III, ST1

Buku Saat teduh 1 Bagian 5 – Part 54

by | Feb 1, 2024 | 0 comments

Hari 54

III. Nafsu.

3. Mempraktekkan kedisiplinan rohani yang berlandaskan disiplin2 pribadi yang tersembunyi : kualitas yang dihasilkan IMAN.

Matius 6:4 (TB)  Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Setiap hamba Allah dalam sejarah Kerajaan Allah menaklukkan hawa nafsu dengan iman yang ditopang disiplin2 rahasia pribadi. Nabi Elia memiliki gairah2 yang sama dengan yang kita miliki, tetapi ia mengubahnya menjadi kekuatan rohani melalui doanya yang berapi2 dan efektif, Yak 5:17. Daniel seorang muda di tengah bangsa Babel, dengan sangat efektif dipakai Allah, karena mendasari hidupnya dengan ketaatan mutlak pada Allah meski beresiko. Lihat keputusannya tidak menajiskan diri dengan makanan, diteruskan dengan disiplin doa pribadi, Dan 6:11. 

Ibr 11:6, ‘Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.’ Kesungguhan kita mencari Allah dibuktikan dengan langkah2 disiplin rahasia (pribadi yang tertutup), seperti : memberi, berdoa dan berpuasa. Hanya melalui itu maka iman akan bermultiplikasi menjadi kuat menopang terwujudnya kehendak Allah didalam dan melalui hidup kita.

Membangun disiplin dalam memberi yang digerakkan hati yang berbelaskasihan.

Bagi manusia uang memberikan kuasa dan keamanan. Karena itu secara khusus Tuhan Yesus memperingatkan betapa sulitnya orang kaya masuk Kerajaan Sorga, Mat 19:23. Karenanya siapa yang mengendalikan uang kita adalah yang mengendalikan hidup kita. Lihat bagaimanakah antikris nanti akan mengendalikan semua uang dan pemeritahan dunia, Wah 13:17. Betapapun Musa mendapat kekayaan dan kekuasaan sebagai anak putri Firaun, tetapi karena iman ia memilih untuk menderita bersama bangsanya, Ibr 11:24-26a. Kita harus benar2 serius memperhatikan uang dan keamanan serta kekuasaan ini dalam hidup. Karena saat kita membiarkan diri terikat oleh kuasanya, maka segera hidup kita akan meninggalkan kebergantungan pada Allah. Kita mulai bisa berkata, Tuhan cukuplah Engkau ada diluar hidupku, aku sudah bisa mengatur segala sesuatunya dengan uang dan kekuasaan yang telah aku miliki dan percayai didalamnya.

Karenanya memberi adalah disiplin rahasia yang harus mengikat hati kita lebih dari uang dan kekuasaan itu. Dengan memiliki hati penuh belas kasihan, maka kita diarahkan melihat manusia sebagai sesama, dan diri kita bukanlah diatas mereka oleh apapun yang kita miliki. Justru semakin banyak kita dipercaya harta semakin besar dan luas tanggungjawab kita untuk memberi. 

Menanamkan disiplin dalam berdoa.

Doa yang bisa menaklukkan hawa nafsu bukan sekedar berdoa dengan jiwa (pikiran, perasaan dan kehendak) yang sangat lemah dan berubah2. Tetapi doa yang digerakkan oleh hati menjadi sebuah seruan hati terdalam kita. Kita begitu gelisah, meronta dan tidak tahan lagi untuk menyampaikan dengan penuh gairah pada Bapa Sorgawi kita. Karena doa yang bergairah dan efektif dari orang benar mendatangkan kuasa yang sangat besar, Yak 5:16. Allah berjanji ketika sekelompok orang percaya berseru dalam kesepakatan, maka Allah akan membebaskan mereka dan mereka dapat memuliakan-Nya, Mat 18:19-20 ; Maz 50:15.

Berdisiplin dalam berpuasa.

Puasa adalah satu2nya cara untuk pada saat bersamaan melemahkan keinginan tubuh dan meningkatkan kehidupan rohani. Selama berpuasa (3-40 hari), nafsu seksual akan melemah tetapi gairah rohani akan menguat. Ini satu2nya cara efektif mengalihkan hasrat sex nenjadi gairah rohani. Kalau kita perhatikan dalam Alkitab, kita tidak menemukan disiplin puasa yang panjang dilakukan oleh Simson, Daud dan Salomo, dan mereka jatuh dalam ketidakmurnian moral. Sebaliknya Alkitab menjelaskan puasa panjang dilakukan baik oleh Musa, Daniel dan Tuhan Yesus, dan mereka semua tidak ada yang gagal. Kita melihat bagaimana puasa melemahkan belenggu hawa nafsu. Dan sayang sekali, sekarang puasa bila dilakukan lebih untuk tujuan diet bukan hal2 rohani.

Saudaraku terkasih, kehidupan di akhir zaman ini semakin jauh dari kedisiplinan untuk menawan hawa nafsu daging, justru yang terjadi secara sistemik seluruh media tulis, internet menggunakan teknologi AI, menyediakan apapun yang disenangi, bukan apapun yang benar. Manusia menjadikan segala keinginannya adalah tuhan-nya. Ini cita2 iblis, iming2 yang dipakai menjatuhkan Adam dan Hawa dihadapan Allah. Manusia ingin melakukan yang benar menurut kesenangannya sendiri, menjadi tuhan bagi diri sendiri.

Penerapan pribadi :

apakah saya telah mengkonversikan seluruh harta dunia : uang, waktu, kepemilikan, menjadi harta sorgawi ? Serta melakukan itu dengan sepenuh hati.

apakah saya terus berdoa dalam kesepakatan untuk menikmati kuasa Allah ?

apakah saya secara serius mengkhususkan waktu yang cukup lama untuk berpuasa dan berdoa untuk kemerdekaan dari hawa nafsu ?

apakah saya membuat janji2 dan melakukan dengan sunggh2 untuk mendisiplinkan tubuh saya menjauhkan dari kenikmatan daging ? Seperti berhenti menonton, mendengar hiburan yang menumbuhkan nafsu. Apakah saya bertekun melakukannya.

Saudaraku terkasih, kita memang berada ditengah2 dunia yang makin rusak oleh dosa dan keinginan egois manusia. Melawan hampir seluruh sistim yang nyaris sempurna dikuasai iblis tidaklah mudah. Ini adalah perjalanan di jalan sempit, terjal, berliku dan licin. Tetapi Allah sendiri beserta kita bukan ? Dan hanya siapa yang terus melekat dengan Firman dan Roh Kudus akan sanggup mencapai tujuan untuk apa kita hidup ini. Menjadi Kristus-Kristus kecil yang mewujudkan karakter2-Nya.

Terus semangat dan semakin berdisiplin saat tantangan semakin besar. Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 21

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 21

Hari 21 Jubah kesulungan (1) Shalom semua, hari ini dan beberapa hari kedepan kita akan sharing tentang jubah kesulungan.. 2 Raja – raja 2:9-15 => 9. Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu,...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 13

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 13

Hari 13 Perzinahan Shalom, hari ini saya ingin membagikan tentang perzinahan, banyak orang terikat dosa oleh kelemahan di bidang seks atau perzinahan. Kita mau sama2 belajar kenapa seseorang bisa jatuh dalam perzinahan, bahkan tiga orang Ter ….. dalam Alkitab bisa...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 3

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 3

Hari 3 SAYAP Shalom, puji Tuhan, hari ini saya mau berbagi tentang sebuah teguran Tuhan untuk saya, yaitu tentang sayap, dalamAmsal 1:17 => Sebab percumalah jaring dibentangkan di depan mata segala yang bersayap,Dikatakan “segala yang bersayap” itu, tidak bisa...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *