I, ST2

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 39

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 40

Menghidupi manusia roh setelah kelahiran kembali dengan hidup menggunakan karunia2 Roh.

Yohanes 3:5-7 (TB)  Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

Kemarin saya mengikuti sebuah talk show dari seorang Srikandi Hakim Kristen di Indonesia. Menarik sekali prinsip hidupnya, ia hidup dengan memperhatikan kebenaran Firman, menanamkan dalam hatinya dan taat dan setia melakukannya hingga menjadi kebiasaan sampai membentuk karakter. Dari apa yang diamatinya mayoritas orang kristen bukanlah melakukan apa yang diketahuinya tentang kebenaran Firman. Tidak ada integritas dari yang diketahui, dikatakan dan dilakukan. Firman sekedar menjadi pengetahuan dan menjadi ucapan2 saja.

Saudaraku terkasih, ketika kita telah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, maka kita akan memulai perjalanan manusia roh kita yang ditandai dengan bebagai karunia2 Roh. Itu semua dianugerahkan Allah bertujuan untuk menghasilkan buah2 pertobatan. Kedalam menghasilkan transformasi jiwa dan karakter Kristus dan keluar menghasilkan kesaksian dan pewartaan Injil. Sehingga karunia2 itu hanya akan berguna dan menghasilkan buahnya ketika kita melangkah menghidupi Firman dan tuntunan Roh Kudus, serta masuk kedalam pelayanan dan pewartaan Injil. Ketaatan berada di area2 itulah maka akan membawa kita pada kedewasaan manusia roh kita, kedewasaan jiwa dan kedisiplinan tubuh kita.

Cerita inspiratif berikut menolong kita memahaminya.

“Seorang ibu dan bayi onta berbaring di bawah pohon.

Kemudian bayi onta itu bertanya, “Mengapa onta punya punuk?”

Induk onta menjelaskan hal ini dan berkata, “Kita adalah hewan gurun sehingga kita memiliki punuk untuk menyimpan air sehingga kita dapat bertahan hidup dengan sangat sedikit air.”

Bayi onta berpikir sejenak lalu berkata, “Oke … mengapa kaki kita panjang dan kaki kita bundar?”

Sang ibu menjawab, “Kaki-kaki itu dimaksudkan untuk berjalan di padang pasir.”

Bayi itu berhenti bertanya sebentar. Kemudian anak onta itu bertanya, ‘Mengapa bulu mata kita panjang? Terkadang mereka menghalangi saya. “

Sang ibu menjawab, “Bulu mata tebal panjang itu melindungi mata kita dari pasir gurun saat angin bertiup.”

Bayi onta itu berpikir dan berpikir. Lalu dia berkata, “Saya mengerti. Jadi punuk adalah untuk menyimpan air ketika kita berada di padang pasir, kaki untuk berjalan melewati padang pasir dan bulu mata ini melindungi mata saya dari badai padang pasir lalu mengapa kita tinggal di Kebun Binatang? ‘”

Saudaraku terkasih, sering sekali anak-anak Allah tidak menghidupi anugerah yang telah di karuniakan pada kita untuk kita gunakan sesuai dengan rancangan Allah. Semua itu disediakan untuk masuk kedalam kehidupan dengan tujuan mempraktekkan perintah2 Kristus. Anugerah itu akan menolong kita saat digunakan dengan tepat.

Namun sayang tidak banyak yang berani hidup sesuai kebenaran Firman dan tuntunan Roh Kudus. Bahkan banyak yang tidak pernah mau mendengar apalagi memperhatikan dan menyimpan dalam hatinya kebenaran Firman. Apalagi dengan berani melakukannya ditengah tantangan arus dunia. Sehingga hidup kekristenannya tidak pernah berguna karena tidak menghasilkan buah.

Dan Tuhan Yesus dengan tegas mengatakan, ranting dan cabang yang tidak berbuah akan dipotong dan dibakar. Dan pohon yang tidak berbuah akan ditebang. Karena yang dicari Tuhan adalah buah bukan sekedar daun. Kekristenan bagi Kristus diukur dari keserupaan dengan Kristus, bukan dengan dunia. Hanya mereka yang hidupnya seperti Kristus saja yang akan diterima sebagai anak-anak Allah, karena merekalah yang mengasihi Kristus dan meneladani Kristus.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

No Results Found

The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *