III, ST2

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 26

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 26

Hidup mengalahkan hasrat daging.

Roma 12:1 (TB)  

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 

Orang menjadi malas karena hidupnya dikuasai oleh jiwanya yang malas, dan jiwa yang malas makin dikuatkan oleh tubuh (daging) nya yang menikmati kemalasan. Lingkaran keinginan daging dan jiwa ini akan terus saling menguatkan yang akan melumpuhkan kehendak dan gairah. Ujungnya adalah orang malas selalu menemukan cara berpikir, cara menata emosi bahkan merangkai2kan masa depan selaras dengan kemalasannya. Meski itu adalah suatu hal yang tidak masuk akal dan tidak akan pernah terwujud.

Berbeda dengan mereka yang hidup dalam Kristus, yang merasakan betapa hidup adalah sesuatu yang begitu berharga, hingga Kristus rela mati untuk itu. Menjalani hidup menjadi tidak sembarangan, tetapi sangat menghargai dan menghormati kehidupan, hingga selalu membuka diri untuk belajar, mengerti kebenaran dan taat pada pimpinan Roh Kudus. Mereka akan hidup dalam kegairahan yang tinggi, tidak membiarkan dirinya dikuasai kemalasan dan keinginan2 daging yang merusak hidupnya.

Salah satu cara menguji apakah kita benar2 menghayati iman dalam Kristus adalah sikap kegairahan. Apakah kita memiliki gairah setiap harinya? Apakah kita selalu merasakan betapa masih banyak hal yang bisa kita lakukan dengan cara yang lebih baik? Kita selalu pada situasi yang terus berlomba dengan diri sendiri nenjadi semakin berbuah, bermakna dan sempurna. Meski kita menyadari akan segala keterbatasan kita, tetapi kita terus hidup semaksimal yang bisa kita lakukan, dengan terus bergantung pada kuasa Firman dan Roh Kudus yang bekerja dari dalam hati kita yang tidak terbatas.

Kisah berikut kiranya menolong kita untuk merenungkannya.

Menunggu bunuh dirinya kelinci.

Pernah di suatu tepi hutan, hidup seorang petani malas yang tidak menikmati bekerja keras di ladang. Dia menghabiskan waktu berhari-hari tidur di bawah pohon. Suatu hari, ketika dia sedang beristirahat di bawah pohon, rubah datang mengejar kelinci. Ada bunyi keras yang nyaring – kelinci itu menabrak pohon dan mati.

Petani itu mengambil kelinci yang mati dan membawanya pulang, kelinci yang mati karena dikejar2 rubah itu. Petani itu makan kelinci untuk makan malam dan menjual bulunya di pasar. Petani itu berpikir, “Jika saya bisa mendapatkan kelinci seperti itu setiap hari, saya tidak akan pernah harus bekerja lagi.”

Hari berikutnya, petani itu kembali ke pohon dan menunggu kelinci lain mati dengan cara yang sama. Dia melihat beberapa kelinci, tetapi tidak ada yang berlari ke pohon seperti sebelumnya. Memang, itu adalah kejadian yang sangat langka, tetapi petani itu tidak menyadarinya. “Oh, baiklah,” pikirnya riang, “selalu ada besok.” Karena, dia hanya menunggu kelinci menabrak pohon dan mati, dia tidak memberikan perhatian pada bidang pertaniannya. Gulma tumbuh di sawahnya. Segera, petani itu kelaparan ketika dia kehabisan berasnya dan tidak pernah menangkap kelinci lainnya juga.

Saudaraku terkasih, manusia tidak dirancang untuk dipimpin oleh keinginan tubuh (daging)nya. Jiwa yang telah rusakpun tidak akan membawa manusia pada kebenaran karena dosa yang telah membentuknya. Maka pemimpin bagi manusia tinggal roh-nya. Namun tanpa Kristus dan Roh Kudus, maka roh manusia tidak akan memiliki kapasitas memimpin juga. 

Bagi umat Allah, roh manusia telah dihidupkan melalui sentuhan Kasih Kristus, tetapi jiwanya masih belum dirubah sesuai dengan manusia rohnya. Hanya melalui pemuridan yang penuh kedisiplinan dan kesungguhan, jiwa manusia akan mengalami proses pembaharuan dari hari ke sehari menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Kristus akan membentuk ulang kita tidak dengan cara menunggu hal-hal baik datang tanpa melakukan apa-apa. Karena sebagaimana Allah yang bekerja, Kristus yang terus berkarya dan Roh Kudus yang tidak pernah berhenti bekerja, demikian seharusnya kita anak2 Allah. Jangan membiarkan hidup kita hanya berhenti menerima anugerah keselamatan tetapi marilah dengan penuh gairah kita melanjutkan proses menuju kesempurnaan dengan disiplin, kerja keras dalam pimpinan Firman dan Roh Kudus.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 21

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 21

Hari 21 Jubah kesulungan (1) Shalom semua, hari ini dan beberapa hari kedepan kita akan sharing tentang jubah kesulungan.. 2 Raja – raja 2:9-15 => 9. Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu,...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 13

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 13

Hari 13 Perzinahan Shalom, hari ini saya ingin membagikan tentang perzinahan, banyak orang terikat dosa oleh kelemahan di bidang seks atau perzinahan. Kita mau sama2 belajar kenapa seseorang bisa jatuh dalam perzinahan, bahkan tiga orang Ter ….. dalam Alkitab bisa...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 3

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 3

Hari 3 SAYAP Shalom, puji Tuhan, hari ini saya mau berbagi tentang sebuah teguran Tuhan untuk saya, yaitu tentang sayap, dalamAmsal 1:17 => Sebab percumalah jaring dibentangkan di depan mata segala yang bersayap,Dikatakan “segala yang bersayap” itu, tidak bisa...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *