III, ST2

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 27

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 27

Hidup sebagaimana Kristus, menggenapi Hukum Taurat.

Matius 5:17 (TB)  “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Perjanjian Allah dengan manusia dinyatakan dalam 3 periode yang berbeda. Pertama dengan keluarga Adam dan Hawa. Kedua, kepada bangsa Israel dan ketiga, kepada seluruh manusia. Ketiganya memiliki landasan yang sama yaitu Hukum Kasih kepada Allah dan kasih kepada manusia. Secara khusus anugerah kebenaran dalam Kristus memberikan manusia kemampuan untuk melaksanakan perintah2-Nya hingga perintah2-Nya itu tidak berat, 1 Yoh 5:3b. 

Sehingga didalam Kristus, orang percaya masuk kedalam setiap inti persoalannya, yaitu melakukan perintah2-Nya dilakukan sejak tersirat didalam hati sudah diselesaikan oleh kehadiran Firman dan pimpinan Roh Kudus, jauh sebelum keluar menjadi perkataan apalagi tindakan. Ini adalah esensi perubahan manusia, yaitu didalam kedalaman terdalam kemanusiaannya, yaitu roh (hati) manusia yang dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Karena daging melahirkan daging dan hanya Roh melahirkan perkara2 Roh, Yoh 3:6.

Seharusnya hidup kita tidak lagi berpusat pada cover luar (manusia daging)-nya, baik penampilan, kekayaan, atau kenikmatan duniawi, tetapi akan apa yang ada didalamnya yaitu bagaimana manusia roh kuta terus bertumbuh menjadi dewasa.

Cerita berikut kiranya menolong kita merenungkannya 

Sekelompok alumni yang sangat mapan berkumpul untuk mengunjungi profesor universitas dimana mereka kuliah dahulu. Percakapan di antara mereka segera berubah menjadi keluhan tentang pekerjaan dan kehidupan mereka yang penuh tekanan. Profesor itu pergi ke dapurnya dan kembali dengan sepoci besar kopi dengan bermacam-macam cangkir, termasuk porselen, plastik, gelas, kristal, beberapa tampak sederhana, beberapa mahal dan beberapa indah. Profesor itu menyuruh mereka mengambil sendiri2 kopinya.

Setelah semua siswa membawa secangkir kopi di tangan mereka, profesor itu berkata, “Apakah Anda memperhatikan semua cangkir yang tampak bagus diambil dan hanya yang murah yang tertinggal. Meskipun normal bagi semua orang untuk menginginkan yang terbaik untuk diri mereka sendiri, tetapi itu adalah sumber masalah dan stres dalam hidup Anda. “”Cangkir itu sendiri tidak menambah kualitas kopi. Dalam sebagian besar kasus, itu hanya menjadikan lebih mahal dan menyembunyikan apa yang kita minum,” lanjut profesor.

“Apa yang benar-benar kalian inginkan adalah kopi, bukan cangkir, tetapi kalian semua secara sadar mencari cangkir yang mahal dan mulai memperhatikan cangkir masing-masing.”

“Mari kita perhatikan bahwa hidup adalah kopi dan pekerjaan, rumah, mobil, benda, uang, dan posisi adalah cover luarnya saja. Jenis gelas yang kita miliki, tidak mendefinisikan atau mengubah kualitas hidup kita.”

Saudaraku terkasih, hidup didalam perjanjian Baru, adalah hidup dengan standar sempurna karena kematian Kristus dan kehadiran Roh Allah telah tersedia. Itulah jaminan kita bisa berubah dari dalam, bukan hanya membersihkan hal2 diluar yang kelihatan. Nilai hidup kita bukan hanya dilihat dari apa yang kita lakukan, tetapi bagaimanakah isi hati kita, yaitu motivasi terdalamnya. Ingat kita telah diberikan Roh Kudus, Darah Yesus yang penuh kuasa yang menghidupkan kembali manusia roh kita untuk melekat dan menerima kuasa Allah hingga mampu melakukan perintah2 Kristus.

Kita terkadang  gagal menikmati kopi dengan hanya berkonsentrasi pada cangkir yang kita miliki. Meraih sebuah kebahagiaan sejati bukan berarti segala sesuatu di sekitar kita sempurna. Itu berarti kita telah memutuskan untuk melihat melalui ketidaksempurnaan (manusia daging) untuk menemukan kedamaian. Padahal kedamaian itu sudah ada di dalam diri kita, bukan dalam karier, pekerjaan, atau rumah yang kita miliki. Tetapi pada ketertundukan pada Firman dan ketaatan pada pimpinan Roh Allah. Kalau Roh Tuhan mempercayakan segala kekayaan, kekuasaan dan harta dunia, semua itu dipakai Allah untuk membentuk manusia Roh kita semakin dewasa mewujudkan Kristus. Kedamaian sudah penuh tersedia, dan kuasa untuk menghidupinya, tinggal apakah kita memilihnya sebagai cara hidup kita, atau kita terus mencari kebahagiaan semu dan palsu didalam kedagingan kita.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 21

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 21

Hari 21 Jubah kesulungan (1) Shalom semua, hari ini dan beberapa hari kedepan kita akan sharing tentang jubah kesulungan.. 2 Raja – raja 2:9-15 => 9. Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu,...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 13

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 13

Hari 13 Perzinahan Shalom, hari ini saya ingin membagikan tentang perzinahan, banyak orang terikat dosa oleh kelemahan di bidang seks atau perzinahan. Kita mau sama2 belajar kenapa seseorang bisa jatuh dalam perzinahan, bahkan tiga orang Ter ….. dalam Alkitab bisa...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 3

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 3

Hari 3 SAYAP Shalom, puji Tuhan, hari ini saya mau berbagi tentang sebuah teguran Tuhan untuk saya, yaitu tentang sayap, dalamAmsal 1:17 => Sebab percumalah jaring dibentangkan di depan mata segala yang bersayap,Dikatakan “segala yang bersayap” itu, tidak bisa...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *