IV, ST2

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 29

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 29

Mengampuni orang yang bersalah pada kita.

Matius 18:21-22 (TB)  Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”

Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Ketika Tuhan Yesus di bumi yang adalah milik-Nya sendiri, karena bumi diciptakan oleh Firman, tetapi Tuhan begitu banyak ditolak, disalah mengerti bahkan menderita sengsara untuk segenap kasih dan kebaikan yang Yesus berikan. Dosa telah merusak dan menjadikan bumi tempat yang subur untuk kejahatan, dimanapun kita berada, selalu ada orang2 yang begitu jahat yang memiliki keinginan hanya berbuat jahat saja.

Tuhan Yesus memberikan perintah bagaimana harus memperlakukan mereka yang berbuat jahat/dosa kepada kita, dengan pengampunan tanpa batas. Serta mengajarkan bahwa pembalasan bukanlah hak kita tetapi milik Allah. Coba renungkan posisi kita ketika orang berdosa terhadap diri kita, bila kita membalasnya maka dosa itu akan menjadi semakin besar dan kerusakannya semakin besar pula. Bila kita terima dan tidak mengampuni, maka kemarahan kita yang tersimpan akibatnya akan merusak kehidupan kita karena dendam itu bisa melukai banyak orang2 lain di sekitar kita. Dan kita kehilangan kesempatan untuk menjadi alat Allah mewartakan (mempraktekkan) kasih.

Sehingga satu2nya jalan keluar adalah melepaskan pengampunan dan mendoakan sungguh2 agar mereka memperoleh anugerah dari Allah untuk mengembangkan karakter2 Kristus hingga tidak lagi memiliki keinginan berbuat dosa/jahat lagi.

Kisah inspiratif berikut akan menolong kita.

Pria yang bijak dan sukses membeli rumah yang indah dengan kebun besar. Tapi, tidak semua senang untuknya. Seorang lelaki yang iri hati tinggal di sebuah rumah tua di sebelahnya. Dia terus-menerus berusaha membuat tetangganya yang tinggal di rumah yang indah itu sesedih mungkin. Dia membuang sampah di bawah gerbangnya dan membuat hal-hal buruk lainnya.

Suatu hari, lelaki bijak itu bangun dengan suasana hati yang baik dan pergi ke teras untuk melihat ember-ember sampah yang dibuang di sana. Pria itu mengambil ember, membersihkan terasnya. Dia membawa ember dan pergi untuk mengetuk pintu tetangganya yang iri.

Tetangga yang iri itu mendengar ketukan di pintu dan dengan gembira berpikir, “Aku akhirnya mendapatkannya!”. Dia membuka pintunya dan siap untuk bertengkar dengan tetangganya yang sukses itu. Namun orang bijak itu memberinya seember apel yang baru dipetik dan berkata, “Saya mengasihi saudara, dan saya selalu rindu berbagi karena kasih itu memberi, Tuhan memberkati saudara.”

Saudaraku, apakah kita telah dipenuhi oleh kasih Allah didalam hati kita ? Sehingga bukan apa yang kita alami, dan bukan yang kita ingini yang kita lakukan, tetapi apa yang Allah rindukan mengalir dari kehidupan kita yang kita lakukan, yaitu kasih. Dan kasih Allah telah mengampuni kita, maka kitapun harus mengampuni, dan ingat : bila kita tidak mengampuni maka Allah tidak akan mengampuni kita. Marilah kita hidup dalam kualitas kasih Allah, mintalah agar Roh Kudus terus mengalirkan-Nya dalam hati kita, dan kita dengan lancar mengalirkannya untuk sesama dan semesta.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 20

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 20

Hari 20 Kematian rohani. Kematian rohani lebih mengerikan dari pada kematian jasmani, orang yang mati jasmani, dia selesai, tapi orang yang mati rohaninya, mati urapannya, mati passionnya, dia akan menularkan ke yang lain, karena orang ini secara fisik masih hidup,...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 15

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 15

Hari 15 Peperangan Rohani (2) Kemarin kita sudah belajar tentang perhitungan Tuhan dan sekarang kita akan masuk lebih dalam lagi. Zakaria 3:1=> Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 5

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 5

Hari 5 Pornografi Rohani atau Keintiman Rohani Suatu kali Tuhan menegur kepada seorang pendeta dengan berkata “Aku sudah melihat pelayananmu, sekarang apakah kamu ingin melihat pelayanan-KU?” Ada perbedaan antara aktifitas 'pelayanan' yang Tuhan kerjakan dan yang...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *