ST2, V

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 4

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 4

Waspadalah terhadap ketamakan.

Lukas 12:15 (TB)  Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

Tamak adalah mengambil sesuatu yang Allah putuskan untuk tidak memberikannya pada kita. Hidup dalam ketamakan akan melihat orang lain adalah mangsa, yang bisa diambil apapun milik dan kapasitasnya untuk memuaskan hawa nafsu kita. Meski itu harus dilakukan secara culas dan licik bahkan harus berpura2 menjadi seorang pemimpin agama dan pelayan umat  sekalipun. Orang tamak lupa bahwa tujuan akhir dari kehidupan adalah surga, kelimpahan di dunia tidak berguna bila tidak ditabur kedalam kehidupan orang2 lain dan memperoleh kekayaan sorga.

Dan ketamakan yang menginginkan milik orang lain, meski ia berhasil mendapatkannya tetapi itu tidak akan menyelamatkannya, karena hidup manusia tidak bergantung dari kekayaan nya.

Ikuti kisah ini untuk merenungkannya.

Ada seorang petani yang menjual satu kilo mentega ke tukang roti. Suatu hari tukang roti memutuskan untuk menimbang mentega untuk melihat apakah dia mendapatkan jumlah yang tepat, dan setelah ditimbangnya ternyata, tidak. Marah tentang hal ini, ia membawa petani itu ke pengadilan.

Hakim bertanya kepada petani apakah dia menggunakan ukuran tertentu atau apa pun untuk menimbang mentega. Petani itu menjawab, “Hormat hakim yang mulia, saya orang bodoh dan sederhana,  primitif. Saya tidak memiliki ukuran yang tepat, tetapi saya memiliki skala.”

Hakim bertanya, “Lalu bagaimana Anda menimbang mentega?”

Petani itu menjawab;

“Yang Mulia, jauh sebelum tukang roti mulai membeli mentega dari saya, saya telah membeli satu kilo roti darinya. Setiap hari ketika tukang roti membawa roti, saya menimbangnya dan memberinya berat mentega yang sama. Jika ada yang harus disalahkan, itu adalah tukang roti.”

Kalau semua orang menyadari bahwa masa depannya adalah di sorga, maka mereka tidak hidup untuk mengejar2 kekayaan dunia apalagi dengan jahat dan culas, tetapi hanya akan menimbun kekayaan sorgawi yang akan dinikmatinya bersama Tuhan di kekekalan.

Ingatlah pertanyaan ini : sekaya apa saya dihadapan Allah ?

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 22

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 22

Hari 22 Jubah Kesulungan (2). Lalu apa yang perlu kita lakukan, agar kita bisa mendapatkan dan memakai jubah kesulungan itu? Marilah kita sama2 belajar,Maleakhi 1:1-5 => Ucapan ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi. “Aku mengasihi kamu,”...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 14

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 14

Hari 14 Peperangan Rohani (1) Saya percaya bahwa setiap dari kita pasti rindu keluarganya dilawat Tuhan, kota kita dipulihkan, bangsa kita diberkati, hidup kita dipulihkan tapi semua itu tidak mungkin terjadi tanpa sebuah peperangan, peperangan kita bukanlah melawan...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 1

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 1

Hari 1 Tempe dan Tuhan (kisah nyata seorang ibu dari Magelang) Di suatu desa hiduplah seorang ibu penjual tempe.Tak ada pekerjaan lain yg dpt dia lakukan sbg penyambung hidup.Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dr bibirnya.Ia jalani hidup dgn riang “Jika...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *