I, ST2

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 3

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 3

Tetap bersukacita dalam segala hal.

Matius 5:11-12 (TB)  Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

Bagaimana mungkin kita bisa bersukacita ditengah fitnah, kejahatan dan aniaya yang menimpa kita ? Tuhan Yesus memberikan jalan keluar pada prespektif bagaimana kita melihat, mendengar atau merasakan peristiwa tersebut. Karena bukan peristiwanya yang mempengaruhi kita tetapi apa yang kita respon dari peristiwa itu yang mempengaruhi hidup kita.

Ketika kita mengalihkan mata dari penderita pada upah besar yang disediakan Tuhan maka makna penderitaan itu akan berubah. Bukan kita melemah dan takut tetapi kita makin bergairah dan bersemangat menghadapinya.

Kisah berikut menolong kita merenungkannya.

Ketika sekelompok katak bepergian melalui hutan, dua dari mereka jatuh ke lubang yang dalam. Ketika katak-katak lain berkerumun di sekitar lubang dan melihat seberapa dalam, mereka memberi tahu kedua katak itu bahwa tidak ada harapan lagi bagi mereka.

Namun, kedua katak memutuskan untuk mengabaikan apa yang dikatakan orang lain dan mereka terus mencoba dan melompat keluar dari lubang.

Terlepas dari upaya mereka, kelompok katak di bagian atas lubang masih mengatakan bahwa mereka harus menyerah. Bahwa mereka tidak akan pernah berhasil.

Akhirnya, salah satu katak memperhatikan apa yang dikatakan katak2 lain dan dia menyerah, jatuh ke kematiannya. Katak yang lain terus melompat sekuat tenaga. Sekali lagi, kerumunan katak berteriak kepadanya untuk menghentikan rasa sakit dan mati begitu saja.

Dia melompat lebih keras dan akhirnya berhasil. Ketika dia keluar, katak lainnya berkata, “Apakah kamu tidak mendengar kami?”

Katak itu menjelaskan kepada mereka bahwa dia sedikit tuli. Dia pikir mereka mati2an menyemangati, mendorongnya sepanjang waktu.

Segala hal yang terjadi  menimpa kita itu bukan tanggungjawab kita, karena kita tidak punya kendali atas segalanya. Tetapi kita pasti bisa mengendalikan apa yang kita katakan, putuskan dan lakukan meresponinya, inilah hal2 yang akan kita pertanggungjawabkan dihadapan Tuhan. Dan atas apa yang kita katakan dan lakukan itulah Tuhan tahu seberapa bulat kita percaya pada Allah. Bahwa Allah turut serta dalam segala peristiwa untuk mendatangkan kebaikan bagi anak2-Nya saat kita meresponi dengan benar, sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan cara itulah permata2 kehidupan itu bisa muncul bahkan dari tekanan2 hidup yang paling pahit, karena Allah turut bekerja saat kita meresponi peristiwa itu melalui Roh Kudus dan Firman yang kita simpan didalam hati kita. Kuasa Firman dan Roh Kuduslah yang menjadikan segala hal itu menghasilkan kemuliaan dan kehendak Allah dinyatakan.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

No Results Found

The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *