ST2, V

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 49

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 50

Sikap bersyukur dan berterimakasih.

Matius 22:19-21 (TB)  Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. 

Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?”

Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Sikap bersyukur didasari memiliki perasaan berhutang budi terhadap orang2 yang telah berjasa bagi kehidupannya. Ia akan bebas, siap, sigap, bersedia dan tidak menunda2 untuk secara terbuka menunjukkan penghargaan kepada mereka yang layak menerimanya.

Seseorang yang berterimakasih melihat jauh ke depan dan memusatkan diri pada pembelajaran dalam tiap situasi. Ia menyadari bahwa hidupnya dibangun oleh setiap peristiwa melalui banyak pribadi, seperti sebuah orkestra yang melibatkan jasa dan kebaikan begitu banyak orang dipimpin Allah sendiri. Rasa syukur dan terimakadih adalah wujud penghargaan yang tulus, untuk waktu, tenaga dan sumber daya yang tidak terhitung banyaknya yang diterimanya.

Akan banyak gangguan untuk menyatakan secara terbuka.ingkapan syukur dan terima kasih. Karenanya jangan menunda kesempatan untuk menunjukkan sikap berterimakasih ini. Orang akan diteguhkan untuk melakukan kebaikan. Sikap ini juga harus dilakukan di tempat kerja pada organisasi, gereja dimana kita menikmati banyak kebaikan2 orang lain.

Ada 5 tindakan nyata dari hati yang bersyukur:

1. Saya mau menunjukkan kepada orang tua, pemimpin dan pembina rohani saya bahwa saya menghargai mereka.

Seringkali kita terjebak pada perasaan bahwa perbuatan baik orang tua, pendeta, guru, pemimpin adalah hal yang biasa bahkan telah menjadi kewajiban mereka. Namun ketika kita menyadari pengorbanan, kasih mereka yang tak terhitung banyaknya selayaknya kita hormati. Biasakan mengucapkan “terimakasih”, sebagai penghargaan itu, jangan tahan2.

2. Saya mau mengirimkan ucapan, sebagai bentuk perhatian karena saya merasakan beruntung atas apa yang telah mereka lakukan. Kita bisa juga membuat cinderamata untuk momen2 khusus untuk orang2 yang berjasa itu.

3. Saya mau memelihara barang2 milik saya.

Inilah cara kita mensyukuri dan menghargai pemberian. Merawat, membersihkan dan menata mereka adalah bentuk syukur dan penghargaan.

4. Saya mau puas terhadap apa yang saya miliki.

Kita harus melihat esensi dari milik kita bukan karena mahal dan mewahnya. Tanpa rasa syukur dari apa yang telah kita miliki, maka tidak akan pernah puas terhadap apa yang akan dimilikinya nanti. Rasa puas akan mendatangkan damai sejahtera dan sukacita dan rasa hormat pada Allah yang telah memelihara kehidupan kita.

5. Saya akan menghitung keuntungan bukan kerugian saya.

Bila kita hanya memandang hal2 negatif dalam hidup akan patah semangat bahkan kepahitan dalam hatinya. Namun bila kita terus fokus pada kasih Allah, hal2 yang bermanfaat dan bahkan keuntungan2 dibalik masalah yang telah dilalui, akan menyuburkan rasa syukur.

Saudaraku terkasih, sebagai anak2 Allah harus belajar melihat kehidupan dengan prespektif Bapa kita. Kita hidup 70-80 tahun, tetapi Bapa kita mempersiapkan untuk kehidupan ABADI bersama Allah. Seperti seoran coach yang harus melatih pemain2nya agar siap untuk suatu pertandingan besar. Sehingga kadang dibutuhkan teguran, latihan yang berat dan sakit akan memunculkan otot2 iman kita. Bahkan diperlukan pertadingan2 uji coba.

Cobalah lakukan ini, buatlah gambar pohon yang diumpamakan hidup kita pribadi. Buatlah daun2nya adalah orang2 yang telah berkorban untuk hidup kita. Tulis nama mereka dan apa yang telah mereka lakukan. Kemudian sudahkan kita bersyukur dan menyatakan terimakasih kita secara nyta pada mereka ?

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 22

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 22

Hari 22 Jubah Kesulungan (2). Lalu apa yang perlu kita lakukan, agar kita bisa mendapatkan dan memakai jubah kesulungan itu? Marilah kita sama2 belajar,Maleakhi 1:1-5 => Ucapan ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi. “Aku mengasihi kamu,”...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 14

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 14

Hari 14 Peperangan Rohani (1) Saya percaya bahwa setiap dari kita pasti rindu keluarganya dilawat Tuhan, kota kita dipulihkan, bangsa kita diberkati, hidup kita dipulihkan tapi semua itu tidak mungkin terjadi tanpa sebuah peperangan, peperangan kita bukanlah melawan...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 1

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 1

Hari 1 Tempe dan Tuhan (kisah nyata seorang ibu dari Magelang) Di suatu desa hiduplah seorang ibu penjual tempe.Tak ada pekerjaan lain yg dpt dia lakukan sbg penyambung hidup.Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dr bibirnya.Ia jalani hidup dgn riang “Jika...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *