ST2, VII

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 69

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 70

Hidup dengan karakter fleksibel bukan maunya sendiri.

Matius 28:20 (TB)  

dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Menerima, menghidupi dan mengajarkan perintah2 Kristus adalah tugas sekaligus kesempatan bagi kita. Semuanya itu membutuhkan karakter fleksibel yang lentur. Bisa menerobos celah sempit dan berkelit saat menghadapi badai, berlari saat terbuka kesempatan dan bertahan saat diterpa badai. Fleksibel adalah sikap mampu melakukan penyesuaian, beradaptasi dan dapat menanggapi perubahan serta terbuka bagi instruksi baru. Sehingga memiliki kemampuan untuk mengubah rencana atau ide sesuai arahan otoritas. Orang yang fleksibel akan terus berkembang di lingkungan yang berubah2. Ia taat meski pada perintah yang kurang disukai. Ia tidak berkompromi tetapi taat pada perintah otoritas saja. Jelas batasannya, ia tidak menyesuaikan didasari keinginan diri tapi ketaatan pada otoritas.

Orang yang semaunya sendiri saat menerima arahan otoritas yang tidak sesuai dengan keinginannya, akan segera melawan bahkan memanipulasi untuk mempertahankan status ‘quo’. Ini sikap yang memicu perpecahan dan kegagalan. Perintah Kristus untuk terus menggulirkan dari generasi ke generasi perintah2-Nya menuntut sikap yang taat dan setia melalui karakter fleksibel ini. Karena fleksibilitas akan memiliki :

  • penuh perhatian, menyimak dan mendengarkan setiap perintah dan keadaan dengan seksama.
  • kepekaan, melihat suatu perintah dan keadaan dari berbagai sudut pandang.
  • tanggungjawab, menanyakan hal2 yang tidak dimengerti, sebagai bentuk tanggungjawab.
  • ketaatan, menerima dan melakukan dengan sukacita.
  • loyal, menghormati pemegang otoritas.
  • rajin, mengupayakan yang terbaik.

Orang yang mempertahankan status ‘quo’ agar posisinya tidak berubah, karena tidak menikmati perubahan yang membawa ke tempat2 baru. Perubahan baginya menakutkan, ia merasa aman di tempat biasanya. Bukankah keamanan kita adalah karena kita ada dalam perlindungan Allah? Bukankah menjadi anak2 Allah adalah jaminan bahwa Bapa kita yang akan menjaga kita? Sehingga kita bisa hidup melampaui rasa takut dan khawatir, bahkan di tempat dan tugas yang baru, karena disana Allah sudah menunggu dengan berbagai2 rencana mulia berikutnya. Setiap rencana besar akan selalu melewati masa transisi, penyesuaian, itu semua bisa dijalani dengan arif bagi seorang fleksibel.

Ditengah angin ribut, pilihan kita adalah melengkung atau patah. Pohon kelapa yang tua, bukan hanya batangnya yang kuat, tetapi topangan akar yang kokoh, membuatnya bisa  melengkung bahkan sampai ke tanah saat badai menerpa, untuk kemudian tetap tegak kembali. Kitapun seharusnya menghadapi tahun 2024, tahun perubahan besar dan mukjizat ini seperti pohon kelapa. Kita bisa melengkung tidak patah, tetap berdiri di tanah dengan akar kebenaran yang kokoh menopang kita. Bukankah Tuhan juga hadir bahkan bersama2 kita ditengah taufan dunia. Kita tidak pernah sendiri menghadapinya, karena itu tetap teguh dengan fleksibilitas.

Untuk tidak mudah terbawa arus keadaan sulit, maka pegangan kita hanyalah kebenaran Firman dan tuntunan Roh Kudus. Sehingga apapun yang akan kita hadapi, kita percaya bahwa Allah tidak kekurangan cara untuk memastikan kita tetap berada dijalan-Nya ketika kita terus menjaga hati kita mencintai dan merindukan Firman serta peka pada suara Roh Kudus. Ditengah dunia ini kita seperti anak kecil yang tidak pernah tahu apa yang akan kita hadapi. Tetapi beruntung Bapa kita adalah pemilik jagad raya ini dan Ia mau dan peduli pada setiap anak2-Nya yang akan menolong kita dengan tidak pernah terlambat.

Berikut 5 langkah mengembangkan karakter fleksibel.

1. Saya tidak akan marah bila rencana berubah.

Hanya anak2 kecil yang merengek, menangis, merajuk, marah sambil mengamuk saat keinginannya tidak terpenuhi. Kita harus terus sadar kita ini anak2 Allah, dimana Bapa kita di sorga begitu mencintai dan selalu memperhatikan serta terlibat dalam setiap perjalanan kehidupan kita. Kita akan tetap bisa tenang, karena tahu bahwa Allah ada dipihak kita.

2. Saya akan menghargai keputusan otoritas saya.

Ada perubahan yang bisa kita prediksi tetapi lebih banyak hal yang berubah tanpa kita ketahui, berada diluar jangkauan kita. Tetapi diatas semua itu ada tangan Allah Bapa yang turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi kita. Dan Allah juga bekerja melalui otoritas kita.

3. Saya tidak akan keras kepala.

Kepastian masa sekarang dan masa depan kita di tangan Allah membuat kita tenang. Ini tidak membuat kita merasa paling benar dan paling tahu. Kita sadar keterbatasan kita dan ketidakterbatasan Allah, hingga terus menjaga kepekaan dan kerendahan hati. Mau belajar, mau mendengar dan mau dididik.

4. Saya akan melihat sisi baik dalam perubahan.

Tidak ada alasan untuk tidak optimis bagi seorang anak Allah yang sementara menjalani hidup di bumi. Bahkan saat badai melanda, ia tahu Bapanya telah memperhitungkan semua itu akan mendidik dan mendewasakan kita.

5. Saya tidak akan mengkompromikan apa yang benar.

Fleksibel itu dijalankan dalam rangka melakukan kebenaran.Tanpa kebenaran apapun usaha manusia akan sia2. Bagi anak Allah tidak ada jalan jahat untuk meraih yang benar. Justru ketika tantangan, kesulitan datang, itulah saat kita lebih melekat pada Allah di agar tetap hanya melakukan yang benar.

Saudaraku terkasih, kita dipanggil untuk memiliki karakter Kristus yang akan menjadi berkat di bumi ini dan yang akan digunakan di Kerajaan Sorga nanti. Karena itu marilah terus mengingat prespektif ini, hidup ini sementara tetapi begitu penting untuk membangun diri kita melalui segala hal untuk menjadikan kita semakin serupa Kristus. Itu kadang melewati lembah keceriaan tetapi kadang harus mendaki bukit kesukaran. Kalau kita tahu, Kristus ada di kapal kita, kalau kita tahu ujung semua ini adalah Rumah Bapa, .aka kita akan melalui semua itu dengan sukacita dan fleksibel. Jalan dan cara apapun selama Tuhan bersama, maka kita akan taat dan setia.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 23

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 23

Hari 23 Jubah Kesulungan (3). Bagaimana Tuhan menginginkan sikap yang benar terkait dengan perkara rohani 'Jubah Kesulungan' ini terlihat dalam peristiwa setelah kebanhkitan-Nya ketika Tuhan menemui 2 murid-Nya dalam perjalanan ke Emaus diLukas 24:28-29.Tuhan...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 12

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 12

Hari 12 Petrus Shalom puji Tuhan,Marilah kita buka di Lukas 22:28-30 =>Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami. Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku, bahwa kamu...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 7

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 7

Hari 7 Garis Akhir Palsu Shallom, dalam pengiringan saya akan Kristus ada saat dimana saya merasa jenuh, capek, ngos – ngosan, dan saya berkata “Kita berhenti disini saja ya, Tuhan” tapi Tuhan berkata “Tidak, kita menyeberang kesana” Ada saat dimana, saya berhenti di...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *