitu menanam dari bijinya yang itu berarti membutuhkan waktu bertahun tahun atau yang lebih cepat dengan mencangkoknya.

Secara rohani juga sama, Abraham tidak mendapat warisan kesulungan dari siapapun. Dia harus melewati proses selama puluhan tahun untuk mendapatkan janji yang luar biasa. Bandingkan betapa berbedanya dengan Ishak, ia mewarisi apa yang Abraham, ayahnya punyai begitu saja. Ishak tidak menggali sumurnya sendiri, tetapi menggali sumur – sumur yang pernah digali oleh Abraham. Jika kita pernah menggali sumur, maka kita mengerti bahwa sumur yang bekas digali dengan sumur yang belum pernah digali itu sama sekali berbeda. Apalagi alam di timur tengah dimana tanahnya tidak berpasir, tetapi berbatu-batu.

Kemudian di zaman Ishak, dia mempunyai 2 anak, yang pertama Esau dan yang kedua Yakub. Ishak seolah ingin berkata kepada anak2nya “daripada kamu seperti bapa Abraham, yang membutuhkan puluhan tahun, aku sudah menerima dari Tuhan. Dan jika aku pergi, aku mati, ini pun akan hilang, sebab itu lebih baik engkau menerima dari apa yang aku punya.”

Disitulah kita mulai bisa belajar bagaimana agar mendapatkan hak kesulungan. Ternyata kita bisa memilih untuk mengambil cara yang mana. Bila kita ingin nekat mendapatkannya langsung dari Tuhan, itu bagus sekali, tetapi sebenarnya membutuhkan waktu yang lama. Dalam percepatan Tuhan menurut saya sebagian besar kita tidak akan pernah selesai ketika waktunya tiba, keburu meninggal dan belum mendapatkan apapun. Memang tidak semua usaha menggali sumur itu berat, ada yang mungkin dengan mudah didapatkan dan langsung mengalami dengan Tuhan. Kita juga harus mengerti itu semua ada dalam otoritas Tuhan ya.

Cara pertama ini seperti perjalanan seorang petualang di tengah hutan. Ia melakukan sebuah perjalanan yang pesifik hanya berlaku untuk dirinya saja. Tidak ada pola yang dapat dipelajarinya. Ia harus menemukan jalan setapak yang harus dibuat dan dibukanya sendiri. Kita bisa bayangkan Abraham, ketika dia menerima panggilan dan janji Tuhan. Ia seperti sendirian, dia tidak memiliki buku petunjuk, bahkan orang tuanya juga tidak bisa memberikan teladan, karena mereka tidak pernah mengalaminya. Abraham harus berjalan sendirian hanya mengandalkan dirinya dan Tuhan.

Banyak orang di zaman ini tidak menyadari bahwa ada cara yang berbeda, bahwa Jubah Kesulungan itu bisa diperoleh seperti cara Ishak, Yakob dan keturunan Abraham, atau para Rasul yang mempetolehnya dari impartasi (ini akan kita bahas besok pagi ya). Saya hanya ingin menggambarkan bahwa anugerah khusus Allah berupa Jubah Kesulungan ini, turun dari generasi ke generasi. Iman, persekutuan pribadi, berkat Tuhan itu bisa diwariskan. Karena kerja Allah adalah berjalan dari generasi ke generasi.

Ayah saya pengikut Kristus pertama dalam garis keturunan saya. Saya beruntung memiliki warisan iman dari orang tua saya. Demikian saat ini anak dan cucu saya menerima warisan itu dari saya. Dan warisan iman itu hanya bisa diterima saat kita memiliki rasa hormat, cinta dan kehausan lebih dari apapun untuk mendapatkannya. Melalui doa2 saya warisan iman itu diimpartasikan, dan saat mereka memiliki hati yang penuh kerinduan, mereka akan menerimanya. Demikian bila kita berada didalam komunitas rohani maupun geraja Tuhan yang benar, maka kita bisa menerima impartasi itu dari para pemimpin rohani kita.

Saya hanya ingin menekankan bahwa Jubah Kesulungan adalah ‘privilage’, keistimewaan yang didalamnya begitu banyak kesempatan, peluang, kapasitas dan tentu berkat-berkat. Itu semua bisa kita perjuangkan sendiri atau kita mencari dan menerima dari orang tua kandung atau orang tua rohani melalui kerinduan dan kehausan yang sangat besar, dan itu harus didasari dari hati yang sedemikian dalam menghormati, mencintai mereka dan Tuhan.

Seperti sebuah perjalanan pendakian, bila kita berjuang sendiri maka kita akan mulai dari kaki gunungnya, bila kita menerima impartasinya maka kita akan mulai mendaki dari pertengahan perjalanannya. Keduanya sama-sama membutuhkan perjuangan tetapi tentu berbeda tantangan dan perlindungannya. Saya sering membayangkan impartasi itu seperti menyediakan bekas tapak-tapak kaki yang ada didepan kita yang pasti mengarah ke tempat yang tepat. Kita aman selagi kita terus mengikuti dan mempercayai tapak itu.

Saya sangat menyukai istilah bila kita berada dibawah ‘payung otoritas’ rohani yang benar, maka kita akan lebih aman dan terlindung dari hujan. Kita tidak perlu mengalami berbagai kesusahan yang sia-sia karena kita berada diluar payung itu. Sayang sekali payung iman, impartasi Jubah Kesulungan tidak banyak dimiliki oleh para orang tua maupun yang mengaku sebagai pemimpin rohani saat ini. Kita akan belajar lebih dalam lagi besok pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Amin

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Hari 25 Jubah Kesulungan (5) Cara untuk memperoleh anugerah Jubah Kesulungan berikutnya adalah : 2.Mendapatkan impartasi dari orang lain. Kita bisa baca di Kejadian 27:1-46 disitu diceritakan bahwa Yakub menipu Ishak. Sebelum kejadian 27 Esau sudah menjual hak...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 23

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 23

Hari 23 Jubah Kesulungan (3). Bagaimana Tuhan menginginkan sikap yang benar terkait dengan perkara rohani 'Jubah Kesulungan' ini terlihat dalam peristiwa setelah kebanhkitan-Nya ketika Tuhan menemui 2 murid-Nya dalam perjalanan ke Emaus diLukas 24:28-29.Tuhan...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 22

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 22

Hari 22 Jubah Kesulungan (2). Lalu apa yang perlu kita lakukan, agar kita bisa mendapatkan dan memakai jubah kesulungan itu? Marilah kita sama2 belajar,Maleakhi 1:1-5 => Ucapan ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi. “Aku mengasihi kamu,”...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *