Buku Renungan Harian GPA Bagian 9 – Part 2

by | Jan 31, 2024 | 0 comments

Tempe dan Tuhan.

***TEMPE SETENGAH JADI*** (kisah nyata seorang ibu dari Magelang)

Di suatu desa hiduplah seorang ibu penjual tempe. 

Tak ada pekerjaan lain yg dpt dia lakukan sbg penyambung hidup.

Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dr bibirnya. 

Ia jalani hidup dgn riang “Jika tempe ini yg nanti mengantarku ke surga, knp aku hrs menyesalinya…???”

Demikian dia selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi dia berkemas, mengambil keranjang bambu tmpt tempe… dia berjalan ke dapur, diambilnya tempe2 yg dia letakkan di atas meja panjang.

Tapiii… Deg !!! dadanya gemuruh.

Tempe yg akan di jual, ternyata BELUM JADI …😞

Msh berupa kacang kedelai, sbgn berderai, belum disatukan ikatan” putih kapas dari peragian. 

Tempe itu msh hrs menunggu 1 hari lg utk jadi.

Tubuhnya lemas…😔

Dia bayangkan, hari ini pasti dia tdk akan mendapatkan uang utk makan, dan modal membeli kacang kedelai lagi.

Di tengah putus asa,terbersit harapan di benaknya. 

Dia tau… jika meminta kepada Tuhan, pasti tak akan ada yang mustahil.

Maka, ditengadahkan kepalanya, dia angkat tangan, dia baca DOA …, 

“Ya Tuhan, Engkau tahu kesulitanku. 

Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Tuhan jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku…”

Dalam hati… dia percaya…

Tuhan akan mengabulkan doanya.

Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung…

Dadanya bergemuruh… 

Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. 

Dan… dia KECEWA !!!

Tempe itu masih BELUM juga berubah, belum  menyatu oleh kapas” ragi putih “ …. Tapi, dng memaksa senyum, dia berdiri. 

🔹Dia percaya… Tuhan pasti sedang “memproses” doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi.

🔹Dia percaya… Tuhan tdk akan menyengsarakan hambanya yang percaya.

Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dlm keranjang, dia berdoa lagi ; “Ya Tuhan, aku tau tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu.

Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe, Karena itu ya Tuhan jadikanlah… Bantulah aku, kabulkan doaku…”

Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe.                           Pasti telah jadi sekarang, batinnya.

Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan… belum jadi. Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tsb. 

“Keajaiban Tuhan akan datang… pasti…!!!” Percayalah…

Dia pun berjalan ke pasar… 

Di sepanjang perjalanan itu, dia percaya…, “ TANGAN “ Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe” nya. 

Ber-kali2 dia memanjatkan doa… 

Ber-kali2 dia percaya bahwa Tuhan pasti mengabulkan doanya.

Sampai di pasar, di tmpt dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang” itu…

“Pasti sekarang telah jadi tempe …”, batinnya. 

Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan”.

Dan… dia terlonjak.             TEMPE itu masih tak ada perubahan. 

Masih sama spt ketika pertama kali dia buka di dapur td.

Air mata pun menitiki keriput pipinya. 

Kenapa doaku tidak dikabulkan…???

Kenapa tempe ini tidak jadi…???

Apakah Tuhan ingin aku menderita…???

Apa salahku…???

Demikian batinnya berkecamuk.

Dengan lemas, dia gelar tempe2 setengah jadi itu di atas plastik yg telah dia sediakan.

Tangannya lemas…, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu.

Dan dia tiba” merasa lapar… merasa sendirian…

“Tuhan telah meninggalkan aku …”, batinnya. 😢

Air matanya kian menitik…

Terbayang esok dia tak dpt berjualan… 

Esok diapun tak akan dpt makan.

Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan teman” sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. 

Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku.

Kesedihannya mulai memuncak. 

Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. 

Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras,dia merasa cobaan itu terasa berat…

Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya.

Dia memalingkan wajah, seorang perempuan, paro baya,tengah tersenyum, memandangnya…

“Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi”…???

Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya..???”

Penjual tempe itu bengong…Terkesima…

Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan.

“Ya Tuhan, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. 

Jangan Engkau kabulkan doaku yang tadi.

Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe..”

Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. “jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe…???”

“Bagaimana Bu…???                                      Apa ibu menjual tempe setengah jadi”…??? tanya perempuan itu lagi.

Kepanikan melandanya lagi,”Duh Tuhan bagaimana ini…???

Tolonglah ya Tuhan, jng jadikan tempe ya”…???ucapnya ber kali2 !!!

Dan dengan gemetar, dia buka pelan2 daun pembungkus tempe itu. 

Dan apa yang dia lihat, sahabat…???

Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama.BELUM JADI !!!

“Puji Tuhan”  pekiknya, tanpa sadar.

Segera dia tunjukkan tempe itu kepada si pembeli.

Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu ;

“Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang blm jadi”…???

“Oohh…, bukan begitu, Bu. Anak saya yang kuliah S2 di SEOUL ingin sekali makan tempe asli buatan sini.

Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya

pun mencari tempe yang belum jadi.

Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu…???

Saudaraku… dlm kehidupan se-hari2 kita acap berdoa, dan “memaksa” Tuhan memberikan apa yg menurut kita paling cocok utk kita. 

Dan jika doa kita tdk dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa dan merasa ditinggalkan…

Padahal Tuhan paling tau apa yg paling cocok utk kita. 

Bahwa semua rencananya adalah SEMPURNA…

Dan rencana Tuhan itu Indah Pada Waktunya

Tempe setengah jadi tsb tdk akan pernah dlm waktu singkat menjadi tempe, krn itu melawan takdir  yg telah Tuhan tetapkan.

Ingatlah…..

Tugas kita sebagai manusia sederhana saja yaitu… BERUSAHA semaksimal mungkin, sebaik mungkin sesuai dgn firman Tuhan.

Bagian Tuhan akan menyempurnakan menjadi yg terbaik bagi kita ,bagi org yg berharap dan percaya.

Yang paling beruntung. 

Siapakah manusia yang paling beruntung, tentu bukan yang paling banyak hartanya, atau yang paling terkenal dan populer, bukan pula yang memegang kekuasaan. Karena semua itu kalau diterima bukan dari Tuhan, hanya mendatang kesenangan sesaat dan kesusahan dalam jangka panjang.

Tetapi mereka yang beruntung adalah mereka yang memiliki kedekatan hati dengan Tuhannya, yang selalu dicari dan dirindukan Tuhannya. Ia diberikan kunci rezeki dan kebahagiaan yang berapapun dan kapanpun ia bisa membuka dan menikmatinya.

Salam Perjuangan.

Artikel Terkait

Buku Renungan Harian GPA Bagian 9 – Part 43

Buku Renungan Harian GPA Bagian 9 – Part 43

“Sapa salah seleh” (bhs jawa) Pada masanya setiap orang akan menuai perbuatannya. Saat itu terjadi tidak akan ada yang sanggup mencegahnya. Selalu membuat rencana dalam 3 tahap : pendek, sedang dan panjang. Ketiganya harus sama2 berisi target ideal dan minimal yang...

Buku Renungan Harian GPA Bagian 9 – Part 42

Buku Renungan Harian GPA Bagian 9 – Part 42

Membalikkan zaman adalah kemustahilan (fenomena Jokowi). Ir. Heru Kustriyadi Wibawa MSc.  Fenomena kepemimpinan Jokowi dalam tiga tahun sudah mendunia. Menjadi salah satu pembicaraan hangat baik dikalangan politisi maupun akademisi termasuk ekonom dunia....

Buku Renungan Harian GPA Bagian 9 – Part 41

Buku Renungan Harian GPA Bagian 9 – Part 41

Stimulus-respons Proses evaluasi yang dilakukan oleh sistem pikiran kita mulai dari masuknya stimulus sampai pada respons yang kita berikan sangat bersifat komplek. Stimulus dapat diberikan melalui 6 jenis objek yaitu : objek visual, objek suara, objek bau, objek...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *