Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 10

by | Mar 19, 2024 | 0 comments

Hari 10

Rindu Kepada Kediaman Allah

Mazmur 84:1-8 =>Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur bani Korah. Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya TUHAN semesta alam! Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup. Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku! Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion. Ya TUHAN, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku, pasanglah telinga, ya Allah Yakub. Sela

Bani Korah ini mengungkapkan kerinduannya yang besar kepada Allah dan berkata “Betapa disenangi tempat kediamanMu” di dalam terjemahan inggrisnya bahkan dikatakan “My heart and my flesh cries out for the living God” hatiku dan dagingku berteriak menginginkan Allah yang hidup.

Kerinduan agar setiap kita memilikinya, kerinduan akan Tuhan yang hidup, yang begitu nyata dalam kehidupan kita. Allah menghendaki kita sebagai orang percaya yang mengingini Dia di atas segala sesuatu. Itulah sebabnya mazmur tadi berkata “Dia berseru, cries out, “menjerit”, for the living God. Jeritan hatinya bukan untuk yang lain, tapi adalah jeritan dari orangyang merindukan Tuhan dalam hidupnya. Saya percaya inilah yang Tuhan rindukan dalam kehidupan anak – anakNya. Dia ingin mencari orang – orang yang hatinya menjerit karena dia rindu dan haus akan Dia., orang – orang yang memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan dan jatuh cinta begitu dalam dengan Allahnya.

Dalam Amsal 3:5-6 =>Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Kata “Akui Dia” dalam bahasa inggrisnya adalah Acknowledge, kata ini berasal dari kata “Yadah”, kata yadah ini memiliki level – level tertentu, dan level tertinggi dari kata Yadah adalah “direct intimate contact with God” suatu hubungan intim yang langsung dengan Tuhan sendiri. Amsal berkata “Akuilah Tuhan dalam segala lakumu” artinya dalam segala perbuatan dan tindakan kita yang merupakan hasil dari hubungan intim kita dengan Tuhan secara langsung. Arti berikutnya dari kata Yadah adalah “life giving intimacy as in a marriage” Suatu hubungan intim dengan saling membagikan hidup seperti dalam pernikahan. Dan apa akibatnya ? Maka Dia akan meluruskan jalanmu, “direct your paths”, Dia akan memberikan arahan atau petunjuk dalam jalan – jalanmu. Kata “direct” itu artinya “a mode of action”, menunjukkan model tindakan apa yang harus kita ambil. Pada waktu kita membina sebuah hubungan yang intim dengan Tuhan maka Allah akan menunjukkan bentuk tindakkan apa yang harus kita ambil dalam segala hal yang kita perbuat.

Perkara rohani tidak pernah bisa diciptakan, tidak pernah bisa direkayasa, tidak pernah bisa di design atau dibuat polanya menurut kemauan kita sendiri. Segala perkara rohani harus dilahirkan oleh Roh melalui gereja. Karena daging melahirkan daging dan hanya Roh menghasilkan Roh. Kita menjadi orang percaya pun, bukan karena rekayasa manusia, tetapi oleh karena kita mengalami kelahiran baru. Dan sejak kita mengalami kelahiran baru, maka seluruh aspek kehidupan kita hanya bisa dimunculkan dengan proses kelahiran yang sama. Seperti seorang ibu bisa melahirkan, maka ibu itu harus mengandung terlebih dahulu. Darimana ia memperoleh kandungannya? Karena ia punya hubungan intim dengan suaminya.

Hubungan intim kita dengan Tuhan secara langsung, akan memampukan roh kita untuk menangkap apa yang ada dalam kandungan hati Bapa. Ketika kita sanggup menangkap apa yang Bapa berikan, roh kita akan mengandung sesuatu yang berasal dari hati Tuhan dan pada waktunya akan melahirkan perkara – perkara rohani dari Allah dan ketika melahirkan perkara – perkara rohani seperti itu, itulah hal – hal yang penuh kuasa yang sanggup merubah kehidupan kita.

Itulah sebabnya pemazmur berkata “Hati dan dagingku menjerit kepada Allah yang hidup. Ada kerinduan yang kuat seperti orang yang jatuh cinta. Orang percaya yang menjerit seperti itu akan memiliki hubungan yang intim dengan Allah dan pada akhirnya akan membuahkan perkara – perkara rohani yang besar dalam kehidupannya. Dan ketika keintiman terjalin, apa yang terjadi berikutnya?

Di ayat ke 6 dikatakan Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!

Orang yang punya hubungan intim dengan Tuhan, kekuatannya ada di dalam Dia. Kalimat selanjutnya dalam New King James mengatakan “Whose heart is set on pilgrimage” Yang hatinya mengarah pada suatu perjalanan seorang musafir. Orang yang melekat hatinya kepada Tuhan, orang yang punya hubungan intim dengan Allahnya, orang itu tidak pernah puas dengan keberadaannya secara rohani sama seperti apa yang dia nikmati hari ini. Orang yang punya hubungan intim dengan Tuhan merupakan orang yang mengarahkan hatinya untuk terus bergerak maju, sampai dia menemukan tempat kediaman Allah. Ketika dia merindukan tempat kediaman Allah, hatinya diarahkan untuk bergerak seperti seorang musafir, yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain, sampai dia menemukan tempat kediaman Allah.

Tapi mungkin ada orang kristen yang sepertinya kerohaniannya tidak mengalami kemajuan, sayapun mengalami hal seperti ini, rasanya koq jenuh, tidak ada sesuatu yang baru, kenapa seperti itu? Karena tidak punya persekutuan yang intim dengan Tuhan, hatinya tidak pernah merindukan Allah dengan kuat. Tetapi jika kita jatuh cinta dengan Tuhan, kita akan terus bergerak secara dinamis. Seperti orang yang jatuh cinta, maunya ketemu dengan pacarnya, gak bisa diam di rumah. Orang yang jatuh cinta dengan Tuhan, yang hatinya menjerit minta Allah itu nyata dalam hidupnya, orang itu akan seperti seorang musafir yang terus bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Kemudian, Kemana Tuhan akan membawa mereka pergi ? Kita lihat di ayat ke 7.

Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.

Baka merupakan salah satu jenis tanaman yang tergolong sebagai balsam, dan jaman dahulu, balsam di Gilead misalnya, merupakan balsam yang sangat terkenal untuk bahan obat – obatan. Balsam pertama – tama dipakai sebagai obat, tetapi tanaman Baka itu merupakan jenis tanaman di antara sekian banyak tanaman langka, yang punya kemampuan tumbuh di daerah yang paling tandus sekalipun. Musafir ini dibawa bergerak melewati daerah yang tandus, dimana hanya Baka yang tumbuh disitu. Ketika mereka melewatinya, mereka melewati daerah yang gersang, tetapi daerah itu bukan daerah yang mematikan, namun daerah yang penuh dengan obat untuk menyembuhkan penyakit. Apa yang Tuhan mau katakan sebenarnya? Orang yang jatuh cinta dengan Tuhan, dia akan bergerak seperti seorang musafir, dan ketika dia bergerak seperti seorang musafir, Allah akan membawanya ke daerah yang tandus, tetapi karena ia dipimpin Tuhan, ketandusan itu tidak akan pernah membunuh dia, malah mengobati banyak hal dalam hidupnya. Ketika Tuhan membawa kita ke lembah Baka, memang semuanya tandus dan gersang tetapi ada banyak obat yang Tuhan sediakan buat kita. Betapa luar biasanya kita bisa berkata “Segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia, bahkan ketika melewati lembah yang tandus sekalipun, itu ada baiknya buat kita, karena Baka akan merupakan balsam untuk mengobati sakit kita. Tetapi banyak ahli Alkitab juga sependapat, bahwa lembah Baka yang dimaksud adalah lembah Refaim, apa yang pernah terjadi di lembah Refaim?

2 Samuel 5:17-20 =>Ketika didengar orang Filistin, bahwa Daud telah diurapi menjadi raja atas Israel, maka majulah semua orang Filistin untuk menangkap Daud. Tetapi Daud mendengar hal itu, lalu ia pergi ke kubu pertahanan. Ketika orang Filistin itu datang dan memencar di lembah Refaim, bertanyalah Daud kepada TUHAN: “Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?” TUHAN menjawab Daud: “Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu.” Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia: “TUHAN telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos.” Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim.

Baal Perasim artinya the Master of breaktrough, ketika Daud dikepung oleh musuhnya di lembah Baka atau lembah Refaim, Allah bergerak bagaikan air yang menerobos, itu sebabnya lembah baka atau lembah refaim disebut sebagai Baal Perasim. Pada waktu kita jatuh cinta dengan Tuhan, kita akan mengarahkan hidup dan hati kita seperti seorang musafir, dan ketika kita berjalan, pertama – tama Tuhan akan membawa kita ke lembah Baka, tempat yang tandus namun penuh obat – obatan. Kita mungkin menjerit “Tuhan, kenapa begitu tandus?” Tetapai berada disana itu perlu untuk roh kita, karena ditempat itu obat-obatan disediakan Allah buat kita. Setelah itu, setelah kita diobati, pada waktu itulah Allah berkata “Aku akan membuatnya menjadi tempat yang mengeluarkan sumber air kehidupan.” Kenapa? Karena Allah adalah The Master of breaktrough, semua ketandusan Dia jebol yang akan mengeluarkan mata air kehidupan dari dalam hidup kita.

Yang terakhir di ayat ke 8 dikatakan Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.

Dalam terjemahan Inggris dikatakan “They go from strength to strength”, mereka bergerak dari satu kekuatan kepada kekuatan berikutnya. Kata strength atau kekuatan dari kata ibrani “khayel” yang artinya kekuatan secara fisik atau secara militer. Arti yang kedua adalah kekuatan dan kesanggupan mengumpulkan kekayaan. Saya percaya secara rohani hal yang sama terjadi , waktu kita makin lama makin kuat, kita akan punya kesanggupan makin besar untuk melindas kuasa kegelapan dalam menghadapi peperangan rohani oleh karena kita memiliki kekuatan tempur yang dasyat di dalam roh kita, tetapi kita juga akan makin diperkaya oleh Tuhan di dalam banyak perkara – perkara rohani. Saya percaya semua kebenaran itu pararel. Kalau yang rohani terjadi, akan berakibat juga pada yang jasmani. Orang yang makin kuat rohnya akan punya kesanggupan untuk bisa melayani Dia, dan kesanggupan untuk mengumpulkan harta tanpa dibuat goyah oleh harta itu sendiri. Dan janji yang paling indah ada pada kalimat terakhir yang mengatakan “Hendak menghadap Allah di Sion” New King James mengatakan “Each one appears before God in Zion” setiap dari mereka akan menghadap Tuhan di Sion, akan bertemu Tuhan disana.

Betapa luar biasanya jaminan yang Tuhan beri buat orang yang hatinya melekat kepada Tuhan. Saya berdoa kita semua memiliki kerinduan yang sama dan saya percaya kita akan di bawa Allah bergerak dari satu kekuatan kepada kekuatan berikutnya.

Amin

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Hari 25 Jubah Kesulungan (5) Cara untuk memperoleh anugerah Jubah Kesulungan berikutnya adalah : 2.Mendapatkan impartasi dari orang lain. Kita bisa baca di Kejadian 27:1-46 disitu diceritakan bahwa Yakub menipu Ishak. Sebelum kejadian 27 Esau sudah menjual hak...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 24

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 24

Hari 24 Jubah Kesulungan (4) Shalom hari ini kita akan membahas bagaimana cara kita memperoleh Jubah Kesulungan? Beberapa yang kita temukan didalam Alkitab : 1. Mendapatkan langsung dari Tuhan. Orang-orang tertentudalam proses hidupnya dengan Tuhan, mereka mendapatkan...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 23

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 23

Hari 23 Jubah Kesulungan (3). Bagaimana Tuhan menginginkan sikap yang benar terkait dengan perkara rohani 'Jubah Kesulungan' ini terlihat dalam peristiwa setelah kebanhkitan-Nya ketika Tuhan menemui 2 murid-Nya dalam perjalanan ke Emaus diLukas 24:28-29.Tuhan...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *