III, ST2

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 65

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 66

Menghidupi karakter setia.

Matius 19:4-6 (TB)  Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? 

Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Allah adalah pribadi yang setia dalam persekutuan dengan manusia. Meski tidak ada alasan dari manusia untuk mendapat kesetiaan-Nya. Kesetiaan diberikan pada pribadi atau lembaga yang patut mendapatkannya, dan dalam ikatan terhadap seseorang, bahkan dengan menggunakan saat2 sulit untuk menunjukkan komitmen  pada orang yang kita layani. 

Sering orang berpikir kesetiaan adalah menutup2i kesalahan teman. Ini keliru, karena kesetiaan itu bukan saja pada hubungan2 yang lebih rendah, tetapi terlebih pada hubungan dengan Allah. Ia akan setia dalam kebenaran dan persahabatan. Kesetiaan adalah komitmen termasuk saat menghadapi tantangan dan kesulitan dengan tetap memegang integritas. Banyak pemimpin yang mengecoh kesetiaan pengikutnya untuk kepentingan pribadi yang naif. Karena itu dasar kesetiaan adalah kebenaran Firman bukan percaya buta. Tuhan Yesus untuk kesetiaan-Nya rela mati bagi kita saat kita masih didalam dosa, karena Ia tahu ada saatnya nanti kita akan menjadi mempelai-Nya.

Kesetiaan pada Allah adalah bukti rasa cinta, hormat dan kebergantungan total. Sehingga apapun akan dilakukan untuk menghormati, menyenangkan hati-Nya. Meski kita sadar bahwa jauh lebih banyak yang telah, sedang dan akan Allah sediakan bagi kita, serta kesetiaan-Nya sepanjang sejarah manusia telah begitu teruji. Dan ujian kesetiaan kita bukan hanya pada masa2 sukar, tetapi juga masa2 penuh keberhasilan. Karena manusia di kedua tempat itu banyak meninggalkan kesetiaannya pada Allah. 

Orang yang memiliki kesetiaan, ia akan melayani keluarga dan masyarakat, memberikan semangat mereka yang mengalami kesulitan, tetap menghormati otoritas, dengan fokus melihat kebaikan orang lain. Kesetiaan tidak didasarkan oleh kondisi saat ini tetapi oleh komitmen, kasih dan kebenaran sehingga tidak akan goyah, ia mampu melihat masa lalu, masa kini dan masa depan adalah satu kesatuan gambar utuh dari karya Allah yang setia.

Berikut 5 hal yang menolong kita belajar karakter setia.

1. Saya akan melayani keluarga dan lingkungan saya.

Hubungan Kristus dengan Jemaat disamakan dengan hubungan suami dan istri. Ini menandakan ketidak setiaan dalam pernikahan adalah hal yang tidak memiliki tempat dalam kekristenan. Karena itu kembangkan sikap hormat, tidak saling menyalahkan tetapi membanggakan satu sama lain. Coba ucapkan dalam doa setiap hari, ‘Tuhan aku bersyukur dan bangga akan …… (nama istri/suami) pasangan hidupku.’

2. Saya akan mendorong orang lain di masa sulit.

Lenih mudah untuk setia dalam keadaan aman dan normal. Tetapi ujian kesetiaan adalah disaat muncul tantangan, kesulitan dan penyakit. Kesetiaan bertahan dengan mendampingi, memperhatikan lebih dan menyemangati. Kesetiaan memanfaatkan badai kehidupan dan membuat hari2 terasa cerah tanpa memperhitungkan harga dan pengorbanannya. Kesetiaan seperti nyala api ditengah kegelapan, letika ada kesetiaan ada harapan masa depan.

3. Saya tidak akan mencemooh otoritas.

Kesetiaan adalah pilihan untuk memberikan hormat pada orang lain dan otoritas, meskipun mereka tidak mesti melakukan tugasnya dengan benar. Ia tetap akan menghormati dan tidak jatuh dalam kata2 cemooh. Kesetiaan pada Allah adalah sikap percaya penuh dan menghormati-Nya dalam segala keadaan kita, karena kita tahu Allah kita sungguh baik dan teramat baik. Kalau Allah rela mengorbankan Putra-Nya bagi kita, apalagi yang tidak akan diberikan bagi kita anak2 kekasih-Nya.

4. Saya akan menunjukkan kebaikan dalam diri orang lain.

Orang setia karena ia melihat dengan jelas sesuatu yang istimewa yang tidak dilihat orang lain. Kesetiaan pada hal2 dimulai dari pasangan kita, keluarga kita dan otoritas kita akan memudahkan kita mengembangkan kesetiaan. Alih2 mengembangkan pikiran buruk, kebaikan yang menjadi fokusnya akan semakin bertambah2.

5. Saya akan menghargai pemimpin dan negara saya.

Ini tantangan yang tidak mudah, tetapi itulah panggilan dimanapun kita berada maka kita harus loyal dan setia serta mengembangkan kesejahteraan dimana kita di tempatkan Allah. Kesetiaan tidak akan berkurang karena fokusnya pada kepentingan kesejahteraan rakyat.

Saudaraku terkasih, kesetiaan hanyalah dapat dimiliki oleh orang yang rendah hati, memiliki kelemah lembutan dan tidak mudah menghakimi. Karena ia akan selalu melihat bagaimana kesetiaan Allah dalam hidupnya, sehingga ia harus terus belajar untuk juga setia pada mereka yang Tuhan percayakan berada dalam kehidupannya.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 21

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 21

Hari 21 Jubah kesulungan (1) Shalom semua, hari ini dan beberapa hari kedepan kita akan sharing tentang jubah kesulungan.. 2 Raja – raja 2:9-15 => 9. Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu,...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 13

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 13

Hari 13 Perzinahan Shalom, hari ini saya ingin membagikan tentang perzinahan, banyak orang terikat dosa oleh kelemahan di bidang seks atau perzinahan. Kita mau sama2 belajar kenapa seseorang bisa jatuh dalam perzinahan, bahkan tiga orang Ter ….. dalam Alkitab bisa...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 3

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 3

Hari 3 SAYAP Shalom, puji Tuhan, hari ini saya mau berbagi tentang sebuah teguran Tuhan untuk saya, yaitu tentang sayap, dalamAmsal 1:17 => Sebab percumalah jaring dibentangkan di depan mata segala yang bersayap,Dikatakan “segala yang bersayap” itu, tidak bisa...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *