ST1, V

Buku Saat teduh 1 Bagian 5 – Part 78

by | Feb 2, 2024 | 0 comments

Hari 78

V. Ketamakan.

6. Menghidupi iman dengan meminta, mencari dan mengetuk, kualitas karakter yang dihasilkan : PANJANG AKAL.

Hidup dalam iman bukanlah langkah2 serampangan seperti lompatan membabi buta dalam kegelapan, melainkan suatu langkah dengan keyakinan bahwa Allah akan bertindak sesuai dengan hukum2 dalam Firman-Nya. Disertai dengan tanda2 dari Roh Kudus yang meneguhkan, mengkonfirmasi dengan tanda2 yang menyertainya. Iman akan mengalahkan cara2 (hukum) dunia, seperti hukum aerodinamika ‘mengalahkan’ hukum gravitasi sehingga pesawat bisa terbang di angkasa tidak jatuh ke bumi.

Menghidupi iman dengan ketamakan adalah dua alam yang berlawanan. Iman merindukan dan mencintai untuk mewujudkan hal2 bagi Kerajaan Allah. Sedangkan ketamakan adalah segala upaya untuk mendapatkan hal2 bagi tujuan pribadi. Sumber kekuatan iman adalah mengandalkan kuasa Allah untuk menyediakan sesuai dengan Firman-Nya oleh karya  Roh Kudus. Ketamakan mengandalkan sumber kekuatannya pada upaya dan kemampuan manusia.

Allah telah berjanji akan menyediakan.

Secara mendasar manusia membutuhkan makanan, pakaian dan hal2 penting lain untuk kehidupan. Dorongan kebutuhan hal mendasar itulah yang membuat manusia menjadi tamak atau menjadi beriman. Dari sisi Allah, jelas Allah mengerti akan kebutuhan hal2 mendasar tersebut, namun sebagaimana seorang Bapak pada anaknya, demikian Allah menghendaki hubungan yang terjalin setiap hari dengan anak-anak-Nya sebagaimana yang Kristus ajarkan di Mat 6:12, bahwa kita harus berdoa meminta makanan kita yang secukupnya pada hari ini.

Allah mengerti benar sifat dan hati manusia yang sangat rapuh dan mudah dibelokkan, hingga Allah merancangkan dengan penyediaan kebutuhan harian agar kita tetap melekat pada Allah sebagai Penyedia yang agung dan penuh kasih untuk segala kebutuhan kita. Ingat bagaimana Allah menyediakan manna setiap hari juga tugu awan dan api setiap hari. Paulus menuliskan dalam Fil 4:9, bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan kita didalam kekayaan Kristus.

Orang tamak tidak memiliki hubungan yang karib dan benar dengan Allah, ia tidak hidup dalam hubungan yang benar sebagai ciptaan dan Sang Pencipta, antara manusia dan Allah. Seorang tamak tidak ingin hidup mengandalkan Allah untuk penyediaan kebutuhannya tiap hari. Ia ingin mandiri dalam segala hal dan berdikari, lepas dari Allah untuk menentukan arah hidupnya sendiri. Karena itu si tamak akan terus menimbun kekayaannya untuk masa depan untuk waktu sepanjang2nya. Karena ia telah tunduk menyembah, menyerahkan hidupnya pada uang dan kekayaan yang baginya memberikan perlindungan nyata di bumi ini.

Syarat untuk mendapat penyediaan dari Allah.

Syarat pertama, adalah memintanya dengan lantang dari kedalaman hati, Yak 4:2b, kamu tidak memperoleh apa2 karena tidak berdoa.

Kedua, mintalah hal2 yang akan bermanfaat bagi kerajaan Allah, bukan untuk keinginan kepuasan diri yang egois. Perhatikan Yak 4:3, kamu berdoa tetapi tidak mendapatkan, karena yang kamu minta untuk memuaskan hawa nafsumu.

Mungkin akan membutuhkan waktu dimana Allah menjawab doa2 kita. Saat Israel berteriak meminta Allah membebaskan mereka dari Mesir. Allah mengirimkan seorang bayi ‘Musa’, dan baru 80 tahun kemudian pembebasan itu terjadi, lihat Kel 2-13.

Kemarin kita membaca perumpamaa orang bodoh di Lukas 20:13-21, dimana segala kepercayaan dan penyembahan pada mamon itu adalah kebohongan belaka, karena manusia tidak hidup bergantung pada hartanya, tetapi Firman dan ketentuan Allah. Dan yang mengerikan bagi si kaya bodoh adalah tidak ada pertobatan saat nyawanya diambil Allah, karena keterikatan pada kepalsuan keluatan hartanya.

Penerapan pribadi :

apakah ketika saya berdoa meminta kepada Allah, saya menggunakan nama, otoritas  dan rencana Allah yang sesuai dengan permintaan saya itu ?

apakah saya mendapatkan permintaan dari ayat2 Firman Allah ? 

apakah saya mengevaluasi dengan sungguh2 bagaimana permintaan saya akan memajukan pekerjaan Allah dalam membawa orang2 pada kasih dan pertobatan ?

apakah saya sabar menunggu waktu Tuhan dalam memberikan jawaban ?

Saudaraku terkasih, konsekuensi meletakkan diri tunduk pada otoritas Allah adalah mengikuti cara kerja Allah. Karena Allah yang menciptakan kita, jadi Allah pula yang paling tahu, sedang manusia hanyalah sok tahu saja. Hidup dengan meminta, mencari dan mengetuk adalah satu2nya cara hidup yang akan menjaga hubungan dengan Allah sekaligus menumbuhkan kedewasaan serta buah2 bagi Kerajaan Allah. Itu terjadi saat kita memiliki hubungan karib setiap saat dengan Allah Bapa kita.

Tidak ada cara lain, apalagi mengandalkan kekuatan manusia, yang akan mendatangkan kutuk Allah. Waspadalah terhadap ketamakan, karena ia akan memanipulasi hidupmu menjadi budaknya, sampai ikatan2 kesenangan duniawi memutuskan imanmu pada Allah. Dan ujungnya adalah kematian kekal. Bertobatlah selagi masih ada umur dan kesempatan di bumi ini. Sembahlah dan layanilah Allah sebagai Tuan atas hidup kita buka mamon yang menindas dan membunuh.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 22

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 22

Hari 22 Jubah Kesulungan (2). Lalu apa yang perlu kita lakukan, agar kita bisa mendapatkan dan memakai jubah kesulungan itu? Marilah kita sama2 belajar,Maleakhi 1:1-5 => Ucapan ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi. “Aku mengasihi kamu,”...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 14

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 14

Hari 14 Peperangan Rohani (1) Saya percaya bahwa setiap dari kita pasti rindu keluarganya dilawat Tuhan, kota kita dipulihkan, bangsa kita diberkati, hidup kita dipulihkan tapi semua itu tidak mungkin terjadi tanpa sebuah peperangan, peperangan kita bukanlah melawan...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 1

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 1

Hari 1 Tempe dan Tuhan (kisah nyata seorang ibu dari Magelang) Di suatu desa hiduplah seorang ibu penjual tempe.Tak ada pekerjaan lain yg dpt dia lakukan sbg penyambung hidup.Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dr bibirnya.Ia jalani hidup dgn riang “Jika...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *