II, ST1

Buku Saat teduh 1 Bagian 5 – Part 33

by | Feb 1, 2024 | 0 comments

Hari 33

II. Rasa bersalah.

1 Yohanes 1:9 (TB)  

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Kristus datang bukan untuk menghukum kesalahan manusia tetapi menebusnya. Yesus mati dan darah-Nyalah yang diberikan untuk menghapus dosa dunia. Seharusnya kita mengakui dosa kita, memberitahu Tuhan dimana kita bersalah, bahwa kita menyesal. Dan Allah akan menyelesaikan segala hal yang lain, membasuhnya dan mengubah kita menjadi ciptaan baru. 

Tetapi kebanyakan kita terus menyembunyikan dosa dan kesalahan dan hidup didalam rasa bersalah berkepanjangan. Padahal rasa bersalah adalah kekuatan destruktif dalam jiwa (pikiran, emosi dan kehendak) manusia, ia akan menekan manusia melakukan banyak hal, dan orang berusaha mengatasi masalah ini dengan banyak cara, kita akan mencoba membuat daftar respon manusia terhadap dosa (rasa bersalah) :

1. Menutupi dosa.

Adam dan Hawa segera membuat cawat dari daun ara, ketika mereka menyadari telanjang setelah berdosa. Ini tindakan yang tidak efektif menyembunyikan pelanggaran mereka, yang dibutuhkan adalah mengakui dan meninggalkannya maka akan disayangi, Amsal 28:13. Semakin menyembunyikan dosa semakin rumit hidup kita.

2. Menghindari hadirat Allah.

Rasa bersalah Adam dan Hawa membuat mereka menghindari hadirat Allah, bahkan saat Allah memanggilnya. Hal lain juga karena rasa bersalah menyangkali eksistensi diri mereka. Terjadi kemerosotan jati diri, kemuliaan Allah digantikan gambar diri menurut manusia yang rapuh dan rusak, Rom 1:23. Manusia hidup kedalam ketidaklayakan, kemerosotan jati diri, inilah titik dimana manusia membutuhkan diciptakan ulang dalam Kristus, Ef 2:10.

3. Menyalahkan orang lain.

Seketika Adam menyalahkan Allah karena diberikan Hawa, yang padahal saat pertama kali, Adam begitu bangga dan terpesona pada Hawa, Kej 2:23. Hawa juga menyalahkan ular, ini tuduhan yang menyalahkan Allah karena menciptakan ular. Sikap yang berputar2 tidak berujung pada pengakuan salah dan penyelesaian masalah utamanya. Dan yang paling parah kondisi ini bisa berujung pada melawan eksistensi Allah, yang itu berarti dosa yang tidak terampuni lagi 

4. Menyangkal dosa.

Usaha menyangkali kesalahan, dosa adalah cara alami manusia agar tidak harus berurusan dengan dosanya. Dan inilah sumber masalah terburuknya, seperti usaha Saul menutupi dosa yang ditegur Nabi Samuel di 1 Sam 15:19-20a, membuat dosa Saul berlarut2 makin merumitkan keadaannya juga bangsanya. Dosa dan kesalahan coba diatur letakkan sedemikian sampai seolah tidak ada dosa lagi menurut dirinya. Dan ini cara paling buruk yang dilakukan manusia terhadap dosa.

5. Membenarkan dosa.

Upaya Saul selanjutnya adalah membenarkan kesalahan yang telah dilakukan dengan mengolah kebenaran2 palsu dari dirinya sendiri. Saul merasa tidak bersalah dari pemikirannya sendiri bukan kebenaran Firman. Keadaan yang makin menyeret kedalam kubangan dosa semakin dalam.

6. Berbohong tentang dosa.

Mengerikan sekali perilaku alami manusia selanjutnya, ia akan merekayasa kebohongan untuk menutupi dosanya. Itu yang dilakukan Gehazi hamba Elisa saat ditanya Elisa darimana ia pergi ? Gehazi menjawab bahwa ia tidak kemana2, 2 raja 5:25. Semua kebohongan akan melahirkan kebohongan2 yang semakin besar dan luas. Ini makin menekan jiwa manusia. Ia seperti masuk ke lobang sumur yang maik dalam dan gelap yang menyesakkan kehidupan.

7. Memberi jawaban tidak  bisa dipercaya untuk mengalihkan masalah.

Saat Allah bertanya pada Kain setelah ia membunuh adiknya, ‘dimana Habel’. Kain menjawab dengan pengalihan masalah, apakah aku penjaga adikku ? Kej 4:9. Ini cara umum yang dilakukan orang yang hidup diikat rasa bersalah. Mencoba membelokkan ketika ia dituntun pada pengakuan dosanya.

8. Menghakimi orang lain.

Rasa bersalah yang menekan jiwa menyebabkan ia mudah teriritasi ketika orang lain menurutnya melakukan kesalahan terutama hal yang sama. Tetapi kita harus mengingat Firman ini : siapa yang menghakimi akan dihakimi, Rom 2:1.

9. Marah ketika ditegur bahkan teguran Firman.

Ketika Raja Asa ditegur Hanani, ia marah bahkan memasukkan penjara dan menganiaya utusan Allah ini.

10. Melawan si pembawa Firman dan menjatuhkan kredibilitasnya.

Respon umum yang selanjutnya dilakukan orang yang ditekan rasa bersalah yang tidak diselesaikannya adalah menyerang karakter dan kredibilitas sang pembawa pesan karena ia tidak menyukai pesan tegorannya.

11. Menjadi terlalu kasar.

Hukuman orang yang Nabi Natan sampaikan kepada Daud, kisah orang yang merampas domba tetangganya seharusnya hanya mengembalikan 4 ekor domba pengganti. Tetapi Daud begitu marah dan kasar (karena menyimpan dosa perzinahan dengan betsyeba), yang akan menghukum mati orang itu, 2 Sam 12:5. Kemarahan yang meledak adalah ungkapan ketidak damaian didalam hati manusia.

12. Menjadi terlalu lunak.

Sebaliknya beberapa orang bila tidak terlalu kasar, mereka akan terlalu lunak pada orang yang melakukan kesalahan serupa dengannya. Lihat apa yang dialkukan imam Eli pada dosa anak2nya. Atau Daud terhadap Abnon anaknya yang memperkosa Tamar anaknya yang lain, 2 Sam 13. Mereka terlalu lunak sikapnya pada dosa disekitar mereka, karena mereka masih menyimpan dosa (rasa bersalah) didalam dirinya juga.

13. Mencari dukungan salah.

Orang2 yang memiliki dosa dan kesalahan akan mudah saling mengidentifikasi, saya sering menyatakan karena memiliki roh dosa yang sama. Mereka akan mudah membuat perlindungan bersama, ikatan jiwa yang kuat dan bertahan lama untuk menyembunyikan dosa yang membelenggu mereka. Mereka juga akan saling menginfeksikan dosa2 lanjutan kedalam kelompok berdosa ini yang berujung perbuatan dosa yang semakin besar dan dalam.

Saya yang cukup berpengalaman menjadi investigator, menggunakan deteksi fisik dan perilaku orang yang memendam rasa bersalah ini, seperti mata berkedip2, gelisah, ingin buang air, intonasi suara meninggi, mulut kering, bernafas cepat, degup jantung cepat, berkeringat dll. Efek rasa bersalah bekerja pada seluruh tubuhnya. Sehingga dengan memberikan berbagai pertanyaan dengan mengkombinasikan mengamati kondisi tekanan rasa bersalah, saya bisa menemukan dengan tepat orang itu diantara banyak terduga. Alat yang juga biasa kami pakai adalah Poligraf Detector.

Saudaraku terkasih. Satu-satunya jalan bagi orang berdosa adalah datang pada Sang Juru Selamat. Mengakui dan menyesalinya, seraya memohon diberikan hati baru, melalui kehadiran Roh Allah, yang akan menjaga hidup kita dari tekanan rasa bersalah. Dan terus mencerna Firman dengan kerendahan jiwa, hingga Firman akan memenuhi hati, menyatu dengan kuasa Roh Kudus, hingga menumbuhkan kuasa untuk mewujudkan rancangan Allah didalam dan melalui kehidupan kita.

Semakin kita sembunyikan, semakin menekan dan memunculkan perilaku salah, dan mendorong kearah lingkungan yang berdosa, membawa semakin dalam dan terbelenggu makin berat dan kuat. Ujungnya adalah depresi yang akan kita bahas pada renungan hari-34 besok.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 25

Hari 25 Jubah Kesulungan (5) Cara untuk memperoleh anugerah Jubah Kesulungan berikutnya adalah : 2.Mendapatkan impartasi dari orang lain. Kita bisa baca di Kejadian 27:1-46 disitu diceritakan bahwa Yakub menipu Ishak. Sebelum kejadian 27 Esau sudah menjual hak...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 18

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 18

Hari 18 Mengapa kita perlu Roh Tuhan dalam hidup kita? Kejadian 1:1-4 => Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah:...

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 16

Seri Warna Sari Kehidupan Bersama Allah – Part 16

Hari 16 Perang Rohani (3) bagian terakhir. Struktur Alam Roh. Kita mesti serius dengan apa yang Tuhan kehendaki, kita harus kerjakan juga dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan. Ini menyangkut banyak hal. Adam melakukan satu tindakan, ia melanggar yang Tuhan...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *