ST1, X

Buku Saat teduh 1 Bagian 5 – Part 17

by | Feb 1, 2024 | 0 comments

Hari 17

Bagaimanakah stres berkembang (kelanjutan dari kejatuhan manusia).

Roma 8:7-8 (TB)  Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. 

Ketika manusia jatuh dosa, maka terputuslah persekutuan dengan Allah, hidupnya mulai dipimpin oleh dirinya dalam pengaruh iblis. Dosa yang tertanam dalam dirinya sekarang menjadi penguasa, mengambil alih tempat yang seharusnya ditempati Allah. Akibatnya manusia makin jauh dari Allah dan masuk kedalam stres, karena melawan suara kebenaran dari dasar nuraninya. Berikut 10 hal yang dilakukan manusia yang membawa mereka makin dalam terjerat dosa yang mengembangkan stres yang berujung penyakit :

1. Kurang bersyukur.

Orang yang bersyukur adalah orang yang menyadari bahwa kita tidak memiliki apapun karena semua hanyalah pemberian Allah. Kita menempatkan diri dalam posisi sebagai ciptaan, dan Allah adalah Sang Pencipta, yang akan membangun rasa hormat dan kebergantungan pada Allah. Sehingga rasa syukur membuat orang ceria, murah hati dan pandangan positif kehidupan. Ini menguatkan sistem imun. Bukankah Salomo membagikan pengalaman hidupnya bahwa hati yang gembira adalah obat.

2. Ketidakpuasan.

Manusia yang tidak bisa bersyukur akan masuk kedalam sikap ketidakpuasan, membiakkan gerutuan, keluhan, kegelisahan. Pikiran2 negatif akan memenuhinya menekan sistem kekebalan tubuh berujung masuknya berbagai penyakit.

Berbeda dengan sikap kepuasan, yang menyadari bahwa Allah telah menyediakan cukup bagi kita untuk berbahagia. Kepuasan harus dilatih, karena pada dasarnya manusia secara alami tidak memiliki sifat ini. Karena manusia selalu kehilangan minat pada apa yang telah kita miliki dan mengejar sesuatu yang baru. Alkitab mengajarkan dasar kepuasan hidup adalah tercukupinya kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat tinggal. Sehingga kita bisa melihat hal lainya adalah keuntungan saja.

3. Menginginkan hal2 terlarang.

Orang yang bersyukur dan puas itu sulit untuk dicobai. Coba kita lihat saat Adam dan Hawa di Taman Eden, semua yang dibutuhkan disediakan Allah dari kebutuhan dasar sampai kelimpahan emas, perak dan batu permata. Tetapi apa yang mereka lakukan ? Mereka mendambakan apa yang Allah larang, sampai tidak mampu menahannya, lupa pada begitu banyak hal lain yang baik yang telah mereka miliki.

4. Meninggikan intelek.

Ini adalah titik terpenting dan kritis dalam perkembangan stres. Stres dimulai dengan menilai, menyimpulkan suatu keadaan dibawah otoritas diri, sangat rendah dibanding kebenaran Firman. Manusia tidak berpikiran panjang saat menentang Allah yang memberikan pilihan bebas padanya. Manusia lebih percaya bujukan iblis, bahwa menentang Allah justru akan menjadi seperti Allah. Manusia dapat memutuskan sendiri apa yang benar atau salah. Dan ia menjanjikan tidak akan ada konsekuensi.

Demikian manusia meletakkan intelek diatas Firman, memilih tidak mentaati Allah. Sejak itulah terjadi kemerosotan kualitas hidup manusia bertentangan dengan nurani yang memunculkan stres, penderitaan dan kematian. Contoh itu menurun menjadi sifat alami manusia dengan mengutamakan kehendak diri.

5. Percaya pada kebohongan.

Kita menjadi rentan oleh dusta, karena pertimbangan pikiran sendiri jauh dari kebenaran Allah. Coba saja, lebih mudah mengatakan bahwa : saya jelek, tidak cukup baik, hidup saya tak berguna dll, dan berbagai kebohongan lain yang merusak hubungan kita dengan Allah, seperti mempercayai kebohongan : Allah tidak peduli, tidak mengasihi, membiarkan orang benar menderita dll.

Kita juga mudah terkena kebohongan seperti : uang adalah sumber kebahagiaan, banyak uang makin aman. Lihat, semua kebohongan ini berujung, tidak bisa bersyukur dan menciptakan ketidakpastian dalam hidup, menggiring kita pada stres.

6. Mengembangkan ketakutan.

Dengan pikiran sendiri menjadi raja, kita akan percaya begitu banyak kebohongan yang membuat kita ketakutan sendiri. Ketakutan muncul saat kita mencoba mengatasi berbagai persoalan2 rumit dengan mengandalkan kemampuan sendiri. Lebih jauh lagi ketakutan2 itu melumpuhkan dan menimbulkan problem2 besar dalam mental, emosional dan fisik.

7. Keputusan yang tidak bijaksana.

Suatu keputusan tidak bijaksana bisa kita runtut sebagai hasil dari ketakutan yang dibangun dari kebohongan. Sebagai contong : orang yang takut ditolak, akan membuat dia melakukan apa saja termasuk melanggar nurani, hanya agar bisa diterima orang lain. Padahal orang diterima ketika mampu berdiri bahkan sendiri memegang kebenaran.

8. Memori-memori menyakit.

Pilihan tidak bijak yang dilakukan akan menghasilkan memori2 yang menyakitkan. Apalagi kejadian yang disertai emosi tinggi, ia akan tersimpan di sistem limbik otak yang mudah diakses, yang makin mudah melakukan kesalah2 berikutnya. Ini terjadi entah sadar atau tidak sadar, akan memiliki efek yang sama didalam tubuh kita. 

9. Stres fatal.

Orang2 disekitar kita sering tidak nenyadari memori2 kita yang menyakitkan. Sehingga saat perkataan atau perbuatan mereka memicu memori menyakitkan itu, kita akan bereaksi secara berlebihan. Ini akan merusak hubungan dan membuat orang tersakiti. Ini akan memperdalam dan memperluas memori2 menyakitkan didalam diri dan orang2 sekitar kita. Ingat saat kita merespon suatu hal berlebihan atau salah, itu adalah gejala stres yang belum teratasi.

10. Munculnya penyakit.

Stres yang belum teratasi mengganggu kerja saraf otonom menyebabkan ketidakseimbangan hormon keseluruhan tubuh. Gejala fisik akan muncul : tekanan darah tinggi, diabetas, kelelahan kronis dll.

Kalau usaha yang dilakukan untuk menghilangkannya dengan mengkonsumsi obat2an, maka akan muncul efek samping obat, yang akan memunculkan gejala2 penyakit baru, dan jika penanganannya dengan obat lagi, maka lingkarannya akan berputar makin parah.

Karena itu saudara terkasih, ketika kita sadar bahwa hidup di dunia yang semakin rusak oleh dosa. Maka kita harus bisa hidup bersama stres, dengan semakin dini menyadarinya semakin mudah kita mengendalikan sebelum muncul menjadi penyakit. Kita harus mengubah memori2 menyakitkan dengan pengingat2 positif dari kebenaran Firman. 

Kita akan segera belajar tentang 49 karakter yang diajarkan Kristus, meski itu akan langsung bertentangan dengan sifat alami manusia. Karena saat kita memiliki ke-49 karakter itu, maka tidak akan ada stres lagi, bahkan didalam diri kita akan semakin berkembang kapasitas pikiran, emosi dan kehendak kita semakin mulia. Ketika otoritas Firman dan Roh Kudus kita jadikan Raja dalam hidup kita, maka pikiran, emosi dan kehendak kita akan berkembang pesat makin tinggi dan kuat yang bisa dipakai Allah bagi Kerajaan-Nya.

Tuhan Yesus memberkati.

hkw

Artikel Terkait

Buku Saat teduh 1 Bagian 5 – Part 101

Buku Saat teduh 1 Bagian 5 – Part 101

Allah merancangkan manusia sedemikian rupa jika hidup menentang kebenaran Firman, ia akan mengalami pertentangan dalam jiwanya seperti : kemarahan, rasa bersalah, nafsu, kepahitan, ketamakan, ketakutan dan kedengkian. Tetapi Allah berjanji bahwa semua keadaan ini bisa...

Buku Saat teduh 1 Bagian 5 – Part 100

Buku Saat teduh 1 Bagian 5 – Part 100

Hari 100 Penutup. Bagaimanakah kita bisa meraih pembaharuan kekuatan dari Allah ? Penutup. Bagaimanakah kita bisa meraih pembaharuan kekuatan dari Allah ? Yesaya 40:29-31, “Dia (Allah) memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada...

Buku Saat teduh 1 Bagian 5 – Part 99

Buku Saat teduh 1 Bagian 5 – Part 99

Hari 99 VII. Kedengkian (Iri Hati). 7. Berdoa meminta Bapa mengirimkan pekerja, kualitas karakter yang dihasilkan : BELAS KASIH. Matius 9:38 (TB)   “Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *