II, ST2

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 61

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 62

Hidup dengan karakter Arif.

Matius 7:1-3 (TB)  “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.

Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

Karakter arif adalah kualitas yang menunjukkan sikap kehati-hatian, dan kemampuan mengambil keputusan secara bertanggungjawab. Ini hasil pilihan dan penilaian pribadi yang didasari oleh hikmat yang menghindari kekeliruan karena menginginkan memilih cara yang terbaik untuk menyelesaikan suatu tujuan mulia. Secara singkat arif adalah karakter yang mengenali dan menghindari perkataan, tindakan atau sikap yang akan menimbulkan konsekuensi yang tidak diharapkan. Kearifan bukan keraguan, tetapi memasukkan diri kedalam jeda waktu untuk berhenti agar bisa mempertimbangkan konsekuensi langsung suatu perkataan atau tindakan dalam jangka panjangnya. Kearifan akan menolak bila lebih banyak negatif, tetapi akan mendorong bila positif. Sehingga mencegah kita menyesali hal2 yang terlanjur kita katakan atau lakukan.

Saudaraku terkasih, hidup yang arif bukan berhenti pada diam dan mempertimbangkan tetapi keberanian dan keyakinan memilih keputusan terbaik, karena telah diuji dengan cermat. Dan yang paling mendasar kita telah mendapat perkenanan Allah melalui Rhema Firman dan tuntunan Roh Kudus yang selalu kita hormati, cintai dan rindukan. Bila Allah dipihak kita maka kita akan melangkah dengan penuh keyakinan. Ada 3 kualitas yang menjadi cirinya : pertama, menghentikan perkataan dan tindakan sembrono dan sesuka hati. Kedua, menggunakan segala kreativitas menemukan keputusan terbaik dengan mempertimbangkan semua keputusan yang ada. Dan ketiga, pertanggungjawaban memilih tindakan adalah yang mendatangkan kebaikan bagi semua pihak yang terlibat.

Kearifan akan melindungi harta kita yang paling berharga yaitu waktu dan kesempatan yang sangat terbatas dan tidak akan mungkin bisa kembali lagi. Semua pahlawan iman dan tokoh2 Alkitab adalah orang biasa, persis sama dengan kita yang memiliki 24 jam sehari. Tetapi yang membuat mereka hebat adalah bagaimana mereka menggunakan waktu mereka. Mereka hanya mengejar perkenanan Allah saja, tidak membiarkan ‘waktu luang’ tersia-siakan, mereka seperti hidup dalam keterdesakan karena waktu mereka sangat terbatas dan pekerjaan Allah yang begitu tidak ternilai itu sangat sedikit yang mengerjakannya. Mereka rela bangun pagi2 dan tidur lebih malam bagi Kerajaan Allah, karena menyadari sudah begitu banyak waktunya terbuang sia2 dan sekarang waktu yang dimilikinya semakin terbatas.

Berikut 5 tindakan yang akan menolong kita membangun karakter kearifan.

1. Saya akan memilih setiap perkataan saya dengan hati2.

Perkataan kita keluar dari perbendaharaan hati. Isi hati kita adalah sistem kepercayaan lama (duniawi) dan yang baru (sesuai kebenaran Firman). Mana yang akan kita keluarkan melalui perkataan kita akan tergantung pada bagaimana kita mengarahkan hati kita, untuk mencintai dan menghormati Allah atau dunia. Perkataan kita bisa membangun tetapi bisa mematikan, menyemangati atau menghancurkan, semua tergantung dari perbendaharaan mana yang kita cintai.

2. Saya akan mengembangkan tata krama.

Etika dan moral saat ini seakan sudah tidak berharga lagi. Karena tidak memberikan keuntungan langsung dan instan. Orang lupa tanpa etika dan tata krama, semua yang dicapai akan segera hancur oleh ketidaktertiban.

3. Saya akan menyimak kritikan.

Sekeras dan pedas apapun, kritik adalah penilaian terhadap diri kita dari sudut pandang orang lain. Pasti akan ada nilai positifnya buat kita, meski tidak semuanya benar. Dengan menyimak sungguh2 maka kita akan bisa memetik hal2 yang menolong kita makin cepat untuk maju.

4. Saya tidak akan mentertawakan orang lain.

Kearifan menolong kita menilai seseorang jauh lebih dalam dari sekedar fisik luarnya. Keinginannya justru menghargai dan ingin menaikkan kapasitas orang2 di sekitarnya agar lebih berhasil guna, karena itu ia selalu berusaha membangkitkan semangat dan bersahabat dengan semua orang.

5. Saya akan menolak ajakan untuk berbuat tidak benar.

Keputusan benar dan salah itu secara normatif sudah ada dan tidak bergantung pada keadaan dan situasi. Milikilah prinsip benar dan salah dan pegang erat itu. Berlatihlah mengucapkan kebenaran. 

Saudaraku terkasih, tantangan paling besar menghidupi kearifan adalah suara dan dorongan lingkungan. Ini membuat kita seperti terdesak, sehingga harus memutuskan dengan tergesa-gesa, membuat banyak pertimbangan kurang bijaksana. Karena itu siap sedialah dengan prinsip2 kebenaran Rhema dari Firman didalam hati kita. Dan kita biasa memperkatakan kebenaran itu. Hingga kita akan memiliki sumber kebajikan yang sudah terlatih saat menghadapi situasi yang mendesak.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Hari 25 Jubah Kesulungan (5) Cara untuk memperoleh anugerah Jubah Kesulungan berikutnya adalah : 2.Mendapatkan impartasi dari orang lain. Kita bisa baca di Kejadian 27:1-46 disitu diceritakan bahwa Yakub menipu Ishak. Sebelum kejadian 27 Esau sudah menjual hak...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 18

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 18

Hari 18 Mengapa kita perlu Roh Tuhan dalam hidup kita? Kejadian 1:1-4 => Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah:...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 16

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 16

Hari 16 Perang Rohani (3) bagian terakhir. Struktur Alam Roh. Kita mesti serius dengan apa yang Tuhan kehendaki, kita harus kerjakan juga dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan. Ini menyangkut banyak hal. Adam melakukan satu tindakan, ia melanggar yang Tuhan...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *