II, ST1

Buku Saat teduh 1 Bagian 5 – Part 42

by | Feb 1, 2024 | 0 comments

Hari 42

II. Rasa bersalah.

7. Belajar hidup menepati janji : kualitas yang dihasilkan KEJUJURAN.

Matius 12:37 (TB)  Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”

Hidup dengan komitmen dan integritas bukanlah hidup yang berubah-ubah dan seenaknya sendiri. Tetapi hidup dengan memenuhi setiap janji-janji yang telah kita ucapkan pada sesama terlebih pada Tuhan. Ingat salah satu sumber rasa bersalah terdalam adalah adanya janji-janji pada orang lain yang tidak kita tepati. Karenanya jaga benar setiap ucapan kita, karena dari situlah kita dibenarkan atau akan dihukum.

Amsal 6:1-2, memberikan peringatan agar seksama dalam melakukan perjanjian keuangan dengan bijaksana. Jangan mengambil bagian yang ujungnya kita tidak bisa menanggungnya. Seperti menanggung hutang orang lain ini. Kita menjadi terjerat oleh janji yang kita ucapkan sendiri.

Menemukan titik awal kejujuran.

Biasanya bila kita berada dalam kondisi kritis, dalam doa kita mudah berjanji yang kita buat dihadapan Allah, jika kita mendapat pertolongan Tuhan. Tetapi begitu keadaan menjadi normal, sering kita mudah melupakan janji kita. Padahal janji-janji yang paling penting untuk ditepati adalah janji kepada Allah, Pengk 5:4,6.

Saudaraku, bagi Tuhan tidak ada perkataan janji yang tidak dituntut ditepati, karena kita seharusnya bukanlah orang-orang bodoh yang mudah berkata khilaf, karena kuasa besar ada disetiap kata yang keluar dari mulut kita.

Cara yang paling mudah menguji tentang apa yang pernah kita janjikan pada orang lain adalah dengan memberikan secarik kertas kosong pada orang2 disekitar kita, mintalah mereka mengisi dengan janji2 yang pernah kita ucapkan pada mereka. Kita pasti akan terkejut ternyata begitu banyak hal yang kita lupakan yang masih mereka ingat dan tunggu untuk ditepati.

Mungkin untuk menepati janji2 kita itu akan dibutuhkan pengorbanan, tetapi Allah mendorong kita untuk melakukan janji2 itu. Bahkan dalam Maz 15, dari daftar 11 tipe orang,  yang tidak akan goyah selama2nya adalah orang yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi (ay 4b).

Penerapan pribadi :

apakah ada janji atau nazar yang pernah saya buat pada Allah yang saya tidak setia menepatinya ? Apa yang dapat saya lakukan sekarang untuk menepatinya ?

apa ada janji yang pernah saya buat pada orang lain yang belum saya tepati ? Bagaimana saya dapat menepati janji itu saat ini ?

cobalah ambil selembar kertas, dan tuliskan janji2 saya yang belum saya tepati.

“Penjaga” apakah yang dapat saya tempatkan di bibir saya agar tidak membuat janji atau nazar yang tidak bijaksana ?

Saudaraku terkasih, cara yang paling bijaksana adalah menjaga setiap perkataan dari mulut kita, karena kita harus terus mengingat bahwa didalam hati kita hadir Roh Allah. Dan luapan isi hati keluar melalui mulut kita. Sehingga kata2 kita memiliki kuasa, yang darinya kita akan diberkati atau dihukum. Saran yang paling sederhana adalah, cepatlah mendengar dan lambatlah berkata2, Yak 1:19. Jangan sampai perkataan kita mengandung janji apalagi nazar yang tidak bisa kita tepati. Mereka akan menjadi sumber rasa bersalah yang tidak akan habis, sebelum kita menepatinya. Ucapakan aliran kata2 berkat yang menghidupkan dan memberikan damai sejahtera. Alirka aliran-aliran supranatura (Roh) dari kebenaran Firman dan tuntunan Roh Kudus untuk mewujudkan Kerajaan Allah di bumi. 

Tetap sehat dan semangat.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Hari 25 Jubah Kesulungan (5) Cara untuk memperoleh anugerah Jubah Kesulungan berikutnya adalah : 2.Mendapatkan impartasi dari orang lain. Kita bisa baca di Kejadian 27:1-46 disitu diceritakan bahwa Yakub menipu Ishak. Sebelum kejadian 27 Esau sudah menjual hak...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 18

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 18

Hari 18 Mengapa kita perlu Roh Tuhan dalam hidup kita? Kejadian 1:1-4 => Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah:...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 16

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 16

Hari 16 Perang Rohani (3) bagian terakhir. Struktur Alam Roh. Kita mesti serius dengan apa yang Tuhan kehendaki, kita harus kerjakan juga dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan. Ini menyangkut banyak hal. Adam melakukan satu tindakan, ia melanggar yang Tuhan...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *