IV, ST2

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 59

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 60

Menghargai kehidupan dengan memiliki karakter tepat waktu.

Matius 24:42-44 (TB)  Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.

Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”

Dimensi waktu adalah faktor yang paling sering tidak dipahami benar oleh manusia. Allah tidak  terikat waktu, artinya Allah ada di masa lalu, saat ini bahkan sudah ada di masa depan, sehingga pekerjaan-Nya melintasi waktu. Berbeda dengan manusia, yang hidup menghitung waktu dari adanya siang dan malam. Sehingga disiplin waktu bagi Allah adalah ketepatan dan kedetilan setiap rancangan-Nya dari penciptaan sampai kedatangan Kristus dan pemerintah Kristus yang telah ditetapkan-Nya dan akan dilaksanakan. Ini perjalanan dari generasi ke generasi, yang setiap generasinya memiliki ‘secuwil’ agenda Allah tetapi cukup bagi mereka untuk mengenal, menikmati dan mewujudkan kehendak Allah dalam kehidupannya. Karakter ketepatan waktu manusia diterapkan dalam keakurasian memanfaatkan hari2nya di bumi, ketepatan waktu Allah adalah kesempurnaan rancangan dan karya-Nya dari generasi ke generasi.

Karakter tepat waktu adalah kualitas atau keadaan mematuhi dengan sungguh2 suatu waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, sangat patuh dan taat dalam menepati janji sesuai waktunya. Didalamnya ada ketepatan yang teliti sampai hal sekecil2nya, kecermatan seoerti ‘menusukkan’ dirinya tepat berada di tempat dan waktu yang telah dijadwalkan baik oleh Allah maupun manusia.

Kita bisa membayangkan anak2 Allah tersusun dari generasi ke generasi dan masing2 pribadi berada didalam sebuah mesin besar milik Allah. Kalau ada satu bagian yang tidak selaras, berada di tempat, waktu dan fungsi sesuai tugasnya maka itu akan mempengaruhi seluruh mesin. Sehingga mutlak kita perlu bergumul dengan serius menyusun rencana dan jadwal hidup kita yang menyesuaikan dengan kehendak Allah, kemudian melaksanakan tepat dan akurat hingga tidak menganggu rancangan-Nya. 

Ketika kita melakukan kejahatan ataupun dosa, sebenarnya yang paling mendasar kerugiannya adalah kehilangan waktu dan kesempatan yang tercuri iblis dan akan hangus dan berlalu selama2nya. Pengguna narkoba misalnya, menghilangkan waktunya untuk ‘mabok’ dan merusak otaknya secara fisik dan perilaku bertahun2 karena adanya ketergantungan, belum kerusakan yang dialami orang2 disekitarnya yang harus menanggung akibat perilaku mereka. Inilah yang harus kita sadari akibat dari karakter ketidak tepatan waktu.

Saya menyukai istilah waktu adalah uang. Dalam pengertian waktu sama seperti uang yang dapat dipergunakan, diinvestasikan, dapat hilang, rentan penyalahgunaan dan menarik pencuri. Bukankah dengan datang terlambat, kita telah mencuri waktu orang lain. Sama ketika kita menjual narkoba, berarti kita telah mencuri waktu orang2 yang menggunakannya dan lebih banyak lagi orang2 yang dicuri waktu bahkan hidupnya, dan itulah yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah.

Jika kita cermati dalam hidup kita, banyak aktifitas ini begitu mendesak untuk dilakukan tetapi sebenarnya adalah hal yang tidak penting. Sehingga tidak bisa melakukan yang sangat penting karena tidak ada waktu. Ini disebabkan kita tidak pernah menginvestasikan waktu untuk melakukan yang penting saat masih tidak mendesak. Sehingga hidup kita bukan dikungkung oleh keterdesakan, tetapi bisa kita atur dari urutan dari yang paling penting sampai kepada yang tidak penting sesuai porsinya.

Berikut 5 langkah praktis mengembangkan karakter tepat waktu.

1. Saya akan berada di tempat yang tepat dan waktu yang tepat.

Menghargai hidup adalah menghargai waktu berarti menghargai Tuhan yang telah memberikan kesempatan hidup. Berada di tempat yang tepat tetapi waktu yang salah tidak akan membawa keberhasilan. Kita ini pasukan Kristus, yang harus selalu taat akan komando dari Tuhan, dan itu dimulai dengan ketepatan waktu.

2. Saya akan bersiap2 menghadapi penundaan yang tidak terduga.

Karena tidak ada orang yang bisa memastikan apa yang yerjadi, maka datang lebih awal dan siap sedia pulang lebih lambat adalah cara kita mengantisipasinya. Kemacetan lalu lintas dan kemungkinan pertemuan yang memerlukan waktu lebih lama, harus kita antisipasi.

3. Saya akan menyelesaikan pekerjaan sebelum tenggat waktu tiba.

Hidup ini ada awal tetapi pasti akan berakhir. Hanya mereka yang bisa menyadari prinsip ini berlaku juga pada tugas dan pekerjaan. Kita srperti pelari yang tidak akan berada di garis start diakhir pertandingan, karena kita tidak mau menyia2kan kesempatan.

4. Saya akan menyusun jadwal harian dan melaksanakannya.

Tepat waktu adalah merencanakan dengan baik dan melaksanakannya. Langkah paling sederhana buatlah jurnal, dimana dan kapan kita harus berada, itu akan menolong kita hidup dengan efektif dan menghargainya.

5. Saya tidak akan terjebak pada keinginan ‘hanya satu kali lagi’.

Entang itu permainan, entah itu waktu tidur, berbaring ‘hanya satu kali lagi’ adalah jebakan kemalasan. Kegagalan dimulai dari menunda yang bisa kita kerjakan. Cepat tidur dan cepat bangun membuat kita sehat, kaya dan bijaksana, karena selalu ada awal yang tepat tetapi harus berakhir dengan tepat pula. Juga untuk segala hal dalam kehidupan yang terbatas ini.

Saudaraku terkasih, tidak seorangpun memahami misteri waktu. Yang paling mendasar waktu selalu terkait dengan pergerakan dan perubahan. Kita bisa menghambat perubahan tetapi tidak untuk waktu. Sehingga berkeliaran di tempat yang sama berarti kita tidak memiliki rencana yang baik, dan itu berarti kita tidak menghargai waktu. Mudah untuk menilai, apakah kita masih menjadi pribadi yang sama secara kualitas, apakah karakter kita makin serupa Kristus saat ini dibandingkan dengan 10 atau 20 tahun yang lalu? Itu menjawab apakah kita memiliki karakter tepat waktu.

Secara pribadi saya berkesempatan menunggui perjalanan akhir kehidupan beberapa sahabat dekat. Saya melihat betapa berat penyesalan yang harus mereka tanggung, saat waktu itu sudah tidak lagi mereka miliki. Seolah mereka berkata, ‘seandainya aku hidup dengan ketepatan waktu, akan lebih banyak yang bisa aku hasilkan.’ Janganlah kita menunggu datangnya kematian yang tidak pernah kita ketahui kapan itu akan terjadi. Tetapi hari ini ketika masih ada waktu, marilah kita hidup dengan menghargai dan bersungguh2 dan menggunakannya.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw.

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 20

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 20

Hari 20 Kematian rohani. Kematian rohani lebih mengerikan dari pada kematian jasmani, orang yang mati jasmani, dia selesai, tapi orang yang mati rohaninya, mati urapannya, mati passionnya, dia akan menularkan ke yang lain, karena orang ini secara fisik masih hidup,...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 15

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 15

Hari 15 Peperangan Rohani (2) Kemarin kita sudah belajar tentang perhitungan Tuhan dan sekarang kita akan masuk lebih dalam lagi. Zakaria 3:1=> Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 5

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 5

Hari 5 Pornografi Rohani atau Keintiman Rohani Suatu kali Tuhan menegur kepada seorang pendeta dengan berkata “Aku sudah melihat pelayananmu, sekarang apakah kamu ingin melihat pelayanan-KU?” Ada perbedaan antara aktifitas 'pelayanan' yang Tuhan kerjakan dan yang...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *