II, ST2

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 68

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 69

Hidup dengan karakter antusias tidak apatis.

Matius 22:37-38 (TB)  Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 

Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Ketika sepasang kekasih akan memasuki pernikahan, pastilah mereka akan memasukinya dengan antusias. Membayangkan dengan penuh semangat dan gairah akan apa yang selama ini mereka rindukan. Antusias adalah keadaan terinspirasi, menjadi hidup, adanya gairah dan perasaan yang kuat, yang menghidupkan atau membangkitkan sukacita untuk melakukan yang terbaik. Ini seperti menyalurkan semangat illahi. Suatu cara pandang positif dan kegairahan seseorang terhadap tugas yang diberkati oleh pemeliharaan Allah sendiri.

Kita bisa belajar dari karakter antusias Thomas Alfa Edison penemu lampu pijar. Ia dengan bangga mengatakan bahwa ribuan kesalahan yang harus dilaluinya itu bukanlah kegagalan, karena tanpa itu ia tidak akan pernah sampai pada keberhasilannya. Edison belajar ‘sesuatu’ di setiap kegagalannya. Ia tidak membiarkan dirinya patah semangat atau menyimpang, dengan terus mempertahankan cara pandang yang positif. Bukankah sebagai anak2 Allah kitapun berada di dunia ini bukan untuk melakukan hal sia2, tetapi melalui segala perkara kita akan mendapatkan yang terbaik dan termulia. Begitu besar kasih Allah yang telah diberikan pada kita dan penyertaan Roh Kudus yang luar biasa serta akhir kehidupan yang telah Tuhan sediakan di rumah Bapa, seharusnya menjadi alasan untuk menjalani hidup dengan penuh antusias. Bayangkan betapa antusiasnya para pahlawan iman seperti Abraham, Yusuf, Daud, Petrus, Samuel, Timotius, Paulus menjalani hidup dari ‘zero’ orang biasa menjadi ‘hero’ orang yang luar biasa.

Saudaraku hanya dengan antusiasme kita dapat melihat potensi, mengerahkan energi secara berlimpah untuk menyelesaikan setiap musim hidup kita. Antusiasme selalu membuat kita menginginkan yang terbaik, mencari yang terbaik, dan memberikan yang terbaik. Yang sering menjadi masalah utama adalah kemana hati kita arahkan. Ketika kita melihat masalah, kelemahan dan kekurangan kita, maka kita akan kehilangan antusiasme. Namun bila kita memandang pada kasih Allah, penyertaan Roh Kudus dan janji Allah menyediakan yang terbaik, maka kita akan terus antusias untuk menemukan mutiara2 kehidupan dibalik setiap keadaan seberat apapun.

Saudaraku, saya sering memperhatikan cucu saya, yang menjalani hidupnya dengan antusias. Ia selalu tersenyum, mengangkat alis, berjalan cepat, bahunya tegak, sering melompat2 bahkan berlari penuh gairah. Di kesempatan lain ia bernyanyi dan sengaja melakukan hal2 yang membuat kami semua tertawa. Ia selalu membawa dan membangkitkan keceriaan, suatu tindakan tulus yang muncul dari dasar hati yang penuh dukacita melampaui masalah dan tantangan yang dihadapinya. Ia juga tenang bahwa ada kasih, perhatian dan penjagaan dari orang2 yang sangat mengasihinya. Bukankah seharusnya hidup kita didalam Kristus seperti itu bukan ? Penuh antusias tanpa kekhawatiran.

Saudaraku bukankah Tuhan berjanji tidak akan membiarkan kita hidup sendiri, segala hal yang terjadi akan ada campur tangan Allah yang tidak terpahami, yang ujungnya selalu mendatangkan kebaikan buat setiap anak2-Nya. Antusiasme adalah cara kita menyambut tangan Allah bekerja dalam hidup kita, agar arah hidup kita menjadi benar. Kita mengupayakan selalu yang terbaik yang mungkin dicapai dan melakukan tindakan terbaik. Orang bisa memilih pertama, pemberi energi melalui ucapan, tindakan memberikan semangat pada orang2 di sekitar. Kedua, penyia2 energi yaitu yang sehat secara fisik tetapi menjalani hidup dengan malas dan sembrono. Ketiga, penguras energi yaitu mereka yang menyedot energi orang lain, hanya mementingkan dirinya.

Berikut 5 langkah praktis mengembangkan karakter antusiasme.

1. Saya akan menjadi pemberi energi.

Setiap orang merindukan mendapat pemberian energi dalam menjalani hidupnya. Jangan kita menjadi orang yang tidak peduli dengan kebutuhan orang lain, seperti penyia2 dan penguras energi yang hanya hidup bagi diri sendiri. Kasihilah karena kita telah dikasihi Allah.

2. Saya akan tersenyum.

Bukan pakaian atau perhiasan tetapi senyuman yang membuat kita tampil menarik dan itu menularkan keceriaan. Tersenyum juga menyehatkan tubuh dan membangkitkan perasaan antusias.

3. Saya akan menganggap setiap pekerjaan adalah penting.

Bila kita melihat suatu tugas memiliki nilai penting dan strategis, akan memunculkan antusias. Demikian hidup kita ini sekali, singkat dan sangat penting. Jadi jangan pernah remehkan setiap proses yang sedang kita jalani.

4. Saya akan mengerjakan sesuatu dengan segenap hati.

Hanya kesungguhan dan bukan ala kadarnya yang akan unggul dalam perlombaan. Bukankah hidup ini adalah oerlombaan iman, yang harus kita jalani ‘melampaui tuntutan’ untuk meraih yang terbaik.

5. Saya tidak akan patah semangat saat gagal.

Orang yang antusias akan segera bangkit saat terjatuh, karena ia melihat jelas dibalik kegagalan ada pembelajaran penting yang sanga dibutuhkan di langkah2 selanjutnya. Antusias yang realistis akan memandang kegagalan sebagai batu loncatan menuju keberhasilan yang semakin dekat.

Saudarau terkasih, hidup yang begitu berharga ini sangatlah pendek. Tidak terasa kita sudah memasuki usia senior. Kesempatan kita saat ini adalah memberikan teladan, semangat dan energi untuk anak, menantu, cucu menyaksikan kakek nenek mereka tetap antusias menjalani hari2nya. Kita harus meninggalkan gambar terbaik bagi mereka, bahwa kita adalah anak Allah yang terus taat, setia dan penuh semangat menjadi pentembah2 Allah dalam setiap musim.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Hari 25 Jubah Kesulungan (5) Cara untuk memperoleh anugerah Jubah Kesulungan berikutnya adalah : 2.Mendapatkan impartasi dari orang lain. Kita bisa baca di Kejadian 27:1-46 disitu diceritakan bahwa Yakub menipu Ishak. Sebelum kejadian 27 Esau sudah menjual hak...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 18

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 18

Hari 18 Mengapa kita perlu Roh Tuhan dalam hidup kita? Kejadian 1:1-4 => Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah:...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 16

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 16

Hari 16 Perang Rohani (3) bagian terakhir. Struktur Alam Roh. Kita mesti serius dengan apa yang Tuhan kehendaki, kita harus kerjakan juga dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan. Ini menyangkut banyak hal. Adam melakukan satu tindakan, ia melanggar yang Tuhan...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *