III, ST2

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 38

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 38

Mengalahkan hasrat daging.

Roma 12:1-2 (TB)  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Kehidupan manusia di bumi adalah prosesi sementara di dunia yang akan dilanjutkan dalam kehidupan kekal karena manusia adalah makhluk yang diciptakan untuk kekekalan. Tubuhnya akan mati kembali menjadi debu, rohnya kembali pada Allah, Pengk 12:7. Dan yang bisa nembunuh jiwa hanyalah Allah sendiri, Mat 10:28. Sehingga jelaslah bahwa manusia akan berakhir tubuhnya di bumi ini dan jiwa serta roh nya kembali kepada Allah.

Sehingga FirmanTuhan memberikan petunjuk dengan jelas bahwa TUBUH adalah bagian yang harus dipersembahkan kepada Allah saat manusia masih hidup secara fisik, sedangkan akal budi (jiwa) harus terus menjalani proses pembaharuan (transformasi), sehingga dapat memahami kesempurnaan sebagaimana Allah yang sempurna. Dan jalannya hanya satu yaitu tidak menjadi sama dengan jalan dunia, tetapi mengikuti jalan Kristus sebagai teladan sempurna kita.

Manusia didalam Kristus tidak bisa hidup bagi diri sendiri dan bagi dunia ketika mereka mau diproses memiliki karakter Kristus. Karena mereka sudah dikuduskan, dipisahkan dan dikhususkan bagi Allah dan pekerjaan2-Nya. Sistem Kepercayaan dalam hatinya adalah Sistem Kepercayaan dari kebenaran Firman. Sehingga yang akan meluap keluar dari hatinya adalah aliran-aliran kehidupan dari Allah sendiri.

Kisah imajinatif berikut sangat menarik kita jadikan bahan renungan 

“Seorang pria berjalan ke puncak bukit untuk berbicara dengan Tuhan.

Pria itu bertanya, “Ya Tuhan, apa sejuta tahun untukmu?” Dan Tuhan berkata, “Satu menit.”

Lalu lelaki itu bertanya, “Tuhan, berapa juta dolar untukmu?” Dan Tuhan berkata, “Satu sen.”

Kemudian lelaki itu bertanya, “Ya Tuhan … apakah aku bisa punya satu sen?” Dan Tuhan berkata, “Tentu … sebentar lagi.”

Saudaraku terkasih, inilah yang selalu menjadi masalah mendasar dalam komunikasi kita dengan Allah. Perspektif kita adalah materi dan kefanaan, sedangkan bagi Allah perpektif -Nya adalah kesempurnaan dan kekekalan. Meski Kristus telah mengalami segala bentuk kefanaan dan mengerti benar keadaan manusia, tetapi bagi Allah yang terpenting tetap menghendaki manusia tidak binasa dalam masa kekekalan. Karena itulah Allah yang adalah Roh, menghendaki kita menyembah dan bersekutu bahkan berkomunikasi dengan roh kita.

Perhatikan 5 roti dan 2 ikan yang cukup dipakai makan sampai kenyang itu adalah roti ‘jelai’, roti rakyat miskin bukan roti mewah. Tetapi lihat Tuhan memakainya untuk mencukupi kebutuhan manusia (perhatikan kebutuhan bukan keinginan), bukan apa yang enak menurut dunia. Demikian Allah selama 40 tahun setiap pagi menyediakan ‘manna’ di padang gurun bagi seluruh bangsa dan mereka bisa kuat berjalan di padang gurun. Allah menyediakan ‘manna’ bukan makanan mewah mesir. Perhatikan bagi Allah kebutuhan tubuh memang benar harus dipenuhi, tetapi bukan untuk kenikmatan secara dunia, tetapi melaluinya untuk mentransformasikan jiwa dan menumbuhkan manusia roh hingga melahirkan karakter Kristus. Pemenuhan kebutuhan daging harus menjadi alat agar jiwa ditransformasikan dan manusia roh didewasakan, yang berujung pada wujud karakter Kristus yang muncul dalam perkataan dan perilaku anak2-Nya.

Tetap semangat dalam terus menikmati dan mensyukuri campur tangan Allah dalam hidup kita 

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 21

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 21

Hari 21 Jubah kesulungan (1) Shalom semua, hari ini dan beberapa hari kedepan kita akan sharing tentang jubah kesulungan.. 2 Raja – raja 2:9-15 => 9. Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu,...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 13

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 13

Hari 13 Perzinahan Shalom, hari ini saya ingin membagikan tentang perzinahan, banyak orang terikat dosa oleh kelemahan di bidang seks atau perzinahan. Kita mau sama2 belajar kenapa seseorang bisa jatuh dalam perzinahan, bahkan tiga orang Ter ….. dalam Alkitab bisa...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 3

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 3

Hari 3 SAYAP Shalom, puji Tuhan, hari ini saya mau berbagi tentang sebuah teguran Tuhan untuk saya, yaitu tentang sayap, dalamAmsal 1:17 => Sebab percumalah jaring dibentangkan di depan mata segala yang bersayap,Dikatakan “segala yang bersayap” itu, tidak bisa...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *