V, WSKBA

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 14

by | Mar 19, 2024 | 0 comments

Hari 14

Peperangan Rohani (1)

Saya percaya bahwa setiap dari kita pasti rindu keluarganya dilawat Tuhan, kota kita dipulihkan, bangsa kita diberkati, hidup kita dipulihkan tapi semua itu tidak mungkin terjadi tanpa sebuah peperangan, peperangan kita bukanlah melawan darah dan daging tapi roh – roh di udara, artikel ini tidak bermaksud mengajari (saya juga baru belajar) saya yakin pasti banyak dari temen2 yang lebih paham tapi gak ada salahnya kalau kita sama2 kembali belajar bagaimana cara melakukan peperangan rohani supaya kita tahu apa yang harus kita lakukan saat serangan terjadi.

Mengapa perlu masukkedalam peperangan rohani? Ini merupakan peperangan yang menentukan sekali, apakah kita bisa membalikkan keadaan. Saya tidak bisa terlalu mendetil tapi saya percaya kita akan ubah banyak hal, kita tidak akan sekedar jadi jemaat yang duduk – duduk, kita akan menjadi pasukan Tuhan yang luar biasa.

Dalam artikel ini kita akan belajar dasar2 peperangan rohani, selanjutnya setiap orang akan belajar mendengarkan instruksi, menanggap dengan hati dan menghadapkannya ke Tuhan dan jangan menerimanya hanya sebagai perintah. Kita akan belajar mengenai kuasa perkataan, ketepatan, kalau terjadi sesuatu tahu bagaimana bertindak.

Kita tahu negara Singapura adalah negara yang kecil, tetapi baik laki2 dan perempuan disana tahu bagaimana memegang senjata dan menembak dengan baik, kalau kita ke Changi Airport di jalan tol ke dan dari Changi biasa akan terdengar suara menderu, ini adalah suara pesawat tempur mereka, jadi di bawah tanah ada basis militer mereka, dan jika terjadi perang ada bagian tanah yang membuka dan pesawat tempur akan keluar, oleh sebab itu negara2 lain tidak pernah main2 dengan Singapura, negara ini dibangun dengan kondisi siap tempur.

Dan hari2 ini Tuhan sedang membangun pasukan yang siap tempur, bukan dengan perang fisik tapi dengan cara mengendalikan alam roh, dan kita akan dibuat kagum.

Dalam Alkitab ada 2 hal yang memicu perang :

Raja baru naik tahta. Pada waktu itu musuh akan menantang kekuasaannya, karena biasanya pemerintahannya masih labil dan lemah. Itu juga terjadi dalam hidup kita saat kita diberi mandat oleh Tuhan maka iblis tidak tinggal diam.

2 Samuel 5:17 =>Ketika didengar orang Filistin, bahwa Daud telah diurapi menjadi raja atas Israel, maka majulah semua orang Filistin untuk menangkap Daud. Tetapi Daud mendengar hal itu, lalu ia pergi ke kubu pertahanan.

Begitu Daud diurapi tantangan muncul. Demikian juga halnya dengan kita saat Tuhan berjanji akan satu hal yang luar biasa buat hidup dan bangsa kita, iblis tidak akan tinggal diam, sebelum semuanya terjadi dia akan berusaha menghentikan, maka kita perlu bereaksi dengan tepat dan cepat.

2.Pergantian tahun atau awal tahun, ini biasanya musim perang bagi raja – raja.

2 Samuel 11:1 => Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang …

Kelemahan dalam pasukan adalah mereka yang blank, kosong pengertiannya dan tidak tahu harus berbuat apa. Banyak yang hanya ikut2an dan sebenarnya banyak dari kita yang tidak mengerti malah menjadikannya perdebatan.

Hari ini kita akan belajar hal yang pertama dalam peperangan rohani,tulisan ini sedikit agak panjang tapi kalau kita mengerti ini, saya percaya kita akan jadi pasukan Tuhan yang hebat dalam berperang. Pertama tama yang harus kita pahami adalah kita hidup dengan segala macam peraturan dan perhitungan dan hukum. Kita tidak pernah dapat hidup tanpa hukum2 yang berlaku selama kita hidup sebagai manusia. Secara alam roh sebenarnya hukum dan peraturan itu juga ada. Dan Tuhan mengerjakan semua hal dengan perhitungan2 ilahi.

Kalau kita berpikir bahwa peperangan rohani itu isinya ‘nengkingin’ setan, maka kita hanya memiliki kebenaran yang sepenggal. Banyak dari kita hari ini modalnya cuma teriak – teriak nengkingin setan, tapi tidak pernah bisa efisien, ketika dia melakukan peperangan rohani, sebab tidak ada pengertian. Pengertian bahwa segala sesuatu di alam roh ada perhitungannya. Perhitungan – perhitungan seperti inilah yang seringkali tidak kita pahami dan kita tidak pernah berpikir bahwa itu ada.

Coba kita renungkan mengapa Yesus harus lahir sebagai manusia? Mengapa tidak pakai perkataan saja : Jadilah Selamat! Bukankah itu cukup? Ada yang mungkin menjawab :
“Ya karena yang diselamatkan manusia, maka harus jadi manusia”. Padahal jika suatu hari anjing kita terperosok kedalam lubang kita tidak perlu jadi anjing untuk menyelamatkannya. Yang lain mungkin berkata :”Sebagai wujud kasihNya”. Tapi perwujudan kasih Tuhan kan tidak perlu jadi manusia, Tuhan dapat menunjukkan kasih-Nya sebagai Tuhan, itu pasti luar biasa.

Jawabannya sederhana sekali, yang berdosa itu manusia bukan mahkluk lain, ketika adam jatuh itu adalah manusia pertama yang berbuat dosa, yang dapat menebus dosa manusia ya manusia, karena semua manusia sudah berdosa maka perlu manusia untuk menebus manusia dan upah dosa adalah maut, sedangkan sebagai Tuhan Ia tidak dapat mati maka Ia lahir sebagai manusia dan menebus dosa dengan kematian-Nya. Ia harus menjadi korban yang tak bercacat yang tidak perlu ditebus. Ini merupakan gambaran dari aturan keadilan Tuhan.

Sedemikian sempurnanya keadilan-Nya dan Ia begitu konsekuen dengan keadilan yang Ia tetapkan. Dengan perkataan lain Ia harus lahir sebagai manusia oleh karena itu sesuai dengan perhitungan-Nya. Demikianlah perhitungan keadilan Tuhan. Ingat Tuhan bukan Pribadi yang semena –mena , segalanya ada perhitungan dan aturannya. Dia tetapkan dalam kesempurnaan. Kita lihat firman Tuhan :

Kejadian 15:13 => Firman TUHAN kepada Abram: “Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya.

Abraham dipanggil dari Ur Kasdim ke Tanah Kanaan, dan Tuhan berkata demikian “Nanti keturunanmu akan memiliki negeri ini tetapi mereka akan diperbudak 400 tahun.” Mengapa Tuhan tidak langsung kasih tanah itu buat Abraham, mengapa Abraham disuruh masuk, kelilingi lebih dulu, dan meninggal dunia, dan baru sekian ratus tahun kemudian keturunannya menguasai Kanaan ?

Yang pertama, semua itu terjadi karena ada perhitungan ilahi. Kalau Abraham diberikan tanah kanaan hari itu, berapa jumlah keluarganya? Sedangkan tanah itu begitu luas, tidak mungkin ia bisa kuasai seluruhnya. Nah dibutuhkan waktu untuk membuat mereka cukup banyak, sehingga mereka boleh nikmati seluruh kanaan. Tapi tetap ada perhitungannya , Tuhan itu memberikan kepada kita masing- masing sesuai porsi kita.

Yang kedua, inilah keadilan Tuhan. Ketika Abraham sampai di tanah kanaan sudah ada bangsa lain disana. Mereka sudah ada sebelum Abraham masuk. “Loh kenapa tidak disingkirkan saja? Basmi habis? Tidak bisa! Kenapa? Lihat ayatnya :

Kejadian 15:14 =>Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak.

Rupanya ketika mereka diperbudak, mereka tidak dapat upah apa –apa, tetapi Tuhan menghitung upah mereka. Dihitung harusnya orang Israel punya kekayaan sekian, tapi orang Mesir kurang ajar, upahnya tidak diberikan. Ok tidak masalah tapi begitu mereka keluar Tuhan tagih! Alkitab berkata mereka melemparkan kekayaannya sambil berkata “kalian pergilah!” Jadi seakan akan mereka melakukan pembayaran dibelakang, upah pekerjaan orang Israel disimpan di rumah – rumah orang Mesir. Tuhan itu punya keadilan yang ajaibnya luar biasa. Ayat berikutnya :

Kejadian 15:16 => Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap.”

Berarti kalau orang berbuat jahat, setiap level kejahatan ada hukumannya. Seperti KUHP di Indonesia : Kesalahan ini hukumannya berapa lama, kalau salah itu pidananya sekian waktu, semua ada perhitungan masing2. Demikian juga dihadapan Tuhan sama, setiap seorang melakukan kejahatan, ada perhitungan Tuhan. Tuhan berkata begini : “Aku akan melenyapkan mereka, tapi untuk sampai mereka dilenyapkan , sehingga tanah mereka bisa diberikan kepada orang Israel, Tuhan berkata : Aku akan tunggu.” Didalam perhitungan Tuhan perlu 4 generasi untuk menggenapkan kedurjanaan mereka. Setelah kedurjanaan mereka genap, Tuhan berkata “AnakKu aku beri engkau hak untuk membinasakan mereka. Sebab mereka dibantai bukan sekedar karena Aku membela kamu, tapi juga hukuman atas kedurjanaan mereka.”

Kita punya Tuhan yang hidup yang menghitung semuanya dan punya keadilan. Masalahnya sering kita berkata begini : “Kan kita sudah ditebus jadi ngapain pakai perang segala” . Semua ada perhitungannya, Yesus bayar apa yang menjadi bagian-Nya yaitu menebus kita tapi kehidupan kita tetap mempunyai tanggung jawab yang kita harus selesaikan. Nah kalau kita berpikir ini cuma ada di Perjanjian Lama maka mari kita lihat di Perjanjian Baru.

Roma 11:25 => Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini :

Banyak orang sok pintar padahal mereka tidak tahu ada rahasia. Rahasia apa? Inilah rahasia yang namanya perhitungan Tuhan. Tuhan kalau melakukan sesuatu tidak bisa ngawur, semuanya dihitung dan diatur dengan sempurna. Contoh orang baik kok matinya cepet , orang jahat tidak mati – mati, kenapa? Itulah kebaikan Tuhan, siapa tahu yang jahat ini bisa bertobat, kalau tidak bertobat kan ke neraka nya agak mantep “blem!”Tuhan itu baik jadi biarin puas2 dulu didunia, nanti dibayar disana. Jadi semua ada perhitungannya.

Paulus sedang berkata begini “Hai orang Roma supaya kamu tidak merasa sombong aku kasih tahu kamu rahasia ini”

Roma 11:26=> Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

Jadi Paulus berkata “tahu tidak kamu kalau nanti orang yahudi akan diselamatkan, kapan? Saat jumlah dari bangsa2 lain termasuk kita ini, jumlahnya penuh dulu.” Apakah ada perhitungannya atau tidak jumlah yang penuh ini? Ada! Berapa? Itu yang kita tidak mengerti. Tapi minimal kita harus tahu dulu bahwa semuanya ada perhitungan Tuhan. Contoh : di kitab Daniel ada 7×7 masa, ada 3,5 masa dll mengapa ada demikian? Karena semuanya ada hitungannya.

Jadi kita tidak pernah dapat berpikir : “Pokoknya asal bisa nengking, nengking, nengking…”Itu tidak bisa, kalau cuma sekedar menghardik thok, di tiap kota sudah tidak ada setannya. Mengapa? Sudah ditengkingi gereja – gereja, dengan doa keliling juga, sampai mumet setannya. Bayangkan satu setan diikat oleh delapan greja, sampai Yesus datang pun tidak bakal bisa lepas tuh dan gereja kalau nengking itu sadis sekali : “Kuhajar kau, kuremukkan kepalamu! Jadi banyak setan tanpa kepala, sudah remuk kepalanya di tambah lagi “aku injak pakai kaki gajah” bolong kepalanya, bolong perutnya, semua teknik dipakai, tapi toh dimana2 setannya ya tetep muncul juga, “oh mungkin ada yang migrasi dari pulau2 lain”.

Mengapa tidak bisa tuntas? Kalau kita mengikat berapa lama terikatnya? Gereja sudah berapa abad? Diikat ikat terus setiap hari. Nanti setan bilang “ini koq kerjaannya diikat terus?” Coba kita perhatikan kita ini sebagian berperang tanpa pengertian, dan tanpa pengertian pun, kita soknya kelewatan.

Semoga di antara pendoa tidak ada yang punya kejadian begini, salah seorang berkata “roh2 ini aku ikat”yang lain berkata “aku bakar” yang satunya komplain “Loh ya mbok jangan dibakar udah aku ikat koq kamu bakar, nanti talinya ikut terbakar” lah gara2 hal ini aja bisa ribut, setannya senang “ayo ribut, berantemlah!” Maka dari itu kita perlu punya pengertian.

Jadi jangan beranggapan peperangan rohani itu soal tengking menengking saja. Itu salah besar. Sebetulnya sewaktu kita menengking itu sudah masuk tahap kedua, karena sebelum itu perang legal (sah secara hukum) harus dimenangkan. Perang secara legal menurut hukum Tuhan dan perhitungan Tuhan itu harus kita menangkan dulu.

Nah apa itu perang secara legal?kita akan lanjutkan besok soalnya kalau kepanjangan nanti capek hehe..

Amin

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Hari 25 Jubah Kesulungan (5) Cara untuk memperoleh anugerah Jubah Kesulungan berikutnya adalah : 2.Mendapatkan impartasi dari orang lain. Kita bisa baca di Kejadian 27:1-46 disitu diceritakan bahwa Yakub menipu Ishak. Sebelum kejadian 27 Esau sudah menjual hak...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 24

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 24

Hari 24 Jubah Kesulungan (4) Shalom hari ini kita akan membahas bagaimana cara kita memperoleh Jubah Kesulungan? Beberapa yang kita temukan didalam Alkitab : 1. Mendapatkan langsung dari Tuhan. Orang-orang tertentudalam proses hidupnya dengan Tuhan, mereka mendapatkan...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 23

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 23

Hari 23 Jubah Kesulungan (3). Bagaimana Tuhan menginginkan sikap yang benar terkait dengan perkara rohani 'Jubah Kesulungan' ini terlihat dalam peristiwa setelah kebanhkitan-Nya ketika Tuhan menemui 2 murid-Nya dalam perjalanan ke Emaus diLukas 24:28-29.Tuhan...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *