IV, ST1

Buku Saat teduh 1 Bagian 5 – Part 66

by | Feb 2, 2024 | 0 comments

Hari 66

IV. Kepahitan.

5. Berjuang melatih diri meningkatkan iman : kualitas yang dihasilkan KESABARAN

Matius 21:21 (TB)  

Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi. 

Iman adalah benih yang kita terima melalui anugerah didalam Kristus dan tuntunan Roh Kudus. Karena tidak akan ada orang yang bisa percaya pada Kristus tanpa peran Roh Kudus, 1 Kor 12:3. Tetapi setelah memiliki iman, kita harus melatih iman dengan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan, meski bertentangan dengan kehendak manusiawi kita. Itulah satu2nya cara yang dipakai Tuhan agar kita naik kelas (ujian) agar menghasilkan ketekunan menjadikan kita utuh dan sempurna, Yak 1:3-4.

Evaluasi terhadap iman kita juga diuji melalui kemampuan kita untuk mengampuni orang yang bersalah terhadap kita. Perhatikan saat Petrus bertanya tentang berapa kali harus mengampuni orang yang bersalah padanya, Mat 18:22 ; Luk 17:4. Lihatlah jawaban Petrus di Luk 17:5, tambahkanlah iman kami. Bandingkan pula saat Tuhan Yesus memberikan ilustrasi keterkaitan iman yang besar dengan mengampuni di Mark 11:23-26. Sehingga jelaslah penyimpan kepahitan adalah orang yang hidup tidak melakukan imannya, atau imannya tidak tumbuh serta tidak bisa berbuah. Inilah jahatnya roh kepahitan mengkerdilkan iman, dan menghalangi buah2 iman.

Kita percaya bahwa Allah sendiri yang akan menghukum para pelaku kejahatan.

Sikap Petrus terhadap orang2 yang menyebalkan karena terus berbuat jahat berulang2 adalah gambaran diri kita yang sering frustasi bahkan kepahitan menghadapi situasi yang sama. Kita seakan protes apakah harus terus mengampuni atau sudah waktunya membalas mereka. Terasa manusiawi kalau Petrus mengajukan 7 kali mengampuni, tetapi jawaban Yesus 70 kali 7 kali, yang artinya tidak ada batas berapa kalinya, Mat 18:21-22. Disinilah praktek iman dibutuhkan, bahwa kita percaya penuh akan keadilan Allah, bahwa Allah-lah yang akan memberikan keadilan tertinggi dan sempurna, Luk 17:1-2. Dan kita bukanlah hakim, karena segala hal yang terbatas yang kita miliki dan ketahui. Sehingga satu2nya sikap yang benar adalah mengampuni dan terus mengampuni, dan mendoakan agar Allah menganugerahkan pertumbuhan karakter2 baru pada mereka yang jahat itu hingga diselamatkan.

Iman yang teruji akan menghasilkan perkataan iman penuh kuasa.

Setelah kita menghidupi iman kita maka ‘sistem kepercayaan’ yang benar didalam hati kita makin terbentuk. Inilah bahan baku yang penuh kuasa yang terbentuk didalam hati (roh) kita, yaitu saat Firman kita taati, dan Roh Kudus kita hormati otoritas-Nya. Karena itu kemudian Yesus berkata di Luk 17:6, kamu dapat berkata…… maka kuasa Allah sendiri didalam hati kita itu akan keluar bersama dengan perkataan penuh kuasa yang kita ucapkan dengan keyakinan tanpa keraguan. Inilah yang paling ditakutkan iblis, hingga iblis terus memperdaya kita untuk terus terikat pada kepahitan, yang mengkerdilkan iman dan menyumbat kuasa Allah bekerja didalam dan melalui hidup kita. Kepahitan akan melahirkan kata2 keluhan, intimidasi, kemarahan bahkan keputusasaan yang membusukkan, padahal hanya kata2 berkatlah yang menghidupkan dan mengalirkan kasih yang mendatangkan damai sejahtera.

Kuasa perkataan berkat akan mengalirkan anugerah Allah membuat musuh2 kita mampu mengembangkan kualitas2 karakter yang tidak mereka miliki sebelumnya. Inilah gunung2 yang menghalangi pertobatan orang2 jahat itu yang bisa kita hancurkan dengan perkataan2 berkat kita. Apa yang kita doakan, yang telah kita terima didalam hati (roh) kita berupa ‘sistem kepercayaan’ pasti akan terjadi, Mark 11:23-24. Namun kembali diingatkan di ayat 25a, sebelum perkataan (doa) itu keluar maka menyelesaikan kepahitan dengan mengampuni adalah tangga pertamanya.

Penerapan pribadi :

seberapa iman saya teruji ? Berdasarkan berapa kali saya bersedia mengampuni musuh2 saya.

apakah saya menginginkan pembalasan bagi musuh2 saya, atau pemulihan hubungan mereka dengan Allah dan mengembangkan karakter2 baik yang belum mereka miliki saat ini ?

apakah saya sudah mengucapkan kata2 berkat pada mereka yang terus memusuhi saya ?

apakah saya dengan taat dan setia melakukan perintah2 Firman dan mengijinkan Allah melakukan transformasi dalam diri saya dan musuh2 saya ?

Saudaraku terkasih, di zaman akhir ini sering kita dihujani pengajaran yang hanya menuntut, meminta dan mendapat anugerah dari Allah. Tidak ada pengajaran lagi tentang kedisiplinan, pemuridan, perjuangan melakukan Firman bahkan berjuang menundukkan diri. Saya harus terus menggelorakan pengajaran bahwa Allah melakukan sendiri keselamatan melalui Kristus, tetapi Allah hanya mau melakukan transformasi kita menjadi serupa Kristus hanya bila kita mau merespon dengan benar pimpinan-Nya melalui Firman dan Roh Kudus yang tinggal didalam diri kita.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 20

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 20

Hari 20 Kematian rohani. Kematian rohani lebih mengerikan dari pada kematian jasmani, orang yang mati jasmani, dia selesai, tapi orang yang mati rohaninya, mati urapannya, mati passionnya, dia akan menularkan ke yang lain, karena orang ini secara fisik masih hidup,...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 15

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 15

Hari 15 Peperangan Rohani (2) Kemarin kita sudah belajar tentang perhitungan Tuhan dan sekarang kita akan masuk lebih dalam lagi. Zakaria 3:1=> Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 5

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 5

Hari 5 Pornografi Rohani atau Keintiman Rohani Suatu kali Tuhan menegur kepada seorang pendeta dengan berkata “Aku sudah melihat pelayananmu, sekarang apakah kamu ingin melihat pelayanan-KU?” Ada perbedaan antara aktifitas 'pelayanan' yang Tuhan kerjakan dan yang...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *