III, ST1

Buku Saat teduh 1 Bagian 5 – Part 49

by | Feb 1, 2024 | 0 comments

Hari 49

III. Nafsu.

Bagaimanakah mengalahkan hasrat Pikiran (jiwa).

Didalam jiwa manusia terdapat pikiran, perasaan dan kehendak yang dikelola oleh otak (head brain). Prosesnya dimulai dari apa yang kita terima dari panca indera (tubuh), diolah oleh pikiran, dan diinterpretasikan berdasarkan memori emosi serta disimpulkan oleh tekad dan kehendak hingga kita terima dalam bentuk pembelajaran, memori baru terbentuk atau memori lama yang dikuatkan dari apa yang telah kita yakini sebelumnya. Ketika menerima ‘pengalaman’ baru ini yang dikuatkan oleh emosi dan kehendak, maka ia akan meluncur masuk kedalam hati membentuk ‘sistem kepercayaan’. Mereka akan tertata disana, dan dari hati lah ‘sistem kepercayaan’ akan keluar melalui perkataan dan tindakan yang mewujud dalam kehidupan kita. Karena siapa kita adalah apa yang berada didalam hati kita.

Jiwa (head brain) tidak dirancangkan untuk memimpin, karena keterbatasan pengertian, pengalaman juga kebijaksanaannya. Apalagi jiwa manusia telah diwarnai oleh dominasi dosa, kepentingan diri dan pengalaman2 jahat lainnya. Sehingga jiwa harus terus diperbaharui oleh kebenaran Firman, sehingga akan muncul ‘pengalaman baru’ yaitu benih kebenaran2 dari Allah. Saat Jiwa kita menerima dengan kerendahan hati (menyangkal diri) maka benih kebenaran itu akan diterima Jiwa dan meluncur kedalam hati membuat ‘sistem keyakinan’ baru.

Sehingga satu2nya jalan untuk hidup benar dan bisa memenuhi rancangan Allah dalam hidup kita bukanlah dengan mengikuti pikiran, perasaan dan kehendak baik menurut diri kita. Karena sebaik apapun nilai2 dari manusia, Tuhan melihat itu hanyalah kain kotor, Yes 64:6, bahkan Allah mengutuk mereka yang mengandalkan manusia, Yer 17:5-8. Paulus menegaskan tidak ada yang baik dari manusia, Roma 3:10. Apapun tidak akan melahirkan perkara2 Roh bila tidak dilahirkan oleh Roh, Yoh 3:6. Kita harus memenuhi pikiran kita dengan Firman Allah terutama perintah2 Kristus. Satu2nya kebenaran yang tersedia bagi kita adalah Firman saja. Dan kehadiran Roh Allah didalam hati yang mengerami hati yang penuh potensi, menunggu benih Firman itu mengalir dari pikiran kita yang diterima melalui panca indera (tubuh). Disinilah mekanisme Allah berkerjasama dengan keterbatasan manusia.

Tidak ada yang benar dalam diri manusia, tetapi karena Allah ingin memunculkan kebenaran didalam dan melalui manusia, maka manusialah yang dengan sadar dan sengaja mencari Firman melalui panca ideranya, menerima dan mengolah dengan jiwa (pikiran, perasaan dan kehendak) dalam ketertundukan pada otoritas Firman, kemudian akan membangun ‘sistem kepercayaan’ baru dalam hati.

Dari sistem kepercayaan ini kita akan bisa berpikir, berkata2 dan bertindak sesuai dengan cara2 Allah, sekaligus akan mengatasi ketidakmurnian moral. Ingat yang dilakukan Daud dalam Maz 119:11, dalam hati ia menyimpan janji2 Allah supaya ia tidak berdosa. Sementara Tuhan Yesus menjelaskan implementasi nya di Yoh 15:3,7, hanya saat kita didalam Kristus dan Firman-Nya tinggal didalam kita, maka kehendak, tujuan, pikiran kita akan selaras dengan Allah.

Kita harus memahami dengan benar bahwa mengalahkan pikiran kotor, jorok tidak bisa dilakukan dari luar melalui cara berpakaian lebih dahulu. Atau dengan mendisiplinkan pikiran, perasaan dan kehendak lebih dahulu. Tetapi satu2 jalan hanyalah mengisi pikiran dan tunduk pada otoritas Firman, yang oleh-Nya kita akan dibersihkan dari dalam (hati) dahulu. Dari sanalah dimulai proses pengkudusan yang menjadi bagian akhir doa Yesus bagi murid2 yang segera akan ditinggalkan, Yoh 17:17, kuduskanlah mereka dalam kebenaran: Firman-Mu adalah kebenaran.

Saudaraku terkasih saat kita gagal menawan setiap pikiran ke bawah Firman, maka situasi paling berbahaya terjadi yaitu kita akan menjalani hidup dengan pikiran2 kita sendiri. Inilah sumber kutuk, ketika kita mengandalkan diri (manusia). Karena pikiran2 manusia adalah jahat, bertentangan dengan kehidupan dan kebenaran Allah, Roma 8:6.

Pikiran manusia bukan kebenaran, hanya seolah benar tapi akan berubah menjadi jahat oleh waktu ataupun beban yang tidak akan sanggup ditanggungnya. Dan pikiran2 manusia kemudian berusaha menutupinya dengan membuat berbagai teori2/alasan2 palsu sekedar menutupi kesalahan itu. Karena setelah manusia jatuh dalam dosa, pikiran manusia sangat berlawanan dengan pikiran Allah. Jika kita mempercayai pikiran kita, kita akan mengalami kematian mental, emosional, jasmani dan rohani. Ingat jalan yang disangka lurus oleh manusia itu ujungnya adalah maut,  Amsal 16:25.

Saya ingin menekankan sikap Allah yang tidak akan pernah memaksa manusia mengikuti kebenaran-Nya, kalau kau mau tunduk maka ikutilah sebagai satu2nya jalan dan Allah akan menolong, tetapi bila tidak maka engkau sudah memilih jalanmu sendiri. Jika kita menolak kebenaran Allah, maka Ia akan menyerahkan kita pada pikirian2 laknat, dan kita akan percaya segala kebohongan, Roma 1:28. Suatu ‘delusi’ akan menguasai manusia yang demikian, 2 Tes 2;10-11.

Dengan bersujud penuh permohonan dengan segala kerendahan hati, saya memohon saudaraku terkasih, berilah dirimu diperdamaikan dengan Allah. Bukankah Firman itu sudah ada dan tersedia bagi kita dalam Alkitab. Baca, renungkan, meditasikan setiap saat, dengan penuh hormat, hasrat dan rindu untuk Tuhan ajar dan didik. Lakukan itu dengan sepenuh hati, karena hanya itulah satu2nya jalan tidak ada jalan apapun yang lain yang tersedia untuk hidup benar dihadapan Allah.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 21

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 21

Hari 21 Jubah kesulungan (1) Shalom semua, hari ini dan beberapa hari kedepan kita akan sharing tentang jubah kesulungan.. 2 Raja – raja 2:9-15 => 9. Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu,...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 13

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 13

Hari 13 Perzinahan Shalom, hari ini saya ingin membagikan tentang perzinahan, banyak orang terikat dosa oleh kelemahan di bidang seks atau perzinahan. Kita mau sama2 belajar kenapa seseorang bisa jatuh dalam perzinahan, bahkan tiga orang Ter ….. dalam Alkitab bisa...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 3

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 3

Hari 3 SAYAP Shalom, puji Tuhan, hari ini saya mau berbagi tentang sebuah teguran Tuhan untuk saya, yaitu tentang sayap, dalamAmsal 1:17 => Sebab percumalah jaring dibentangkan di depan mata segala yang bersayap,Dikatakan “segala yang bersayap” itu, tidak bisa...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *