Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 17

by | Mar 19, 2024 | 0 comments

Hari 17

Pengurapan Raja dan Imam.

Shallom, saya rindu membagikan sesuatu yang menurut saya sangat kita butuhkan hari-hari ini untuk menyambut lawatan Tuhan yang luar biasa, beberapa bulan dan minggu ini mungkin banyak dari teman2 yang mendengar kalimat “Yobel Besar”, di satu sisi Yobel bicara soal berkat Tuhan yang luar biasa yang akan dicurahkan, dan saya percaya itu akan terjadi tapi disisi lain Yobel bicara soal tuaian dan lawatan jiwa2 terbesar sebelum Tuhan datang kedua kali, dan kita perlu serius untuk mempersiapkan diri.

Kalau kita membaca Alkitab sebenarnya ada 2 tokoh yang bisa disebut sebagai “alfa dan omega” nya Israel pada waktu mereka hidup di Mesir. Dan mereka itu adalah Yusuf dan Musa. Kenapa disebut alfa dan omega? Karena Yusuf itu seperti Alfanya, dimana dia adalah orang yang diutus mendahului Yakub dan anak–anaknya, dialah orang yang pertama kali masuk ke Mesir, dialah yang membawa Israel masuk ke Mesir.
Tetapi Musa adalah omeganya, dimana melalui Musa, Tuhan mengeluarkan orang Israel dari Mesir. Dua tokoh ini menyimpan tanggung jawab dan beban yang sangat berat dalam hidupnya, mereka punya kewajiban bukan hanya kepada Tuhan tetapi juga kepada umat Tuhan dan sesama manusia.

Ada ciri atau persamaan yang persis dari 2 tokoh ini dan itu jarang dijumpai pada tokoh lain seperti yang mereka alami. Apa istimewa, yang berbeda dari Yusuf dan Musa? Itu adalah penggabungan antara imam dan raja dalam hidup mereka dan itu yang membuat mereka mampu dengan sungguh – sungguh, mengerjakan tugas dan tanggung jawab yang Tuhan tetapkan dalam hidup mereka. Mereka tidak gagal, melalui hidup merekalah perkara besar terjadi dan itu adalah rencana besar Allah bagi bangsa dan umat manusia. Allah pastilah begitu bangga pada Yusuf dan Musa saat ini di sorga.

Dan saya percaya pengurapan ini yang hari hari ini Tuhan mau beri buat setiap kita anak2-Nya untuk menyelesaikan panggilan-Nya. Di zaman ‘omega’, yaitu masa-masa akhir untuk mempersiapkan kedatangan Kristus yang kedua ini.

Kejadian 41:43-45 => Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: “Hormat!” Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir. Berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorangpun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir.” Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.

Di ayat 45 dikatakan Firaun menamai Yusuf Zafnat-Paaneah. Nama ini memiliki arti “God Speak and He lives” (Tuhan bicara dan Dia hidup). Dan yang ajaib, Firaun memberikan Asnat anak Potifera, Imam di On kepadanya menjadi isterinya. Yusuf ini dilantik menjadi orang kedua dan sebagai raja muda di Mesir. Tetapi tidak sampai disitu, saat Firaun memberikan Asnat anak Potifera, imam di On, maka terjadi perubahan dimana dia menggabungkan kekuatan kerajaan dan kekuatan keimaman. Istilahnya Yusuf mempunyai 2 cincin di jarinya, satu dari Firaun dan satu lagi dari Imam di On.

Kemudian Alkitab memberikan sebuah gambaran yang berbeda, di ayat 43 dikatakan “Yusuf dilantik menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.” Ketika dia dilantik itu menandakan dia baru menerima satu cincin. Tetapi di ayat 45 dikatakan “Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah mesir” Dimana bedanya ? Kalau di ayat 43 Yusuf dilantik itu seperti sarjana yang diwisuda, misal jurusan ekonomi, diwisuda menjadi sarjana ekonomi. Tetapi untuk menjadi seorang ekonom atau ahli ekonomi maka kita harus terbukti muncul dengan semua potensi kekuatan dan keilmuan di tengah masyarakat. Nah untuk Yusuf muncul sebagai kuasa atas tanah mesir, itu terjadi setelah 2 kekuatan itu digabungkan, kekuatan kerajaan dan kekuatan keimaman.

Tapi bukan hanya Yusuf yang mengalami hal ini, rupanya hal ini dialami juga oleh Musa. Dalam kisah para rasul dikatakan “Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir.” Di zaman Musa, Mesir itu negara yang memiliki kebudayaan paling maju, paling canggih, sampai mengalahkan budaya babel. Dan Musa berada di tengah – tengah peradaban itu karena dia dididik sebagai anak dari puteri Firaun. Alkitab mengatakan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatan, kedudukannya sangat tinggi, dan dia seorang yang sangat cerdas, brilian, ilmu kerajaan diserap habis dalam hidupnya. Tapi rupanya itu tidak cukup untuk membuat dia bisa membebaskan bangsa Israel.

Keluaran 16:16-21 => Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya. Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka. Ketika mereka sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia: “Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?” Jawab mereka: “Seorang Mesir menolong kami terhadap gembala-gembala, bahkan ia menimba air banyak-banyak untuk kami dan memberi minum kambing domba.” Ia berkata kepada anak-anaknya: “Di manakah ia? Mengapakah kamu tinggalkan orang itu? Panggillah dia makan.” Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa.

Musa sudah menerima didikan yang luar biasa, dia menyerap semua ilmu kerajaan tetapi buat Tuhan, jika sampai ada satu unity dalam keimaman dalam hidupnya, dia baru lengkap di pakai Tuhan untuk mengeluarkan orang israel dari Mesir. Untuk membawa orang Israel ke mesir membutuhkan penggabungan kekuatan raja dan imam, untuk mengeluarkan Israel dari Mesir juga membutuhkan akan kekuatan yang sama yang digabungkan menjadi satu. Dan inilah saatnya dimana dua kekuatan pengurapan ini, kita harus terima.

Seringkali ada orang yang sangat hebat dalam perkara keimaman, dimana dia begitu hebat ketika berdoa, dan syafaatnya luar biasa, sampai dia tahu peperangan rohani, dan bisa menyembah dengan sangat baik. Tetapi waktu bersentuhan dengan dunia, dengan berkat Tuhan, kekuatan kerajaanya sama sekali tidak punya. Tidak bisa memanage dan mengelola dengan baik. Sementara ada orang yang secara bisnis luar biasa, bisa memanage dan mengelola dengan begitu baik, tapi begitu diajak bicara soal yang rohani, sama sekali tidak mengerti, pokoknya tugasnya kasih duit, urusan perkara rohani urusan pendeta dan full timer.”

Saat ini kita sedang masuk masa yang berbeda, Tuhan berkata raja dan imam harus jadi satu dalam satu tangan kita bukan lagi terpisah tapi satu dalam kehidupan kita. Jika kita sedang berbisnis, di hari dan di detik yang sama tiba2 syafaat bisa keluar dan peperangan rohani terjadi. Ketika sedang peperangan rohani, di hari dan detik yang sama otak kita bisa menangkap dengan kuat ada peluang yang Tuhan buka untuk menghasilkan keuntungan bagi kerajaan surga. Kita sedang memasuki masa yang luar biasa, maka apa yang dimiliki Yusuf dan Musa, dua-duanya harus menjadi bagian dari kehidupan kita.

Wahyu 1:6 => dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, –bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.
Dalam terjemahan lain dikatakan Dialah yang membuat kita menjadi imam – imam dan raja raja (kings and priest) dan keduanya harus digabung. Kita punya Tuhan yang luar biasa, tidak kebetulan kita punya 2 tangan, satu tangan seorang raja dan yang kedua tangan seorang imam. Tangan seorang raja bekerja dan memberkati sesamanya dan menjadi berkat yang luar biasa. Tangan seorang imam membawa, menadahkan doa dan penyembahan dan persembahan di hadapan Tuhan, jika kedua duanya digabung itulah yang Tuhan mau, dimana Dia rindu memberikan pengurapan itu buat setiap kita. Dan mari percaya hari-hari ke depan akan lebih dasyat lagi.

Masing masing kita tidak bisa bekerja sendiri, kita harus menjadi bagian dari pasukan Tuhan yang luar biasa. Firman Tuhan berkata kita ini imamat yang rajani (The royal priesthood) imam imam kerajaanNya. Karena dalam tangan kita ada pengurapan raja dan apapun yang kita sentuh akan jadi, keadilan ditegakkan, dan kemakmuran dimana mana. Tetapi ada juga tangan imam yang terus menengadah dihadapan Tuhan, yang berkata “Tuhan tanpa Engkau kami tidak bisa, bukan karena kekuatan kami tapi karena berkat Tuhan yang ada dalam kehidupan kami”. Dan bayangkan jika kedua tangan ini menyatu dalam kehidupan kita, dalam waktu singkat bangsa ini akan dimenangkan dan nama Tuhan akan dipermuliakan.

Amin.

Artikel Terkait

No Results Found

The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *