ST2, VI

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 63

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 64

Hidup dengan karakter toleran bukan penuh kecaman.

Matius 18:20 (TB)  

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Toleransi adalah dapat menerima dan membiarkan pandangan, perilaku, kepercayaan orang lain dalam taraf variasi yang masih diperbolehkan terhadap suatu standar. Ia juga menerima orang lain yang berada dalam taraf kedewasaan yang berbeda2. Toleransi bisa menanggung kejengkelan disebabkan oleh ‘ketidak-dewasaan’ orang lain, meski itu tidak berarti bisa membuat yang salah menjadi benar, namun tetap bisa menerima ketidaksempurnaan. Toleransi tetap memegang teguh suatu standar, meskipun dapat menerima kecepatan pertumbuhan yang berbeda2 sehingga pencapaian kedewasaannya pun berbeda.

Karakter toleransi akan menunjukkan kebijaksanaan dengan mendengar dan berpikir secara berhati2 sebelum berbicara dan menilai orang lain. Dengan sikap yang lambat menghakimi akan memudahkan mereka mengoreksi berbagai kekurangan dirinya. Karena ketika kita begitu terganggu dengan perilaku orang lain, sebenarnya itu juga kelemahan kita yang selama ini tidak kita lihat. Karena perilaku orang lain adalah cermin perilaku kita yang sering tidak kita sadari.

Yang mendasari karakter toleransi adalah kesadaran bahwa setiap manusia sedang menjalani perjalanan kehidupan menuju tempat yang sama yaitu keserupaan dengan Allah. Ada yang bisa meraih banyak tetapi banyak yang hanya sedikit bahkan ada juga  yang gagal. Tetapi ada kesamaan kemanusiaan dan kesamaan kekurangan yang disadarinya. Ia mampu melihat keunikan setiap pribadi. Sehingga toleransi akan menahan penghakiman sebelum mendapatkan informasi yang memadai. Ia menyadari bahwa pribadi seseorang itu jauh melebihi apa yang kelihatan sekarang, masih ada waktu dan peluang menjadi jauh lebih baik.

Namun kita harus berhati2, biasanya manusia akan cenderung bertoleransi terhadap kelemahan diri, namun cepat mengkritik orang lain. Kita harus membuka diri bahwa melalui kritik orang lain kita bisa melihat diri kita dari prespektif yang berbeda, dan itu sebuah keuntungan bagi pertumbuhan karakter kita. Karena karakter toleransi itu tidak bisa menerima sikap tidak hormat, keegoisan, apatis, kemunafikan atau amarah. Benar toleransi menerima kekurangan orang, tetapi terus mendorong pertumbuhan mereka tanpa mengkompromikan standar kesalehan karakter. Toleransi bisa menerima kelemahan tetapi tidak pada kejahatan dan kesengajaan.

Toleransi akan bisa menerima hal2 yang tidak dapat diubah dalam diri orang lain. Tuntutan untuk berubah dan menjadi lebih baik itu diterapkan pada diri lebih dahulu sebelum pada orang lain. Dan terus mencari cara2 untuk menolong orang lain bertumbuh dewasa. Ia dengan lebih cermat mendengarkan dan memahami. Toleransi tidak pernah melepaskan dan berkompromi dengan standar yang benar dengan apa yang populer.

Berikut 5 langkah mengembangkan toleransi 

1. Saya tidak akan mengacaukan antara apa yang benar dengan apa yang populer.

Kadang toleransi diartikan memahami, menerima tindakan melawan kebenaran. Itu sama sekali salah, seperti perilaku LGBTQ itu bukan untuk ditoleransi, tetapi harus dijadikan tantangan membawa mereka kembali pada prinsip kebenaran. Kebenaran bersifat kekal, tetapi nilai2 populer terus berubah.

2. Saya akan menuntut hal yang sama pada diri sendiri, hal yang saya harapkan dari orang lain.

Memegang standar untuk diri sendiri dan mengenakan standar yang berbeda pada orang lain adalah bentuk tindakan yang bertentangan dengan karakter toleransi tetapi adalah karakter munafik. Karenanorang munafik menuntut kebaikan pada orang lain tetapi tidak pada dirinya. Ia juga mudah menghakimi dan mengenakan berbagai peraturan pada hanya orang lain. Kita yang telah mengenal dan memiliki kasih, akan mengasihi sesama seperti mengasihi diri kita sendiri.

3. Saya akan mencari cara2 untuk menolong orang lain bertumbuh dewasa.

Orang toleran sangat mengasihi orang lain, hinga mengesampingkan tindakan mereka yang menjengkelkan dan terus mempertahankan persahabatan sejati. Kasih dalam persahabatan sejati akan bertindak melampaui yang diharapkan dan mendorong kebaikan. Ia hanya menhakimi tindakan yang salah bukan menghakimi orangnya. Toleransi dengan sabar melihat dibalik kekacauan ada kreativitas, dan dibalik kesalahan ada pertumbuhan yang menjanjikan.

4. Saya menerima hal2 yang tidak dapat diubah dalam diri saya dan dalam diri orang lain.

Hubungan akan sehat ketika kita bisa saling menerima hal2 yang tidak dapat diubah satu sama lain. Manusia dibentuk sejak dalam kandungan, keadaan orang tua, saudara kandung, kemampuan fisik dan mentalnya, ras, penuaan, kelemahan fisik, penyakit dan waktu dimana sejarah kita hidup. Semuanya membentuk dan mempengaruhi kehidupan seseorang. Sehinga sangat wajar banyak hal2 yang berbeda yang tidak bisa diubah pada tiap2 orang.

5. Saya akan mendengarkan sebelum berpendapat.

Toleransi itu bukan saja menghargai orang lain tetapi juga menyadari banyak ‘blank spot’ yang tidak bisa kita lihat dalam diri kita. Karenanya mendengar lebih banyak, mengumpulkan informasi adalah keharusan sebelum mengeluarkan pendapat. 

Saudaraku terkasih, mengembangkan karakter toleransi adalah saat kita menyadari ada 10 hal yang tidak dapat diubah dalam kehidupan ini.

  1. Setiap orang adalah pribadi yang unik. Keunikan ini adalah kebesaran Allah dan kekhususan yang membuat setiap orang istimewa karena tidak akan ada orang lain yang persis sama dengan mereka.
  2. Setiap orang tidak bisa mengubah siapa orang tuanya. Tiap orang dilahirkan dari orang tua kandung yang tidak dapat digantikan.
  3. Saudara kandung tidak dapat diubah dan diganti sebagaimana orang tua kandung. 
  4. Ras. Setiap orang lahir dari ras tertentu.
  5. Kemampuan mental. Setiap orang akan memiliki secara alamiah talenta yang lebih atau kurang dalam akademis, sport atau seni dll.
  6. Waktu dalam sejarah. Kelahiran kita di waktu dan zaman tertentu tidak akan bisa kita ubah.
  7. Jenis kelamin, menjadi laki2 atau perempuan itu adalah hal yang harus kita terima.
  8. Urutan dalam keluarga. Setiap orang memiliki tempat dalam urutan keluarga, entah sulung atau bungsu atau yang lain.
  9. Penuaan. Setiap orang tidak bisa mencegah realita terjadinya penuaan fisik yang terjadi saat ia semakin tua, dengan kecepatan dan kondisi yang berbeda2..
  10. Kematian. Pada waktu yang tidak bisa kita ubah, semua kita pasti akan meninggal.

Sehingga seharusnya kita akan lebih mudah bertoleransi dengan sesama kita. Terlebih dengan kesadaran kasih yang dianugerahkan pada kita untuk dilayakkan menjadi anak2 Allah, bukan karena kehebatan kita tapi semata2 anugerah-Nya. Maka kita akan menjadi semakin mudah bertoleransi, untuk membawa mereka semakin bertumbuh dewasa dan mengenal kasih Kristus.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 17

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 17

Hari 17 Pengurapan Raja dan Imam. Shallom, saya rindu membagikan sesuatu yang menurut saya sangat kita butuhkan hari-hari ini untuk menyambut lawatan Tuhan yang luar biasa, beberapa bulan dan minggu ini mungkin banyak dari teman2 yang mendengar kalimat “Yobel Besar”,...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 11

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 11

Hari 11 “Poemia” Kita percaya Tuhan adalah Pribadi yang omnipresent, Maha Hadir, Dia hadir dimana2, Namun saya juga melihat bahwa kalau Tuhan itu disediakn tempat yang seharusnya maka dari setiap doa, ibadah anak2-Nya pasti selalu ada kunjungan Allah yang sangat...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 8

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 8

Hari 8 TOLA Shalom, puji Tuhan marilah kita belajar, Firman ini tidak hanya buat teman2 tetapi juga buat saya, saya ingin share Firman yang menegur saya juga tentang destiny..kita akan belajar dari satu tokoh yang luar biasa Ketika kita membaca tentang hakim hakim...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *