Buku Renungan Harian GPA Bagian 9 – Part 7

by | Jan 31, 2024 | 0 comments

GPA Super Learning, Jalan sepi memenuhi panggilan Illahi.

by heru k wibawa

Saya mengusulkan bahwa cara untuk menjadi diri Anda yang terbaik  adalah, secara paradoks, menjadi lebih tanpa pamrih, lebih mengutamakan  kebersamaan dan kerjasama, lebih mempraktekkan hidup penuh kasih sayang.  saya ingin mewujudkan ide ini, dalam dunia dengan persaingan ketat,  sebuah strategi kompetisi terbaik untuk bertahan hidup dan menikmati  keseimbangan dalam kesejahteraan bersama baik bagi individu ataupun  masyarakat yaitu memberikan yang terbaik dalam cinta kasih serta saling  melayani. 

Cara hidup yang saya sebut sebagai perjalanan memenuhi  panggilan kemanusiaan, yaitu sebuah panggilan yang telah dirancangkan  bagi kita oleh Sang Pencipta. 

Kehidupan seperti ini terdengar  paradoksal dan kontra-intuitif dan mungkin tidak masuk akal pada  pandangan pertama karena dalam masyarakat konsumen individualistis ini,  kepentingan pribadi selalu tampak di depan dan di tengah  kesadaran kita. 

Dari cara mendidik anak hingga sekolah sampai perguruan tinggi, telah  mendarah daging dengan gagasan “jadilah selalu nomor satu karena itulah  satu-satunya jalannmu menggapai sukses”. Sebagian besar buku self-help  dan seminar sukses fokus pada bagaimana mengembangkan keterampilan dan  strategi untuk menjadi pemenang.

 Izinkan saya menyarankan Anda untuk memperkenalkan ide-ide berikut, yang mewakili cara alternatif untuk pertumbuhan pribadi:

Anda harus kehilangan diri untuk menemukan diri sendiri.

Lebih diberkati memberi daripada menerima.

Jangan bertanya apa yang bisa Anda dapatkan dari kehidupan, tetapi tanyakan apa yang bisa Anda berikan untuk hidup.

Anda harus rela menyangkal diri sendiri untuk melayani sesuatu yang lebih besar dari diri Anda sendiri.

 Apakah ini cukup menarik buat Anda ?

 Untuk memberikan sebuah gambaran tentang ide saya diatas, coba ikuti cerita berikut :

 Cerita ini dimulai dengan pemain utama yang mengeluh kepada sahabatnya  di penjara pada hari pembebasannya : Orang tua saya memukuli saya ketika  saya masih kecil. Ibuku hanya tahu bagaimana memarahi saya. Saya  diintimidasi di sekolah. Saya kemudian dijebak karena kejahatan yang  tidak saya lakukan  dan dikirim ke penjara selama 16 tahun. Sekarang,  saya menderita kanker stadium akhir dengan hanya beberapa bulan hidup  yang tersisa. Mengapa saya menerima nasib seperti ini ? Kenapa aku  begitu sial? Mengapa dunia begitu tidak adil dan kejam? Hidup telah  tidak ada artinya. Saya ingin mati, karena hidup menyebalkan!

 Jika Anda seorang penasihat, apa yang akan Anda katakan untuk membantu  pria yang marah ini yang sedang kesusahan dan tidak beruntung dan tidak  punya keinginan untuk hidup seperti ini ? 

Anda mungkin terkejut dengan jawaban sahabatnya atas rasa kasihan dirinya

dan kecenderungan merusak diri sendiri. Singkatnya, sahabatnya menantangnya dengan yang berikut ini : 

Anak seperti apa kamu? Ibumu telah menderita selama 16 tahun saat kamu  di penjara. Sekarang kamu sudah keluar dari penjara, jangan kamu pikir  bahwa kamu bisa menebusnya dengan merawatnya dan membuat hidupnya lebih  mudah ? Lagipula, pria seperti apa kamu? Apakah kamu akan pergi? untuk  membiarkan pembunuh yang menjebak kamu bebas dan melukai lebih banyak  orang yang tidak bersalah? Bukankah semestinya kamu punya tanggung jawab  untuk mengumpulkan bukti untuk membawa si pembunuh ke pengadilan? Coba  lihat lebih detil lagi, bukankah  tahun-tahun di penjara tidak semuanya  buruk; itu telah mengubah hidup mu dan menjauhkan kamu dari masalah;  kamu telah mendapatkan semua jenis sertifikat teknis dan bahkan menjadi  contoh bagi tahanan lain.

Pada dasarnya, sahabatnya itu  mengatakan kepadanya, “Ya, itu akan sulit, tetapi kamu harus bangkit  menghadapi tantangan dan penuhi tanggung jawab mu untuk menjadikan sisa  hidup mu berharga. “

Mungkin Anda berpikir akan mengutuk sahabat  ini sebagai penasihat yang kejam yang tidak memiliki empati. Tetapi saya  ingin memberitahu Anda bahwa dalam cerita ini, justru sahabat ini  sebenarnya adalah malaikat pelindung dengan tugas membimbing dan  melindungi protagonis. Di akhir cerita, sahabat yang adalah malaikat  yang diutus Tuhan ini bisa menyelamatkannya dari penghancuran diri dan  memberdayakan dia untuk hidup bahagia dan produktif dengan melakukan  tanggung jawab dalam beberapa bulan terakhir hidupnya. Dia tidak  menemukan obat ajaib untuknya kanker, tetapi ia mengetahui bahwa setiap  hari adalah keajaiban. Inilah satu-satunya cara ajaib memilih jalur baru  kehidupan ditengah kesukaran dan tantangan hidup serta dunia yang penuh  dengan kejahatan dan keegisan diri.

Pentingnya mengambil tanggung Jawab.

Kunci untuk menjadi diri terbaik adalah memikul tanggung jawab atas  kesejahteraan diri sendiri dan masa depan; untuk menemukan,  mengembangkan, dan menggunakan setiap peluang untuk melayani orang lain;  dan untuk melakukan yang benar. Inilah makna dari apapun yang diijinkan  Tuhan terjadi yaitu menemukan jalan untuk mengembangkan diri menjadi  semakin bijaksana serta melayani sesama.  

John F. Kennedy sangat  terkenal dengan slogannya : “Jangan tanya apa yang negara bisa lakukan  untuk Anda — tetapi bertanyalah apa yang bisa Anda lakukan untuk negara  Anda.”

Tokoh ikonis lainnya, Martin Luther King, Jr mengatakan,  “Pertanyaan yang paling penting dan mendesak adalah: Apa yang telah saya  lakukan untuk orang lain? “

Singkatnya, ketika Anda menerima  tanggung jawab untuk hidup Anda dan berhenti menyalahkan orang lain  untuk masalah yang Anda hadapi, Anda sedang dalam perjalanan untuk pulih  dari kehancuran Anda. Pada saat kamu menerima sebuah tanggung jawab  terhadap kehidupan dan mulai melayani orang lain, Anda sedang dalam  perjalanan untuk menjadi seorang manusia sepenuhnya. Inilah saat saudara  telah masuk dalam pemenuhan panggilan kemanusiaan. Saudara telah  memasuki sebuah jalur cepat, bebas hambatan berhubungan dengan Sang  Illahi mewujudkan kedaimaian, kesejahteraan dan keadilan di bumi ini. 

Inilah yang kami tawarkan melalui GPA Super Learning, sebuah pola hidup  yang akan mengubah pola pikir Anda dari menjadi pengambil menjadi  pemberi.

Para pengambil bertanya, “Apa yang bisa saya dapatkan dari  kehidupan? Apa yang ada untuk saya? “Sementara pemberi bertanya,”  Dapatkah saya memberi hidup? Apa yang diharapkan oleh kehidupan ini dari  saya? ”Anda bertanggung jawab untuk memberi kembali kepada masyarakat  apa yang telah diberikan kepada Anda. Semakin banyak yang diberikan,  semakin banyak yang diharapkan.Ketika orientasi keseluruhan Anda adalah  untuk memberikan yang terbaik kepada dunia, Anda akan cenderung  melakukannya dengan penuh motivasi yang juga berujung pada kesuksesan  dan jadilah yang terbaik, dengan elegan dan mulia. 

Semakin Anda  hidup untuk melayani orang lain, semakin banyak, semakin besar  kemungkinan Anda menjadi manusia yang berfungsi penuh sebagaimana  rancangan Illahi. Selain itu, motivasi intrinsik yang ditanamkan melalui  GPA Super Learning lebih tahan lama dari pada imbalan ekstrinsik dengan  demikian lebih cenderung mengarah ke tingkat pengembangan pribadi  tertinggi mencapai puncak destiny kehidupan manusia yang sesungguhnya.

Di usia tuanya, Dr. Abraham Maslow tokoh yang dikenal dengan teori  piramida kebutuhan manusia, dibuat bingung oleh dua pertanyaan: Apa yang  akan memotivasi hidup individu yang sudah memiliki sampai di puncak  kebutuhannya yaitu sudah beraktualisasi diri ? Mengapa mereka yang telah  berhasil di puncak piramida dan telah  mengaktualisasikan diri masih  berperilaku buruk? 

Melalui pengalaman pribadinya dalam jurnal  yang ditulisnya setelah mengalami serangan jantung yang hebat, Abraham  Maslow menambahkan bahwa puncak tertinggi dari kebutuhan manusia adalah  Self Transenden. Kebenaran ini baru diungkapkan oleh para ahli psikologi  beberapa tahun terakhir ini, disini Maslow telah mencampurkan antara  psikologi dengan spiritual. Hanya dalam puncak kebutuhan manusia, yaitu  Transendensi Diri, orang akan terus termotivasi untuk berfungsi penuh  sebagi manusia dengan membantu orang lain mengaktualisasikan diri.

Mencapai puncak kemanusiaan, digambarkan oleh Maslow sebagai sebuah  perjalanan kehidupan yang ditandai dengan perasaan kagum dan ekstasi,  karena telah menyatu dengan panggilan kehidupan dari Sang Pencipta.  Menurut Maslow (1971), Self Transenden adalah level paling holistik  yaitu sebuah kesadaran yang lebih tinggi, berkaitan dengan diri sendiri,  juga secara signifikan dengan yang lain, manusia pada umumnya, alam,  dan kosmos. Itu adalah transpersonal atau spiritual dimana manusia yang  fana telah terhubung dengan suatu Dimensi yang baka penuh kemuliaan,  keabadian serta kesakralan.

Penjelasan  di atas memberikan  dukungan empiris untuk keunggulan adaptif GPA Super Learning yang dalam  prosesnya tidak bersifat invasive tetapi lebih merupakan sebuah  kolaborasi didalam diri antara pikiran sadar, pikiran bawah sadar serta  super-kesadaran yaitu kuasa yang diberikan dalam diri setiap manusia  untuk mampu menyatu dengan Sang Illahi. GPA Super Learning akan membuka  pemahaman manusia yang hanya berhenti pada tubuh dan jiwanya saja.  Karena pada dasrnya manusia adalah manusia Roh yang memiliki Jiwa yang  hidup dalam Tubuh.

Dengan demikian, diri tidak menjadi sebuah  “pulau bagi dirinya sendiri” tetapi tertanam dalam secara luas terkait  dengan seluruh manusia dan kehendak Illahi atasnya. Secara metaforis,  kita hanyalah setetes air di samudera hubungan yang saling terkait. Kita  adalah bagian dari seluruh umat manusia dan alam raya yang tidak  terpisahkan. Tetapi masing-masing kita memiliki panggilan pribadi sesuai  dengan pengalaman dan kehidupan yang diijinkan kita lewati, meskipun  kita memiliki kesamaan pijakan yaitu kasih saying.

Melalui GPA  Super Learning  secara alami kita akan mengejar dan mempraktikkan  kesadaran diri dalam keutuhan dalam sebuah keindahan hubungan secara  horizontal ketika berhubungan dengan sesame dan alam dalam kesadaran  penuh serta secara vertikal — yaitu, kita terhubung dengan Kekuatan  Illahi yang jauh Yang Lebih Tinggi, mulia dan sempurna sebagai sumber  segala pengetahuan kita dan inspirasi kita. Seakan kita menemukan  kembali sebuah “Rumah” ketika kita menjadi sadar sepenuhnya tentang  konektivitas ini.

Dengan kata lain, kita dirancang untuk  mencintai Tuhan dan mencintai sesama; dalam melayani Tuhan dan sesame.  Melalui GPA Super Learning kita akan memenuhi kebutuhan spiritual. Jadi,  cinta-kasih adalah jantung dari GPA-SL; praktik GPA-SL juga konsisten  dengan ajaran mengasihi Allah dan mengasihi sesama Anda. Ketika kita  melangkah keluar dari kepentingan diri sendiri untuk melayani sesuatu  yang lebih besar dari diri kita sendiri, kita  berlatih GPA-SL. Kita  menjadi diri kita yang terbaik hanya ketika kita menjadi tanpa pamrih  atau tanpa ego dan berorientasi pada kebahagiaan orang lain. Dengan  demikian, terlepas dari kepercayaan agama kita, atau kurangnya  kepercayaan mereka, GPA-SL mewakili cara hidup spiritual, cara yang akan  memenuhi kebutuhan spiritual sebagai bentuk terdalam keterhubungan dan  transendensi.

Menariknya, beberapa contoh terbaik dari orang yang  menjalani kehidupan tanpa pamrih untuk kebaikan bersama juga dikenal  karena religiusitasnya yang dalam. Mahatma Gandhi, Bunda Teresa,Nelson  Mandela, dan Martin Luther King, Jr. mengabdikan hidup mereka untuk  melayani tujuan yang layak dan bersedia mengambil risiko hidup mereka  sendiri untuk kebaikan yang lebih besar. Saya percaya bahwa dunia akan  menjadi tempat yang lebih baik ketika lebih banyak orang berlatih GPA-SL  daripada mengejar kesuksesan materi memuaskan diri sendiri.

Inilah  potret secara umum pribadi yang sudah menghidupi GPA_SL: Baginya  ambisi dan kepuasan terbesar adalah untuk sepenuhnya mengembangkan  potensinya sehingga ia dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi  dunia. Dalam prinsip interaksi sehari-hari, ia secara konsisten  menempatkan perhatiannya pada orang lain di atas kepentingan diri  sendiri. Dia bersedia  untuk kehilangan haknya untuk kebaikan  bersama. Dia bekerja tanpa lelah dan riang karena dia mencintai apa yang  dia lakukan dan percaya bahwa pekerjaannya konsisten dengan nilai kekal  dan tujuan hidupnya bahkan sejalan dengan rancangan Tuhan saat  menciptakan dirinya. Dia memiliki hati seorang pelayan, dampaknya pada  orang lain selalu ditingkatkan karena pengabdiannya yang tanpa pamrih  serta menjadi pribadi tang inspiratif bagi lingkungannya.

Saya  sangat menyadari bahwa GPA-SL adalah produk yang tidak mudah mendapatkan  pasar dalam masyarakat individualistis seperti sekarang ini. Berapa  banyak orang yang ambisius akan mendaftar dalam seminar “GPA Super  Learning untuk Kesuksesan dengan prinsip mencintai dan melayani sesama”?  

Tetapi apapun yang menjadi tantangan, harus kita lakukan.  Karena fakta intensifnya pola Persaingan untuk mencapai keberhasilan  terus memakan korban serta ketidak adilan, kebodohan, dan pemanfaatan  sesame serta ekploitasi hanya menggapai kekuasaan yang dipenuhi darah  sesame akan terus berjalan di negeri kita ini. Ini hanya bisa dihentikan  ketika manusia kembali menjadikan sesamanya adalah saudara seperjuangan  menggapai keberhasilan dan kebahagiaan Bersama. 

Dan GPA Super  Learning adalah cara yang sangat efektif untuk menciptakan manusia yang  mandiri, menghubungkan dirinya dalam hubungan penuh kasih dengan sesame  serta terus menerima inspirasi dan intuisi dari San Illahi.Dan jalur  alternatif GPA-SL dapat menghasilkan kesehatan mental yang lebih baik  individu dan pembangunan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat kita.  Idealnya GPA-SL harus dimasukkan dalam kehidupan Pendidikan nasional, karena  “Tujuan dari pendidikan seharusnya adalah untuk mendorong siswa untuk  menemukan keunikan mereka makna / nilai kehidupan dalam rangka mencapai  keadaan keterhubungan secara komunal, menjadi pribadi yang  penuh dan  bertumbuh, serta bertanggung jawab secra sosial kepada sesama,  masyarakat, alam, dan semesta. ”

Tentu saya akan terus  menggelorakan akternatif kehidupan seperti ini. Saya percaya bahwa semua  anak dari sistem pendidikan juga dapat mengambil manfaat dari GPA-SL  ini sebagai cara mendidi yang positif yang berpusat pada makna yang  berfokus pada tanggung jawab. Saya menantang para praktisi, peneliti  untuk mempraktekkan dan meneliti secara sistematis manfaat adaptif dari  GPA-SL.

Sementara itu, saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan refleksi yang akan memicu pikiran saudara : 

Cara paradoks GPA-SL menawarkan peluang terbaik untuk bertahan hidup  dan menjadi makmur secara individu dan Bersama dalam masyarakat.

Melalui GPA-SL kita bisa menjaga diri dari pengaruh buruk lingkungan  dengan tetap mengembangkan potensi untuk kebaikan bersama.

Meski  dalam tekanan berat melalui GPA-SL kita dilengkapi dengan pola pikir  yang berhikmat sehingga dapat tetap positif dan penuh pengharapan bahkan  ketika semuanya masih tampak suram.

Motivasi terkuat adalah motivasi intrinsik untuk menjadi yang terbaik untuk memberi yang terbaik untuk dunia.

Tidak ada kegagalan atau kekalahan ketika Anda rela kehilangan segalanya untuk mencapai panggilan hidup yang mulia.

Ikuti terus tulisan-tulisan dalam GPA Super Learning, Group FB GPA  Super Learning dan Halaman Facebook Sang Visionaris, GPA Super Learning.  Bersama kita akan meraih puncak destiny hidup.

Artikel Terkait

Buku Renungan Harian GPA Bagian 9 – Part 43

Buku Renungan Harian GPA Bagian 9 – Part 43

“Sapa salah seleh” (bhs jawa) Pada masanya setiap orang akan menuai perbuatannya. Saat itu terjadi tidak akan ada yang sanggup mencegahnya. Selalu membuat rencana dalam 3 tahap : pendek, sedang dan panjang. Ketiganya harus sama2 berisi target ideal dan minimal yang...

Buku Renungan Harian GPA Bagian 9 – Part 42

Buku Renungan Harian GPA Bagian 9 – Part 42

Membalikkan zaman adalah kemustahilan (fenomena Jokowi). Ir. Heru Kustriyadi Wibawa MSc.  Fenomena kepemimpinan Jokowi dalam tiga tahun sudah mendunia. Menjadi salah satu pembicaraan hangat baik dikalangan politisi maupun akademisi termasuk ekonom dunia....

Buku Renungan Harian GPA Bagian 9 – Part 41

Buku Renungan Harian GPA Bagian 9 – Part 41

Stimulus-respons Proses evaluasi yang dilakukan oleh sistem pikiran kita mulai dari masuknya stimulus sampai pada respons yang kita berikan sangat bersifat komplek. Stimulus dapat diberikan melalui 6 jenis objek yaitu : objek visual, objek suara, objek bau, objek...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *