Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 20

by | Mar 19, 2024 | 0 comments

Hari 20

Kematian rohani.

Kematian rohani lebih mengerikan dari pada kematian jasmani, orang yang mati jasmani, dia selesai, tapi orang yang mati rohaninya, mati urapannya, mati passionnya, dia akan menularkan ke yang lain, karena orang ini secara fisik masih hidup, tapi sesungguhnya telah mati semangat dan gairahnya. Ini seperti zombie, meski ia mau berbuat yang baik, tetapi ia tidak bisa melakukannya, dia hanya ikut arus untuk berbuat apa. Lihat perbedaan ikan mati dan ikan hidup di aliran sungai. Yang hidup mampu mengarahkan dirinya. Sedang yang mati itu mengikuti kemanapun arus membawanya.

Karena itu kalau kita mulai bosan, mulai jenuh, tidak ada semangat dan mulai berpikir “bagaimana ya kalau saya break dari ini semua” itu merupakan sebuah warning, kematian sedang merayap dalam hidup kita.

Hari ini kita belajar dari seorang nabi Elia, nabi ini salah satu nabi besar di Israel, tapi dalam bagian hidupnya dia pernah mengalami masa yang paling gelap, masa yang paling suram dan masa hidup yang paling menyeramkan menurut saya, bagaimana kita melihat seorang nabi yang begitu hebat sampai minta untuk mati.

1 raja 19:1-18

Ada beberapa hal yang penting yang bisa kita pelajari, nabi ini adalah nabi yang luar biasa tapi kita akan belajar di masa yang paling gelap dalam hidupnya, bayangkan seorang nabi melawan nabi nabi baal, dan dia sendirian dan dia menang, Alkitab berkata dia menyembelih nabi nabi baal dengan pedang tapi hanya beberapa saat setelah itu, dia takut, dia lari menyelamatkan nyawanya dan minta mati, ada beberapa hal yang bisa kita pelajari sebagai sebuah peringatan.

  1. Kalau kita baca pada pasal 19 tadi kita melihat sesuatu yang aneh disini, di NKJV.. kalau orang berkata kita pasti menangkap dengan telinga bukan? Disini Elia bukan mendengar tapi melihat, sehingga punya 2 pengertian (1. Memang takut 2. Disamping kata takut NKJV menterjemahkannya begini “Pada waktu Elia melihat itu) bukankah seharusnya ditulis “ketika Elia mendengar itu” tapi Alkitab justru berkata “Ketika Elia melihat itu” kenapa bisa begitu? Dan itu membuat dia ketakutan.

Karena segala sesuatu yang kita biarkan itu bergeser dari telinga ke mata kita, sehingga kita bisa melihat, akan terjadi, mau hal buruk atau hal baik. Elia ini setelah membunuh nabi2 baal, dan dia mulai membayangkan itu terjadi pada dirinya, itu membuat dia takut dan dia lari.

Jadi kalau hari ini kita dengar berita yang tidak baik, kebaskan, buang, jangan kita simpan, entertain, karena satu titik itu bisa bergeser dan muncul di mata kita.

Ingat saat Elisa meminta pada Elia, kuasa dua bagian, Elia mengatakan bahwa yang kau minta sukar, tetapi jika engkau dapat melihat aku naik terangkat daripadamu, itu akan terjadi.

Betapa penting kita memutuskan apa yang mau kita lihat dan yang tidak mau kita lihat. Apa yang membuat kita ‘habis’ seringkali karena kita menghadirkannya sendiri, setan seringkali berusaha menyisipkan cerita dalam hidup kita. Dan kita menyetujui dan memasukkan dalam hidup kita. Kalau nabi besar Elia saja ketakutan dengan bayangannya sendiri, kita harus waspada.

  1. …Berbaring di bawah pohon arar. Kata tidur ini dalam bahasa aslinya juga berarti to grow old atau menjadi tua. Kita lahir tahun berapa itu sudah penetapan, usia kita berapa itu juga penetapan, kita gak bisa merubah itu. Secara usia semua kita akan makin bertambah.

Tetapi sebetulnya bagi anak – anak Tuhan makin bertambah umurnya, tidak hanya menua fisik, tapi hikmatnya makin bertambah, urapannya makin luar biasa, kemampuan mengatasi masalahnya makin hebat. Mzm 37:25-26 => … Tua disini bukan tua umurnya tapi ‘elders’, yaitu orang yang punya otoritas. Umur kita makin bertambah, ya, tapi semakin tua, otoritas kita juga makin bertambah.

Salah satu hal yang membuat fatal adalah Alkitab berkata “Elia tidur” dan tidur artinya dia bertambah tua. Padahl seharusnya makin tua semakin kenal Tuhan.

Jangan biarkan hidup kita hanya menua secara fisik tanpa diserta bertambah hikmat, urapan dan kebijaksanaan.

  1. …cukuplah itu sekarang…malaikat datang untuk kedua kalinya..terlalu jauh..cukup dalam bahasa Ibrani artinya dari kata “rap’, terlalu banyak, dia teriak “Tuhan beban, tugas yang kau berikan itu terlalu banyak, diluar kemampuanku, aku mau berhenti” Makanya kemudian Tuhan bangunkan kedua kali untuk makan dan minum sebab nanti perjalananmu terlalu jauh, kata terlalu jauh itu berasal dari kata ‘rap’ yang sama.

Ketika Elia berkata “Terlalu berat Tuhan, stop” Ini prinsip Tuhan jika bebanmu, kau rasa terlalu berat, bagi Tuhan kalau engkau masih ijinkan Tuhan memakai hidupmu, jangan minta Tuhan kurangi bebanmu, tapi minta Tuhan tambahi kekuatanmu. Saya ulang lagi, ketika Elia berkata “Tuhan stop, terlalu berat” Tuhan tidak langsung berkata “oke, kalau begitu mati saja, selesai, pulang aja” tapi Tuhan memberi dia 2 kali makanan, Tuhan berkata “Kalau kamu tidak makan ini, perjalananmu akan rap, terlalu berat” Tuhan tidak mengurangi bebannya, tapi Tuhan menambahi kekuatannya karena Alkitab berkata “Dengan makanan dan minuman itu, dia sanggup berjalan 40 hari 40 malam sampai ke gunung horeb”

Itu prinsipnya Tuhan, ketika penindasan di mesir terlalu mengerikan dan Israel menjerit sampai Tuhan mendengar, Alkitab tidak berkata “maka Tuhan menyambar firaun sampai mati” tidak, tapi di pihak Israel Tuhan menambah kekuatan mereka dengan satu orang yaitu Musa dengan tongkat Allah ditangannya. Beban orang Israel memang makin berat tapi kekuatan Israel jadi berlipat karena ada tambahan 1 Musa dan tongkat Allah ditangannya.

Ini prinsip Tuhan. Kalau beban hidup kita terlalu berat, kalau kita ingin berkenan dihadapan Tuhan jangan berteriak “Kurangi bebanku Tuhan” tapi kita berdoa, tambahi kekuatanku Tuhan. hari ini masalah, beban apapun, sampaikan ke Tuhan apa adanya “Tuhan tambahi kekuatan” mungkin kita perlu berdoa lebih banyak, berpuasa lebih banyak, baca Alkitab lebih banyak. Prinsipnya adalah Tuhan tidak akan mengurangi apa yang sudah Dia tetapkan karena Dia mau kita lulus dengan baik.

Tetap sehat dan semangat. Tuhan Yesus memberkati.

Amin

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Hari 25 Jubah Kesulungan (5) Cara untuk memperoleh anugerah Jubah Kesulungan berikutnya adalah : 2.Mendapatkan impartasi dari orang lain. Kita bisa baca di Kejadian 27:1-46 disitu diceritakan bahwa Yakub menipu Ishak. Sebelum kejadian 27 Esau sudah menjual hak...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 24

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 24

Hari 24 Jubah Kesulungan (4) Shalom hari ini kita akan membahas bagaimana cara kita memperoleh Jubah Kesulungan? Beberapa yang kita temukan didalam Alkitab : 1. Mendapatkan langsung dari Tuhan. Orang-orang tertentudalam proses hidupnya dengan Tuhan, mereka mendapatkan...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 23

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 23

Hari 23 Jubah Kesulungan (3). Bagaimana Tuhan menginginkan sikap yang benar terkait dengan perkara rohani 'Jubah Kesulungan' ini terlihat dalam peristiwa setelah kebanhkitan-Nya ketika Tuhan menemui 2 murid-Nya dalam perjalanan ke Emaus diLukas 24:28-29.Tuhan...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *