II, ST2

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 30

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 30

Masuk dalam kemanunggalan dengan Kristus melalui Perjamuan Kudus.

Matius 26:26b-27 (TB)  Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”

Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.

Seringkali kita merenungkan apakah perbedaan kita umat Tuhan dengan mereka yang tidak percaya? Tidak ada  ! Kalau kita lihat dari apa yang kita miliki atau apapun yang berasal dari diri kita (manusia). Kita sama persis dengan manusia lainnya. Lalu mengapa kita diterima menjadi anak2 Allah yang berhak menerima warisan Kerajaan-Nya ? 

Perjamuan Kudus adalah sakramen yang diajarkan Tuhan Yesus sendiri, dimana secara fisik kita bisa merasakan melalui roti dan anggur, kita telah menjadi satu dengan kematian dan kebangkitan Kristus, sehingga Tubuh dan Darah Yesus itu menyatu (manunggal) dengan diri kita. Hingga didalam diri anak2 Allah memiliki didalam dirinya Benih Illahi, melalui kehadiran Roh Kudus. Dan inilah yang membedakan anak2 Allah dengan anak2 dunia.

Menjadi anak2 Allah dimulai dari dalam, yaitu Allah merubah hati kita, membangun kembali Bait-Nya dari kedalaman batin kita. Dari sanalah Allah mewujudkan karakter Kristus, ketika anak2-Nya mau belajar taat dan setia dengan Firman dan tuntunan Roh Kudus.

Cerita berikut ini kiranya menolong kita merenungkannya.

Seorang pembicara terkenal memulai seminar dengan mengangkat uang seratus ribu baru. Di ruangan yang penuh dengan orang-orang ia bertanya apakah ada yang mau memiliki uang 100 rb-nya. Tangan di ruangan mulai naik. Dia meremas dan menghancurkan uang dan bertanya kepada orang banyak apakah ada yang masih tertarik untuk memiliki uang itu. Tangan masih terangkat, bahwa orang-orang masih menginginkan uang 100 rb itu meski telah kusut.

Dia kemudian menjatuhkan lembaran uang di tanah dan mulai menggilingnya ke lantai dengan sepatunya. Dia mengambil, sekarang uang kertas 100 rb kusut dan kotor. “Apakah ada yang masih menginginkan tagihan?” Tanyanya. Tetap saja tangan-tangan itu terangkat.

Pembicara berkata, “Hari ini kita semua telah belajar pelajaran yang berharga. Tidak peduli apa yang saya lakukan pada uang, Anda tetap menginginkannya karena tidak kehilangan nilainya.”

“Sering kali dalam kehidupan kita, kita dijatuhkan, diremas, dan dihancurkan oleh keputusan yang kita buat dan keadaan yang menghadang kita. Kita mungkin merasa seperti kita tidak berharga; tetapi tidak peduli apa yang terjadi atau apa yang akan terjadi, Anda tidak akan pernah kehilangan nilai Anda.”

Allah Bapa kita akan tetap dan terus memandang anak2-Nya berharga, ketika didalam diri mereka mengalir dan menyatu dengan tubuh dan darah Kristus, ketika didalam diri mereka Firman dan Roh Kudus diterima dan ditaati. Itulah nilai berharga kita, yaitu kemelekatan pada Firman dan Roh Kudus.

Sehingga kotor atau bersih, kusut atau berkerut halus, kita sangat berharga. Nilai hidup kita berasal dari bukan pada apa yang kita lakukan atau siapa yang kita kenal, tetapi oleh siapa kita diciptakan dan oleh pengorbanan Kristus yang kita imani dan terima sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita.

Saudaraku marilah kita hidup sebagai pribadi yang berharga dan dikasihi Allah. Tubuh, Jiwa dan Roh manusia kita telah dibayar lunas dengan darah Yesus, janganlah kita pakai untuk hal2 yang sia2, tetapi pakailah hanya bagi kemuliaan-Nya.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Hari 25 Jubah Kesulungan (5) Cara untuk memperoleh anugerah Jubah Kesulungan berikutnya adalah : 2.Mendapatkan impartasi dari orang lain. Kita bisa baca di Kejadian 27:1-46 disitu diceritakan bahwa Yakub menipu Ishak. Sebelum kejadian 27 Esau sudah menjual hak...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 18

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 18

Hari 18 Mengapa kita perlu Roh Tuhan dalam hidup kita? Kejadian 1:1-4 => Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah:...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 16

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 16

Hari 16 Perang Rohani (3) bagian terakhir. Struktur Alam Roh. Kita mesti serius dengan apa yang Tuhan kehendaki, kita harus kerjakan juga dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan. Ini menyangkut banyak hal. Adam melakukan satu tindakan, ia melanggar yang Tuhan...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *