II, ST2

Buku Saat teduh 2 Bagian 6 – Part 12

by | Feb 3, 2024 | 0 comments

Hari 12

Hidup berdamai dengan sesama.

Matius 5:23-25 (TB)  Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

Sebagian besar kita memiliki banyak alasan untuk tidak dapat hidup berdamai dengan sesama yang kita sakiti atau menyakiti kita. Pikiran kita selalu mengingat bahwa orang itu telah melakukan kesalahan yang jauh lebih besar dibanding dengan kesalahan yang kita lakukan pada mereka. Ketika fokus kita pada manusia, sering kita tidak menyadari bagaimana peran Allah dalam situasi terjadinya kesalahan itu. Bukan kita yang seharusnya memposisikan sebagai hakim, tetapi Allah adalah Hakimnya. Sehingga masalahnya bukan seberapa kecil kesalahan kita pada sesama, tetapi seberapa dosa dan kesalahan saya pada Allah.

Bahkan kita sering kali dalam posisi tidak bisa mengetahui dengan pasti mengapa situasi tertentu dan orang2 tertentu menyakiti bahkan berbuat jahat pada kita. Ada banyak hal di dunia ini yang tidak bisa kita pilih, tetapi sebagai anak2 Allah kita bisa menaruh kepercayaan pada Allah Bapa kita, yang tidak akan mengijinkan hal2 sesulit dan seburuk apapun tanpa menghasilkan hal2 baik untuk anak2-Nya. Allah Bapa sangat serius pada perjalanan hidup anak2-Nya.

Sehingga apapun keadaannya, kita harus belajar menarik pelajaran2 yang bisa kita peroleh dari peristiwa2 itu yang menumbuhkan karakter Kristus dan mematikan karakter dosa dalam diri kita.

Cerita inspiratif berikut akan menolong kita untuk memahaminya.

Itu adalah salah satu musim dingin terdingin dan banyak hewan mati karena dingin. Landak, yang menyadari situasinya, memutuskan untuk berkumpul bersama untuk menghangatkan satu sama lain. Ini adalah cara yang bagus untuk melindungi diri dari dingin dan menjaga mereka tetap hangat; tetapi duri masing-masing melukai teman terdekat mereka.

Setelah beberapa saat, mereka memutuskan untuk menjauhkan diri, tetapi akibatnya, beberapa diantara mereka juga mulai mati karena kedinginan. Jadi mereka harus membuat pilihan: menerima duri teman mereka atau memilih mati. Dengan bijak, mereka memutuskan untuk kembali bersama. Mereka belajar untuk hidup dengan luka-luka kecil yang disebabkan oleh hubungan dekat dengan teman-teman mereka untuk menerima kehangatan kebersamaan mereka. Dengan cara ini akhirnya mereka bisa bertahan hidup.

Saudara terkasih, besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya, Ams 27:17. Untuk membentuk karakter menjadi semakin dewasa dalam Kristus, dibutuhkan interaksi yang dekat dengan sesama termasuk mereka yang menyebalkan dan membuat kita tersakiti. Karena hanya melalui merekalah, Allah akan membongkar segala sesuatu sifat2 buruk kita untuk digantikan dengan karakter Kristus. Melalui merekalah kita akan terlatih dan terbentuk menjadi pribadi2 baru.

Orang2 kristen di abad mula2 mengalami aniaya yang luar biasa, karena mereka diutus Tuhan ditengah2 masyarakat yang tidak mengenal Allah. Tetapi penderitaan itu justru menguduskan mereka, membuat mereka berhenti berbuat dosa, 1 Ptr 4:1.

Inilah konsep mendasar yang berbeda dengan cara2 agama, meninggalkan dunia untuk menyucikan diri. Kristus mengutus kita masuk kedalam dunia sebagai utusan2-Nya untuk mewartakan Injil dan dikuduskan.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

No Results Found

The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *