III, ST2

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 54

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 55

Hidup dalam Kebajikan yaitu hanya melakukan yang benar.

Matius 5:17 (TB)  “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Kebajikan adalah kebaikan moral yang memberikan manfaat dan pengaruh baik di sekitarnya yang menguatkan, ini adalah buah dari kekuatan moral yang kokoh dan dewasa. Dan sumbangan manusia di dunia ini bukan pada perbuatannya tetapi pengaruh yang diberikannya hari demi hari. Kebajikan adalah perjalanan maraton bahkan seumur hidup yang dengan sendirinya membuktikan dirinya melakukan yang benar, dapat dipercaya dan berintegritas. Ia adalah gabungan berbagai karakter seperti kejujuran, kesabaran, ketaatan, kesetiaan dan ketulusan.

Menjalani kebajikan membutuhkan kekuatan konsistensi. Saya memahami bahwa apa yang bisa kita lakukan adalah hal2 yang terbatas, tetapi konsistensi akan menjadikannya luar biasa. Tuhan melihat kekokohan hati manusia hanya bisa terjadi jika terus diisi Firman dan taat tuntunan Roh Kudus yang dialirkannya keluar. Lihatlah betapa sederhana yang dibutuhkan untuk dilakukan manusia, tetapi sadarkah bahwa aliran itu berasal dari Allah sendiri yang tak terbatas. Kita hanya perlu bertahan untuk terus mengulangi setiap saat dengan tidak merusak dengan melakukan yang jahat.

Setiap hal ada alamat masuk sebagaimana alamat keluar. Apa yang kita masukkan itu juga yang akan keluar dari kita. Demikian hanya ketika Firman kita masukkan menjadi Rhema saat kita menerimanya  dengan penuh hormat, Firman berjumpa dengan Roh Kudus dalam hati kita, maka kita akan bisa mengeluarkan aliran2 kehidupan dari Allah ketika kita menjaga kemurnian hati. Dengan tidak membiarkan dosa bertahan berada di hati melalui pertobatan terus-menerus. Kebajikan hanya bisa dilakukan orang yang telah mati bagi dirinya, dan menghidupi karakter Kristus yang telah dicangkokkan didalam hatinya. Karena itu menjaga masukan apapun yang tidak berasal dari kebenaran Firman adalah kewajiban utama kita. Kalau sampai ada dosa dan kejahatan maka segeralah selesaikan saat itu juga dengan pertobatan, agar kemudian jangan dosa itu yang akan mengalir keluar melalui perkataan dan perilaku kita.

Saudaraku terkasih, saya teringat dengan ranting pohon anggur yang buahnya diperik, ia akan kemudian menjadi kering. Bila dibiarkan akan membuat cabangnya akan ikut mengering. Karenanya petani akan melakukan pemotongan2 ranting2 bekas buah2 anggur itu berada. Itulah bahaya hati yang mulai berisi hal2 yang kotor dan tidak berguna, harus segera dipotong, dibuang dan dibakar. Sama seperti dosa jangan dibiarkan diam didalam hati karena itu akan merusak hidup kita.

Berikut 5 langkah untuk mengembangkan karakter kebajikan.

1. Saya mau melakukan apa yang benar dan mendorong orang lain bertindak serupa.

Orang yang hidup dalam kebajikan melakukan hal benar karena tidak memiliki hal lain di hatinya kecuali kebenaran. Perilakunya tidak dipengaruhi apapun diluar dirinya, karena ia menjaga isi hatinya dengan Firman maka yang keluar selalu kebenaran saja. Dan aliran Firman meniliki kuasa untuk menghidupkan, menyembuhkan, menghibur yang menjadikan perubahan akan terjadi pada mereka yang bersentuhan dengan dia.

2. Saya mau menjaga apa yang masuk melalui mata, telinga, pikiran, perasaan.

Panca indera adalah organ tubuh manusia yang menyerap segala informasi diluar tubuh kita. Kita harus menjaganya dengan sungguh2 dari hal2 jahat, kotor dan dosa yang akan masuk kedalam jiwa kita dan bila kemudian kita terima.sebagai kebenaran akan meluncur menjadi sistem kepercayaan yang mengotori hati. Apalagi yang berbentuk hiburan, karena pesannya bisa langsung masuk kedalam hati, karena panca indera dan jiwa dilengahkan oleh adanya ‘pleasure’ hiburan didalamnya. Sangat berhati2 memilih hiburan.

3. Saya akan belajar teguh pada prinsip kebenaran.

Iblis tidak pernah menggoda sebagai musuh, ia akan datang sebagai teman bahkan sahabat yang bicaranya lembut. Tetapi kita telah diberikan Firman dan tuntunan Roh Kudus sebagai pemandu hidup kita. Karenanya bersikaplah tegas menolak apapun yang dasarnya bukan kebenaran. Contoh yang paling besar saat ini adalah paham LGBTQ, yang jelas2 disebarkan melalui hiburan musik ataupun film. Jauhilah apapun yang bukan dari kebenaran.

4. Saya mau menjauhi segala sesuatu yang dapat merusak atau mencemari tubuh saya.

Tanggungjawab kita bukanlah pada apa yang menimpa kita tetapi apakah yang kita katakan dan perbuat, dan dari situlah masa depan kita dibangun. Yang paling sederhana saat seseorang mulai memperkenalkan tubuhnya dengan alkohol, narkoba atau pornografi, itu berarti ia sedang menanamkan hal2 berbahaya. Karena narkoba dan pornografi semua punya efek yang ‘menidurkan’ kesadaran jiwa dan langsung masuk ke hati dan memenuhinya hingga kemudian perilaku kita dikuasai penuh, dan hidup kita dihancurkan oleh buah2 perkataan dan perbuatan kita yang jahat. Satu2nya cara yang sudah Allah sediakan adalah isi pikiran dengan kebenaran Firman, hiduplah di lingkungan mereka yang mencintai Allah yang mengalirkan kasih dan kehidupan hingga makin dikuatkan. Dan belajarlah mendengar, mencintai dan mentaati pimpinan Roh Kudus yang telah tinggal didalam diri kita. Maka kita akan hidup dalam perlindungan Allah, dialiri kasih melalui perbuatan2 tulus saudara seiman dan terus memberikan dampak yang menghidupkan bagi dunia.

5. Saya mau memperlakukan orang lain sebagaimana saya ingin diperlakukan.

Perintah Tuhan Yesus adalah sebuah tindakan yang proaktif ketika berhadapan dengan sesama kita. Apa yang ingin orang lain lakukan terhadap kita, maka kita lakukan itu padanya terlebih dahulu. Sadarkah kita bahwa itu adalah perintah untuk menabur dan terus menabur kebaikan, dan membiarkan Allah yang akan mengambil alih mana yang tumbuh berkembang dan berbuah. Pada akhirnya kitalah yang akan menikmati buahnya atau bahkan orang banyak. Dan inilah esensi kebajikan yang tidak berpusat pada keinginan dan kesenangan diri, tetapi mengabdikan diri selama2nya untuk menabur dan terus menabur kebenaran saja.

Saudaraku terkasih, kalau manusia dengan kekuatannya melakukan kebajikan maka ia sendiri akan menjadi kering dan kebajikannya pasti berujung pada kepentingan diri, ini persis seperti ranting anggur yang akan kering setelah buahnya dipetik. Tuhan Yesus tidak pernah menyerahkan pekerjaan Allah di bumi ini bukan didasarkan kekuatan manusia tetapi aliran dari Allah sendiri. Semua sumbernya telah Allah sediakan, kita hanyalah bagian kecil memastikan saluran2 masuk kedalam diri hanya dialiri Firman, dan aliran2 keluar dari hati tidak ditutupi oleh sumbatan dosa, akar pahit, batin yang luka karena selalu diselesaikan dalam pertobatan. Bertahanlah terus dengan erat menempel pada Kristus, karena itulah cara satu2nya untuk bisa menjadi sama dengan Kristus.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 21

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 21

Hari 21 Jubah kesulungan (1) Shalom semua, hari ini dan beberapa hari kedepan kita akan sharing tentang jubah kesulungan.. 2 Raja – raja 2:9-15 => 9. Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu,...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 13

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 13

Hari 13 Perzinahan Shalom, hari ini saya ingin membagikan tentang perzinahan, banyak orang terikat dosa oleh kelemahan di bidang seks atau perzinahan. Kita mau sama2 belajar kenapa seseorang bisa jatuh dalam perzinahan, bahkan tiga orang Ter ….. dalam Alkitab bisa...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 3

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 3

Hari 3 SAYAP Shalom, puji Tuhan, hari ini saya mau berbagi tentang sebuah teguran Tuhan untuk saya, yaitu tentang sayap, dalamAmsal 1:17 => Sebab percumalah jaring dibentangkan di depan mata segala yang bersayap,Dikatakan “segala yang bersayap” itu, tidak bisa...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *