II, ST1

Buku Saat teduh 1 Bagian 5 – Part 38

by | Feb 1, 2024 | 0 comments

Hari 38

II. Rasa bersalah.

2. Belajar fokus untuk mendengar dan memperhatikan suara Tuhan : kualitas yang dihasilkan PERHATIAN.

Yohanes 15:7 (TB)  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman (rhema)-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Kehidupan yang terikat rasa bersalah bukan saja akan menghalangi kita mendengar suara Allah, tetapi juga akan membuat kita salah menginterpretasikan Firman (Rhema) apa yang ingin Tuhan sampaikan. Saat kita fokus pada dosa dan kesalahan maka pikiran kita akan dipenuhi oleh kebenaran2 palsu yang membutakan mata/hati kita pada Allah. Inilah yang Tuhan Yesus pesankan di Mat 13:7, dimana kekhawatiran duniawi ‘mencekik’ Firman Allah, menyulitkan kita untuk bertumbuh dan berbuah juga menghalangi menerapkan Firman dalam hidup.

Mendengarkan Logos dan Rhema dari suara Allah.

Dalam 2 Tim 3:16a, kita bisa membedakan dua kata yang mendeskripsikan Firman Allah. Pertama, Logos yaitu Firman tertulis dalam seluruh Alkitab, kedua, Rhema yaitu Firman yang keluar dari Logos secara khusus menyentuh hati, merupakan penerapan khusus dari Logos. Ketika kita membaca Alkitab (Logos), Roh Kudus yang mengilhami Alkitab, akan menerangi pikiran kita dengan ayat2 spesifik bahkan penjelasan2nya yang sangat khusus yang Allah ingin untuk kita terapkan. Rhema sangat penting bahkan mutlak sebagai petunjuk kehidupan kita setiap hari.

Tuhan Yesus pun mengalahkan iblis dengan Rhema, Luk 4:4, Kristus menekankan pula bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi juga dari Rhema Allah. Ef 6:17, secara spesifik menyatakan bahwa yang dapat dipakai sebagai “Pedang Roh” adalah Rhema bukan Logos. Sehingga kita bisa menggunakan sebagai senjata dalam perang melawan iblis bukan Firman yang dibaca dalam Alkitab, tetapi pemahaman dan penerapan yang diberikan Roh Kudus secara spesifik bagi kita.

Petunjuk termudah, kita dapat memegang seluruh perintah Kristus sebagai Rhema, Yoh 15:7. Ketika kita tinggal didalam Rhema, maka apa saja yang kita minta, kita akan menerimanya.

Saudaraku, saat kita menerima Rhema, maka Roh Kudus akan meneguhkan dengan satu atau dua Rhema lagi, atau melalui peristiwa2 khusus, supaya atas kesesuaian 2-3 Rhema (saksi) ini, maka petunjuk khusus Tuhan itu tidak  disangsikan lagi, Mat 18:16b.

Kenali “pembawa” suara Allah.

Saudara terkasih, ada dua faktor penting Rhema masuk kedalam hati kita. Pertama faktor diri kita sendiri, artinya kita harus menerima Firman Itu dengan cara yang benar yaitu dengan menghormati Firman dan memohon Roh Kudus bekerja melalui-Nya, jangan meninggikan pikiran (headbrain) manusia apalagi pengetahuan2 apapun termasuk theologi. Bebaskan diri dari semua unsur manusia, biarkan Roh itu berkomunikasi dengan roh kita dengan otoritas penuh.

Kedua, faktor eksternal yang menjadi saluran datangnya suara Allah. Yang terutama tentu Alkitab, kemudian perintah2 Alkitabiah dari orang tua atau orang tua rohani, bisa juga situasi2 yang Allah ijinkan dalam kehidupan kita, bahkan melalui mimpi2 dang penglihatan2..  

Penerapan pribadi :

apakah saya masih terikat dosa yang belum saya selesaikan yang menutupi suara Allah ?

seberapa sering saya menyediakan waktu untuk membaca Firman-Nya dan mendengar suara-Nya. Karena Bapa selalu rindu berbicara pada anak-Nya setiap waktu.

seberapa serius saya memeditasikan Firman siang dan malam hingga Rhema akan terkonfirmasi, membuat Allah terus berbicara kepada saya sepanjang waktu dan menguatkan serta memberikan instruksi khusus saat menghadapi berbagi tantangan kehidupan?

apakah saya menjadi pribadi yang senantiasa lembut untuk mendengar suara Allah, tidak menolak petunjuk, didikan-Nya bahkan teguran-Nya ?

Saudaraku terkasih, benih kuasa dari Rhema (Firman) adalah satu2nya yang tersedia secara fisik yang dapat dengan sengaja kita baca, karena ada Alkitab. Tetapi Logos hanya berubah menjadi Rhema saat Roh Kudus yang menjelaskannya, karena itu sengajalah membaca dan mendengarkan Firman dengan sikap doa memohon Roh Kudus berbicara melalui apa yang kita baca/dengar itu. Karena Allah yang adalah Roh ingin berbicara, dan hanya roh kitalah yang dapat menerimanya. Jiwa manusia selalu berusaha menghalanginya dengan berbagai pikiran dunia, juga rasa bersalah dalam pikiran dan emosi kita.

Saudaraku, tetaplah tekun menghidupi Rhema, karena itu pasti akan menolong kita mengalami dan mewujudkan dalam hidup bila kita tidak menjadi lemah. Kita akan menghasilkan buah2 karakter Kristus.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Hari 25 Jubah Kesulungan (5) Cara untuk memperoleh anugerah Jubah Kesulungan berikutnya adalah : 2.Mendapatkan impartasi dari orang lain. Kita bisa baca di Kejadian 27:1-46 disitu diceritakan bahwa Yakub menipu Ishak. Sebelum kejadian 27 Esau sudah menjual hak...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 18

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 18

Hari 18 Mengapa kita perlu Roh Tuhan dalam hidup kita? Kejadian 1:1-4 => Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah:...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 16

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 16

Hari 16 Perang Rohani (3) bagian terakhir. Struktur Alam Roh. Kita mesti serius dengan apa yang Tuhan kehendaki, kita harus kerjakan juga dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan. Ini menyangkut banyak hal. Adam melakukan satu tindakan, ia melanggar yang Tuhan...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *