Buku Renungan Harian FB Bagian 7 – Part 21

by | Jan 26, 2024 | 0 comments

Pornografi Rohani atau Keintiman Rohani

Suatu kali Tuhan berbicara kepada seorang pendeta terkenal dan berkata “Aku sudah melihat pelayananmu, sekarang apakah kamu ingin melihat pelayananKU?” Ia sedang mengatakan hal yang sama kepada gerejaNya. Kebanyakan pegkhotbah, pelayanan belajar bagaimana menarik khalayak ramai pada pelayanan mereka, kita pintar menarik perhatian mnausia, tetapi mengacuhkan car untuk menarik perhatian Tuhan.

Pengurapan dengan mudah menarik khalayak ramai, masalahnya kita bisa menyenangkan manusia tanpa berusaha menyenangkan Tuhan. Ada sebuah cara yang lebih baik, dan Yesus menunjukkannya, Alkitab berkata “Yesus makin dewasa dan makin dikasihi Tuhan dan manusia” dan Ia selalu dan selalu mengutamakan Tuhan. Dalam sepanjang pelayananNya, satu satunya pusat perhatian Yesus adalah mendengar apa yang dikatakan Bapa dan mengatakannya dan melihat apa yang Bapa kerjakan dan mengerjakannya. Yesus tidak pernah khawatir soal bagaimana menarik khalayak ramai. Seringkali kita sudah cukup puas dengan seporsi kecil Tuhan yang sebenarnya jauh lebih kecil dibanding porsi yang ingin Ia beri kepada kita.

Kita diangkat menjadi imam, perantara antara Tuhan dan manusia, satu tangan terulur kepada Tuhan dan tangan yang lain ke arah manusia. Terkadang kita begitu asik menarik manusia, tapi kehilangan kerinduan untuk menarik Tuhan dengan tangan yang lain. Kita menjanjikan kemuliaan Tuhan, tetapi seringkali yang kita berikan hanya urapan Tuhan dalam ukuran yang terbatas.

Pengurapan dan karunia karunia adalah sebuah alat untuk membantu, memampukan, mendukung, dan mengarahkan kita kembali ke Sumbernya. Hanya Tuhan sendiri yang dapat memuaskan rasa lapar yang telah Ia tempatkan dalam diri kita. TanganNya dapat memenuhi kebutuhan kita, tetapi hanya wajahNya yang dapat memuaskan kerinduan kita yang paling dalam.

Pengurapan Tuhan dalam semua variasi bentuknya memang diberikan untuk menggenapi tujuan Tuhan. Masalahnya kita telah menjadi begitu kecanduan dengan pengaruh pengurapan terhadap perasaan kita sehingga kita telah memalingkan mata dan hati kita dari kemuliaan wajahNya. Kita seringkali cenderung lebih tergetar secara rohani oleh jamahan Tuhan atas kehidupan orang lain, daripada mengalaminya sendiri.” Atau, jika kita pelayanan, kita bisa kecanduan terhadap hasrat jemaat kepada kita karena pengurapan yang ada dalam diri kita. Kecanduan akan mengubah pengurapan yang paling kuat sekalipun menjadi sebuah getaran murahan. Pada titik terburuknya, itu akan menjadi sebuah bentuk “pornografi rohani”. Para pelaku pornografi rohani lebih menginginkan untuk mendapatkan getaran – getaran mereka dengan mengamati keintiman yang dialami oleh orang lain daripada memikul tanggung jawab dari hubungan dengan Tuhan. Tuhan tidak menginginkan kita tergila – gila pada tangan –tanganNya dan berkat – berkat yang dibawa oleh tanganNya. Ia ingin kita jatuh cinta dengan begitu mendalam kepadaNya.

Mereka puas hanya dengan melihat dan mendengar pengalaman – pengalaman rohani orang lain tapi dalam kehidupannya tidak memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan. Kita telah kecanduan pengurapan dengan cara yang sama yang dialami oleh bangsa Israel. Pelayanan Musa dan mukjizatnya menggambarkan sebuah pengurapan ilahi, tapi Tuhan ingin memberikan yang lebih dari itu. Dalam keluaran pasal 19 Ia mengundang setiap orang di bangsa itu untuk naik dan mendengarkan firmanNya, ini adalah sebuah kesempatan untuk masuk melampaui pengurapan dan mencicipi kemuliaanNya secara pribadi. Tapi Israel berkata “Musa, kamu saja yang naik, cari tau apa yang Tuhan ingin sampaikan, nah  nanti kamu bawa aja pengalamanmu itu dan pengurapan itu kembali untuk kami.” Mereka tidak menginginkan sebuah perjumpaan dengan Tuhan scara pribadi karena itu sebuah hubungan yang melibatkan tanggung jawab dan kematian terhadap diri sendiri.

Jika kita tidak hati hati, kita bisa menjadi penghalang besar bagi “turunnya Tuhan” kedalam gereja atau komunitas kita karena kecanduan pengurapan. Terkadang kita lebih suka berkhotbah dibanding menyembah Tuhan sampai kemuliaanNya datang. Kebenarannya adalah khotbah – khotbah terbaik kita tidak pernah setara dengan satu kata yang disampaikan secara langsung oleh Tuhan sendiri. Jemaat juga bisa kecanduan dengan pengurapan yang mengalir dari pemimpin pemimpin mereka yang memiliki berbagai karunia. Sehingga mereka tidak peduli mencari wajah Tuhan.

Pertanyaannya “kenapa Allah tidak mengambil kembali aja pengurapan atau karunia karunia yang Ia berikan kepada para pecandu itu?” Karena Ia tidak bekerja dengan cara seperti itu. Sekali Ia membuka pintu pengurapan dalam kehidupan seseorang, karunia dan panggilanNya diberikan tanpa penyesalan. Ketika seorang keluar dari jalur, dan mulai kecanduan dengan pengurapan, Tuhan tidak akan menghalanginya dengan mengambil kembali kasih karuniaNya. Ia hanya mengundurkan diri dari mereka secara pribadi karena Ia lebih berkomitmen terhadap karakter daripada talenta.

Ketika karakter berakhir dan talenta atau karunia berlanjut, seseorang seperti sedang bermain ski di atas permukaan es yang tipis, dan pada akhirnya ia akan jatuh terperosok, karunia apapun dari Tuhan, yang terpisah dari hadiratNya yang tinggal, akan memburuk seiring waktu.

Ada sebuah perbedaan besar antara gambar 1 dimensi dengan hal yang sebenarnya. Kalau boleh saya berkata sedikit vulgar, kita sudah melacurkan setiap proses dan pengurapan Tuhan dengan cara mengejar apa yang datang dari seorang manusia sebagai sebuah gambaran yang utuh dari Tuhan. Beberapa orang membicarakan hal hal rohani seolah olah mereka pernah mengalaminya, tetapi mereka hanya membicarakan apa yang mereka dengar. Mereka belum pernah mengalami sendiri perjumpaan yang sesungguhnya, sehingga gambaran mereka akan Tuhan hanyalah sebuah gambar satu dimensi yang datar.

Apa itu fungsi pengurapan? Ketika pertama kali, Tuhan memperkenalkan minyak urapan, Ia berkata 

Mazmur 133 menunjukkan bagaimana minyak urapan ini digunakan, dikatakan “Seperti minyak di kepala, meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.” Bangsa Israel itu membuat minyak pengurapan per 1 quart, 1 quart = 1.136L. karena jika tiba saatnya untuk mengurapi sesuatu, mereka mencurahkan, mengolesi, membasahi, jadi memerlukan banyak sekali minyak. Bayangkan saat itu Harun sebagai Imam besar. Berapa banyak Minyak yang akan dicurahkan ke atas kepala pria dewasa apalagi saat itu imam gak boleh potong rambut untuk membuatnya mengalir ke jenggotnya, dan terus mengalir ke jubah imamnya sampai ke kaki. Saya tidak tau berapa banyak minyak yang akan dibutuhkan, tetapi jika Tuhan membuat kembali peristiwa tersebut di gereja, maka minyak itu akan merusak karpet gereja, dan yang berperan jadi Harun harus menata ulang rambutnya. Tetapi Tuhan menginginkan hal itu. Kebanyakan kita memakai urapan secukupnya hanya untuk sekedar memperoleh tepuk tangan atau bikin merinding. Ketika Tuhan mengurapi manusia, Ia nyaris menenggelamkan  kita dengan aroma harumnya sehingga Ia dapat mendekat.

Tujuan utama dari pengurapan baik di Perjanjian Lama ataupun Perjanjian Baru adalah untuk mengkhususkan benda dan orang sehingga mereka diterima oleh Tuhan. Namun cenderung kita melacurkan pengurapan karena kita ingin berbau wangi dihadapan manusia. Kalau kita baca kisah Ester, ia menghabiskan waktu 6 bulan untuk berendam dalam minyak mur dan 6 bulan untuk berendam dalam berbagai wewangian dan mempersiapkan diri untuk semalam bersama raja. Alkitab berkata “Ester dikasihi lebih dari semua perempuan lain dan beroleh sayang dan kasih dari baginda lebih dari semua anak dara yang lain. Ester juga menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihatnya. Bisa dibayangkan seperti apa aroma Ester setelah menghabiskan satu tahun berendam dalam minyak pengurapan? Aroma itu melekat pada pakaiannya dan menjadi satu dengan kulitnya, kemanapun ia berjalan, ia meninggalkan aroma yang harum. Ketika ia berjalan semua pria tertuju padanya.

Saya pikir Ester tidak membalas dengn memberikan lirikan yang menggoda. Ia tidak ingin menyia2kan seluruh waktu yang telah dihabiskannya dalam pengurapan hanyak untuk mencari perkenanan manusia, ia mencari perkenanan raja. Tujuan pengurapan adalah membawa Tuhan dan manusia bersama sama dalam persekutuan kudus. Musa mengetahui perbedaan antara pengurapan dan kemuliaan, ia memiliki pengurapan Tuhan, ia tau seperti apa rasanya melakukan mujizat dan tanda2 melalui pengurapan. Musa memiliki sesuatu ynag baik, tetapi ia meminta yang terbaik dari Tuhan, ia berkata “Perlihatkan kemuliaanMu kepadaku”

Seperti Musa kita memiliki kesempatan untuk masuk dalam kemuliaan Tuhan. Roh kita segera diperbaharui dan diubahkan menjadi ciptaan baru pada saat diselamatkan, tapi kita masih perlu melakukan sesuatu untuk tubuh kita yang tercemar dan jiwa yang kotor, sebelum Tuhan menyinari kita dengan kemuliaan yang cemerlang. Darah Yesus telah menutup dosa kita dan melindungi kita dari kematian, tetapi itu tidak berarti bahwa kita benar2 menarik bagi Tuhan jika kita terpisah dari selubung yang harum, yaitu penyembahan dengan hati yang hancur dan pertobatan. Persamaan dari kematian dalam perjanjian baru adalah pertobatan. Kemuliaan Tuhan tinggal dibalik pintu pertobatan. Itu sebabnya Yesus berkata “setiap yang mengikut Aku harus menyangkal dirinya dan memikul salibnya setiap hari” Kita harus hidup dalam pertobatan. Kita tidak pernah bisa menyuruh dunia bertobat, bila masalah – masalah yang ada didalam dunia muncul di dalam gereja, kita tidak bisa menunjuk orang lain kepada pertobatan, kita harus memimpin ke jalan tersebut dengan suatu gaya hidup pertobatan

Pengurapan memang membuat apa yang kita sentuh menjadi lebih baik, entah kita menyanyi, berkhotbah, menerima tamu, ketik urapan itu turun itu akan menguatkan talenta, karunia dan panggilan dengan kuasa Tuhan. Namun demikian pengurapan tetapalah pengurapan, yang tinggal ditubuh yang fana. Kemuliaan adalah sesuatu yang berbeda, ketika kemuliaan Tuhan turun, kita dengan tiba2 mengerti dengan jelas mengapa  Tuhan berfirman “supaya jangan seorangpun bermegah dihadapan Tuhan” tidak ada satupun yang bisa tahan berdiri dihadapan kemuliaan Tuhan, alkitab mencatat setiap kali seseorang mengalami perjumpaan dengn Tuhan, mereka akan tersungkur ke tanah, itu karena mereka tidak punya pilihan. Pengurapan itu seperti percikan api listrik, itu bisa menggetarkan kita, tapi Tuhan ingin mengguncang kita dengan kemuliaanNya seperti aliran listrik bertegangan ribuan volt, itu bisa membunuh atau hidup kita selamanya.

Melayani dengan pengurapan itu baik, tapi kita harus memiliki hadirat Tuhan yang nyata untuk ditunjukkan kepada dunia. Ester tidak mau menukarkan pengurapannya, lirikannya untuk raja dengan perkenanan manusia. Sebagai hasilnya, raja berkata pada Ester :”apa permintaanmu? Niscaya dipenuhi, sampai setengah kerajaanpun akan diberikan. Tuhan sedang mencari mempelai yang matanya tertuju kepada Dia. Maka Ia dengan senang hati akan memberikan kunci menuju kota dan bangsa.

Jangan melakukan kesalahan dengan melacurkan pengurapan untuk mengejar manusia supaya pelayanan atau mungkin gereja kita berkembang. Katakan saja “Aku lebih menginginkan hadiratMu lebih daripada yang lain.” Kita tidak perlu cemas mengenai pertumbuhan gereja atau pelayanan. Harumkan diri kita dengan pengurapan dan masuk dalam penyembahan yang ditujukan hanya kepadaNya.

Arahkan pandangan kita untuk bisa melihat kemuliaanNya diatas kota dan bangsa kita.

RUT

Hari ini kita belajar tentang seorang wanita yg bukan dari keturunan Israel tapi dipakai Tuhan luar biasa bahkan bisa masuk ke dalam silsilah Yesus Kristus dia adalah Rut seorang wanita moab yg harusnya menjadi musuh bgs Israel tapi krn satu hal Rut bisa menjadi seorang yang luar biasa

apa yang dilakukan rut?

Rut 1:16-18=> Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!”Ketika Naomi melihat, bahwa Rut BERKERAS untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya.

ada 1 kata yang menarik yaitu Rut BERKERAS, Tuhan ingin kita jadi org2 yg tidak mudah lemah org yang punya kengototan tertentu yg tidak mudah dipatahkan, lihat saat perjamuan di Kana jika saat itu Maria tidak mendesak Yesus maka mujizat tidak akan terjadi, lihat saat kleopas sdg menuju emaus jika saat itu dia tidak mendesak Yesus untuk tinggal maka kleopas tidak akan pernah sadar Yesus sudah bangkit

Rut punya keteguhan yg membuat anugerah Tuhan turun atas hidupnya…

kemudian kita lihat di ayat 16 ada 3 perkataan Rut yg ajaib

1. Sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi =>rut menyamakan visinya dan tujuannya dengan naomi, dia mencoret visinya dan rencananya sendiri..bnyak gereja atau pribadi yg sulit untuk bersatu krn mreka masih memegang kepentingannya sendiri visinya sendiri dan gk bisa melebur tapi orang2 yg punya karakter spt Rut berkata kalau itu kehendak Tuhan, aku coret visiku aku coret kepentinganku aku mau ikut apa yang Tuhan mau..

2. Dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam => sbnernya Rut mau berkata skalipun engkau melewati masa masa pling gelap dalam hidupmu aku ada disana…dan berapa bnyak dari kita yang ketika saudara atau sahabat kita mengalami masa2 gelap dalm hidup mreka kita berkata i’ll see you tommorrow morning, lihat saat yonatan tau bhw Daud akan jadi raja menggantikan ayahnya bhkan dia berkata aku akan jadi org kedua dibawahmu tp ketika Daud melewati masa sulit dalam hidupnya yonatan tidak pernah ada dsana dia tetap kembali ke istana Saul..tapi Rut berbeda 

3. Bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;=> Rut membuang identitasnya dia buang masa lalunya dan dia mengadakan perjanjian yang baru dengan Allah Israel melalui perkataannya dan sejak hari itu Rut terhitung sebgai org Israel..

biar kita memiliki karakter seperti Rut dan menyelesaikan destiny kita sampai akhir, genap tuntas dan jadi…

Amin 

(SJL)

Artikel Terkait

Buku Renungan Harian FB Bagian 7 – Part 24

Buku Renungan Harian FB Bagian 7 – Part 24

Renungan Pagi. Tempe dan Tuhan. (kisah nyata seorang ibu dari Magelang) Di suatu desa hiduplah seorg ibu penjual tempe.  Tak ada pekerjaan lain yg dpt dia lakukan sbg penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dr bibirnya.  Ia jalani...

Buku Renungan Harian FB Bagian 7 – Part 23

Buku Renungan Harian FB Bagian 7 – Part 23

Kisah simson di alkitab sebenarnya sangat tragis. Jangan sampai karakter dan keadaan Simson ada dalam hidup kita. Kita harus menyiapkan diri agar keadaan Simson tidak sampai terjadi dalam hidup kita atau bahkan jangan ada yang seperti Simson. Dalam kitab Hakim - hakim...

Buku Renungan Harian FB Bagian 7 – Part 22

Buku Renungan Harian FB Bagian 7 – Part 22

Shalom, puji Tuhan, saya diberi kesempatan untuk sharing dengan teman2 disini, hari ini saya mau bicara tentang mungkin sebuah teguran Tuhan untuk saya, yaitu tentang sayap, dalam Amsal 1:17 => Sebab percumalah jaring dibentangkan di depan mata segala yang...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *