Buku Renungan Harian FB Bagian 7 – Part 24

by | Jan 26, 2024 | 0 comments

Renungan Pagi.

Tempe dan Tuhan. (kisah nyata seorang ibu dari Magelang)

Di suatu desa hiduplah seorg ibu penjual tempe. 

Tak ada pekerjaan lain yg dpt dia lakukan sbg penyambung hidup.

Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dr bibirnya. 

Ia jalani hidup dgn riang “Jika tempe ini yg nanti mengantarku ke surga, knp aku hrs menyesalinya…???”

Demikian dia selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi dia berkemas, mengambil keranjang bambu tmpt tempe… dia berjalan ke dapur, diambilnya tempe2 yg dia letakkan di atas meja panjang.

Tapiii… Deg !!! dadanya gemuruh.

Tempe yg akan di jual, ternyata BELUM JADI …😞

Msh berupa kacang kedelai, sbgn berderai, belum disatukan ikatan” putih kapas dari peragian. 

Tempe itu msh hrs menunggu 1 hari lg utk jadi.

Tubuhnya lemas…😔

Dia bayangkan, hari ini pasti dia tdk akan mendapatkan uang utk makan, dan modal membeli kacang kedelai lagi.

Di tengah putus asa,terbersit harapan di benaknya. 

Dia tau… jika meminta kepada Tuhan, pasti tak akan ada yang mustahil.

Maka, ditengadahkan kepalanya, dia angkat tangan, dia mengucapkan dengan sepenuh hatinya DOA …, 

“Ya Tuhan, Engkau tahu kesulitanku. 

Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Tuhan jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku…”

Dalam hati… dia percaya…

Tuhan akan mengabulkan doanya.

Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung…

Dadanya bergemuruh… 

Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. 

Dan… dia KECEWA !!!

Tempe itu masih BELUM juga berubah, belum  menyatu oleh kapas” ragi putih “ …. Tapi, dng memaksa senyum, dia berdiri. 

🔹 Dia percaya… Tuhan pasti sedang “memproses” doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi.

🔹 Dia percaya… Tuhan tdk akan menyengsarakan hambanya yang percaya.

Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dlm keranjang, dia berdoa lagi ; “Ya Tuhan, aku tau tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu.

Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe, Karena itu ya Tuhan jadikanlah… Bantulah aku, kabulkan doaku…”

Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe.                           Pasti telah jadi sekarang, batinnya.

Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan… belum jadi. Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tsb. 

“Keajaiban Tuhan akan datang… pasti…!!!” Percayalah…

Dia pun berjalan ke pasar… 

Di sepanjang perjalanan itu, dia percaya…, “ TANGAN “ Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe” nya. 

Ber-kali2 dia memanjatkan doa… 

Ber-kali2 dia percaya bahwa Tuhan pasti mengabulkan doanya.

Sampai di pasar, di tmpt dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang” itu…

“Pasti sekarang telah jadi tempe …”, batinnya. 

Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan”.

Dan… dia terlonjak.                                              

TEMPE itu masih tak ada perubahan. 

Masih sama spt ketika pertama kali dia buka di dapur td.

Air mata pun menitiki keriput pipinya. 

Kenapa doaku tidak dikabulkan…???

Kenapa tempe ini tidak jadi…???

Apakah Tuhan ingin aku menderita…???

Apa salahku…???

Demikian batinnya berkecamuk.

Dengan lemas, dia gelar tempe2 setengah jadi itu di atas plastik yg telah dia sediakan.

Tangannya lemas…, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu.

Dan dia tiba” merasa lapar… merasa sendirian…

“Tuhan telah meninggalkan aku …”, batinnya. 😢

Air matanya kian menitik…

Terbayang esok dia tak dpt berjualan… 

Esok diapun tak akan dpt makan.

Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan teman” sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. 

Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku.

Kesedihannya mulai memuncak. 

Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. 

Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras,dia merasa cobaan itu terasa berat…

Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya.

Dia memalingkan wajah, seorang perempuan, paro baya,tengah tersenyum, memandangnya…

“Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi”…???

Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya..???”

Penjual tempe itu bengong…Terkesima…

Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan.

“Ya Tuhan, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. 

Jangan Engkau kabulkan doaku yang tadi.

Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe..”

Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. “jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe…???”

“Bagaimana Bu…???       

Apa ibu menjual tempe setengah jadi”…??? tanya perempuan itu lagi.

Kepanikan melandanya lagi,”Duh Tuhan bagaimana ini…???

Tolonglah ya Tuhan, jng jadikan tempe ya”…???ucapnya ber kali2 !!!

Dan dengan gemetar, dia buka pelan2 daun pembungkus tempe itu. 

Dan apa yang dia lihat, sahabat…???

Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama.BELUM JADI !!!

“Puji Tuhan”  pekiknya, tanpa sadar.

Segera dia tunjukkan tempe itu kepada si pembeli.

Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu ;

“Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang blm jadi”…???

“Oohh…, bukan begitu, Bu. Anak saya yang kuliah S2 di SEOUL ingin sekali makan tempe asli buatan sini.

Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi.

Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu…???

Saudaraku… dlm kehidupan se-hari2 kita acap berdoa, dan “memaksa” Tuhan memberikan apa yg menurut kita paling cocok utk kita. 

Dan jika doa kita tdk dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa dan merasa ditinggalkan…

Padahal Tuhan paling tau apa yg paling cocok utk kita. 

Bahwa semua rencananya adalah SEMPURNA…

Dan rencana Tuhan itu Indah Pada Waktunya

Tempe setengah jadi tsb tdk akan pernah dlm waktu singkat menjadi tempe, krn itu melawan takdir  yg telah Tuhan tetapkan.

Ingatlah…..

Tugas kita sebagai manusia sederhana saja yaitu… BERUSAHA semaksimal mungkin, sebaik mungkin sesuai dgn firman Tuhan.

Bagian Tuhan akan menyempurnakan menjadi yg terbaik bagi kita ,bagi org yg berharap dan percaya.

TOLA

Shalom, puji Tuhan saya masih bisa share ke temen2 semua, kalau saya share itu gk berarti sya lebih baik atau sudah lolos, tp kita sama2 belajar, firman ini gak Cuma buat temen2 tpi juga buat saya, dan malam ini saya mau share firman yng menegur sya juga tentng destiny..kita akan belajar dari satu tokoh yng luar biasa

Ehemm..ketika kita membaca tentang hakim hakim kita akan menemukan banyak sekali orang – orang yang dipakai dengan luar biasa oleh Tuhan dan terkenal ada Samuel, Simson, Debora, Yefta, Gideon dan banyak lagi.

Namun hari ini kita akan melihat dan mempelajari seorang hakim yang mungkin jarang sekali dibicarakan dan dipelajari disekolah minggu maupun di gereja, hakim ini bernama Tola mungkin agak asing bahkan jarang orang kristen memakai nama Tola (kalau Tole ada hehe) dan  kitab Hakim hakim hanya menulis dua ayat tentang Tola, yuk kita lihat :

Hakim – hakim 10:1-2 => Sesudah Abimelekh, bangkitlah Tola bin Pua bin Dodo, seorang Isakhar, untuk menyelamatkan orang Israel. Ia diam di Samir, di pegunungan Efraim dan ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh tiga tahun lamanya; kemudian matilah ia, lalu dikuburkan di Samir.

Dengan dua ayat ini apa yang bisa kita pelajari? Tetapi suatu hari Tuhan ungkapkan suatu yang menarik tentang orang yang bernama Tola ini. Orang ini sebenarnya kurang terkenal karena kalau terkenal cukup sebut namanya orang akan tahu. Tapi Alkitab perlu menyebut nama ayahnya, kakeknya, sukunya karena sangat tidak terkenalnya. Kalau kita harus dijelaskan tanda bahwa kita kurang terkenal. Penulis alkitab pun susah mau nulis apa tentang Tola dua ayat aja cukup.

Tapi orang kecil ini punya destiny. Dalam ayat ke 1 Alkitab berkata sesudah Abimelekh , BANGKITLAH Tola bin Pua bin Dodo dari suku Isakhar. Kata bangkit disini sebetulnya punya pengertian yang bagus sekali. Dalam kata aslinya bangkit berarti bangkit untuk menuntaskan suatu tugas atau pekerjaan tertentu. Dia bukan sekedar bangkit tapi ia bangkit karena sebuah tugas yang harus ia tuntaskan kalau saya gunakan kata yang lain, maka deskripsi itu artinya juga destiny. Di balik kelahiran kita yang maha mulia ada rencana Tuhan, destiny yang luar biasa.

Lalu tugasnya apa? Ini ajaib sekali. Nama Tola itu artinya ulat tapi bukan ulat bulu. Kalau kita tidak mencapai destiny nya Tuhan kita ulat bulu. Tola ini sebetulnya sejenis ulat tertentu. Kalau ulat lain anda pukul mati kemudian jika ditekan keluar cairannya biasanya ada yang kuning, hijau dan tidak berwarna. Tola ini jenis ulat yang aneh, kalau ditekan dia akan mengeluarkan cairan berwarna ungu dan pada zaman dulu warna yang dipakai untuk jubah raja dan semua kain kerajaan adalah ungu.

Saya percaya dua ayat ini berbicara seperti ini, sekalipun engkau bukan siapa siapa, sekalipun dalam pemandangan manusia engkau orang biasa, engkau hidup dalam destiny Tuhan, hidup dalam takdir masa depan yang Tuhan inginkan dan tetapkan dalam hidupmu, ketika engkau memberikan mengorbankan apapun yang keluar adalah warna kerajaan dan engkau mewarnai dunia dengan warna kerajaan.

Dan bukankah itu yang Yesus doakan “Thy Kingdom Come”. Bagaimana kerajaanNya bisa turun? Yaitu kalau ada Tola – tola yang memberikan, menyerahkan apapun yang ada di dalam hidupnya dan dari setiap pengorbanan kita itulah yang kemudian akan mewarnai dunia dengan warna Kerajaan. Dan diluar itu kita adalah “ulat bulu”. Ketika hidup kita bergeser dan hati kita bergeser dari Tuhan dan destiny kita maka kita sudah menjadi “ulat bulu”.

Dalam kehidupan kita siapapun kita sebenarnya ada sebuah destiny yang ilahi yang sedang bekerja dalam hidup kita.Jangan pernah lepaskan itu.

Saya kagum dengan Tuhan, Dia bukan Tuhan yang hanya memilih orang yang dikatakan besar. Dia mau pakai semua orang yang rela memberikan hidupnya bagi Dia.

Mazmur 22 : 7-9 => Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak. semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya: Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?”

Kalau kita baca ayat ke 9 itu kemudian digenapi terjadi dalam hidup siapa? Yesus. Ketika Dia di kayu salib imam farisi berkata, “bukankah Tuhan berkenan? Kalau Tuhan berkenan, biarkan Tuhan menolong Dia.” Tapi rangkaiannya dimulai dari ayat 7 yang berkata “aku ini ulat” kata ulat disini Tola dan ternyata itu adalah gambaran dari Tuhan sendiri. Bukankah badanNya hancur, ketika Ia di atas salib. Tapi dengan dihabiskannya darah yang ada padaNya, bukankah hari ini Tuhan Yesus mewarnai dunia dengan kebenaran dan kerajaanNya. Pertanyaannya adalah apakah kita mewarnai sekeliling kita dengan warna kerajaan?

Tiap kali ada pengorbanan yang harus di ambil lakukan dengan sukacita,tiap kali kita harus berkorban dan menderita lakukan dengan hati yang berterima kasih dengan berkata: Ini hidupku Tuhan. Biarkan lewat hidupku aku mewarnai dunia dengan warna kerajaan. Seringkali kita dibuat kecewa oleh keadaan , seringkali kita membandingkan diri kita dengan orang lain tapi jika kita menenggelamkan diri kita terus seperti itu, maka ujungnya kita tidak akan menjadi apapun.

Kita hanya punya 2 pilihan mau jadi hama atau maha? kalau kita hanya merengek minta makan itu hama, kalau kemana kita pergi membuat gatal semua orang itu hama. Kalau dalam hidupmu tak ada buah manis yang bisa dinikmati , itu juga hama. Tapi jika seorang siswa belajar sungguh sungguh ia akan jadi mahasiswa, kalau seorang bekerja berkarya luar biasa, ia menghasilkan maha karya. Tapi itu pilihan kita.

Yang terakhir, alkitab berkata ia meninggal di Samir, di pegunungan Efraim. Dia orang Isakhar tapi bertugas di Samir. Dia tinggal di tanah yang bukan milik pusakanya. Seluruh hakim di alkitab selalu dikuburkan di tempat kelahirannya karena ada istilah dikumpulkan bersama nenek moyangnya, tapi berbeda dengan Tola. Sekali ia dicabut dari tempat asalnya, sekali ia dicabut dari zona nyamannya dia mau berkata aku tuntaskan dan tidak separuh jalan. Ini orang yang akhirnya mendapat kepercayaan Tuhan yang sangat besar.

Dia ulat tapi dia bukan hama. Dia ulat yang setiap kali ditekan hidupnya dia mewarnai dunia dengan warna kerajaan. Dimanapun kita berada warnai duniamu dengan warna kerajaan. Hidup kita cuma 2, engkau mewarnai atau engkau diwarnai. Jangan biarkan dunia mewarnai kita, tapi kitalah yang mewarnai dunia kita. DESTINY IS A CHOICE.  

AMIN!!!

(SJL)

Artikel Terkait

No Results Found

The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *